
" Ardi " ucap sepasang suami itu bersamaan
" Ada urusan apa kau kemari ?" tanya Randi dingin
" Aku hanya ingin mengambil hak asuh anak ku " jawab Ardi dengan santainya
Seketika Randi berdiri dari duduknya dengan wajah yang merah padam akibat menahan amarahnya , sedangkan Riris yang melihat itu hanya bisa diam tanpa ikut campur , sebab itu adalah urusan mereka.
" Kemana saja kau selama ini ?" tanya Randi dingin
" Aku tidak mau tahu , yang terpenting hak asuh itu adalah hak ku " jawab Ardi
Brukk,,,,Brakkk,,,, suara keributan terdengar dari dalam mension , dan itu membuat amarah Randi kembali meradang sampai ubun-ubun.
" Cepat perintahkan gengster mu itu berhenti sebelum kau mati di tanganku brengsekk " ucap Randi emosi
__ADS_1
Ardi hanya tersenyum puas , dia merasa jika kakak sepupunya itu tidak akan bisa menghentikannya , dan dia pergi ke dalam mension dengan diikuti oleh Randi dan Riris dari belakang.
" Cepat kalian cari bayiku dan bawa kedalam gendonganku " teriak Ardi
Dengan gerakan cepat pula Mickel , orang kepercayaan Ardi di gengster itu memberi perintah agar cepat melaksanakan perintah boss mereka.
Randi yang mendengarnya segera memberikan bokeman mentah tepat mengenai wajah Ardi , dan itu membuat dia di kepung oleh anak buah Mickel.
Bukk,,,,Bukk,,,,,Bukk,,,, suara perkelahian terus saja terdengar dari ruang tengah mension , sehingga baby Rangga yang tertidur di buat terkejut dan langsung menangis , Sedangkan bi Ratna langsung membawanya untuk bertemu dengan Riris.
Dengan gerakan cepat Riris menembakkan satu peluru ke udara , dan dia berjalan untuk menggendong dan menenangkan anak sambung nya itu , Setelah itu dia berjalan ke arah semua orang yang berkelahi itu.
" Apa kalian bisa diam ?" tanya Riris dingin setelah berhasil mendiamkan baby Rangga
" Kau siapa , beraninya menghentikan kami ?" tanya Mickel dengan sifat arogantnya
__ADS_1
" Kau tidak mengenalku ??? hummm sayang sekali " jawab Riris sambil menyerahkan baby Rangga kedalam gendongan bi Ratna kembali
" Bagi yang mengenalku, cepat berdirikan suamiku sebelum kalian mati di tempat " lanjut Riris
Sebagian anak buah Mickel melangkah menuju Randi dan membantunya berdiri , Randi kalah karna terlalu banyak jumlah anak buah Mickel.
Sedangkan yang sebagian lagi , bukannya mereka tidak tahu jika Queen Drak Devil's seorang perempuan , tapi mereka tidak pernah melihat wajah nya secara langsung kecuali sebuah tato gambar sayap di belakang lehernya , karna sewaktu mereka bertarung dahulu Queen dari Drak Devil's menggunakan topeng berwarna emas campur hitam.
" Baiklah , aku ingin taruhan dengan boss kalian , jika aku menang dalam perkelelahian ini , maka kalian akan memberikan nyawa boss kalian secara percuma " tantang Riris santai
" Dan jika kami menang , maka kami berhak menjadikan tubuh seksi mu sebagai ****** kami " jawab Mickel dengan senyum iblisnya
" hahahahahaha,,,, Mickel seorang boss dari gengster sampah berani nya bersikap kurang ajar kepada ku , perlu di kasih paham ni bocah " batin Riris dengan senyum iblisnya
Semua anak buah Mickel yang berdiri di dekat Randi merasa merinding kala melihat senyum dari wanita itu , namun tidak dengan Randi dia emosi kala mendengar ucapan pria brengsek itu , saat dia ingin melangkahkan kakinya menuju Mickel , tangannya di cekal langsung oleh anak buah Mickel.
__ADS_1