
" CEPAT " teriak Riris saat itu juga
Tanpa menunggu lama , telepon tersambung dan bu ratna menjawab bahwa Rangga sedang bermain ke luar bersama dengan Tia.
" Shittt , brengsek kau Ryan " umpat Riris
" Mas cari lah Rangga segera mungkin, sebab aku menghubungi Tia dari tadi tidak bisa di hubungi , kita berpencar , kau bersama Alex dan aku bersama Riski " lanjut Riris
" Tidak , kita bertiga bersama , biarkan teman mu itu yang sendiri " jawab Randi
" Mas aku tidak ingin berdebat " ucap Riris datar
" Dan aku tidak ingin di bantah " jawab Randi dingin.
Riris segera menghubungi Riski untuk pergi ke markas Anggel Drak , sedangkan dia akan menyusuri jalan dan tempat bermain anak-anak.
Markas Anggel Drak.
Dorr,,,
Dorr,,,
Dorr,,,
" Ryan keluar kau,,," teriak Riski
" jika kau tidak keluar , maka ku ledak kan tempat ini sekarang juga " lanjutnya
__ADS_1
"Shittt,,, siapa yang membuat keributan jam sekarang " umpat Ryan
" BOBY PANGGILKAN SEKARANG DENI " perintah Ryan kepada anak buah nya yang sedang berjaga di dalam markas.
Tidak lama kemudian Deni menghadap dengan nafas yang masih terengah-engah.
" Apa kau membuat keributan dengan wanitaku ?" tanya Ryan to the poin
" Maaf tuan , selain insiden tadi pagi kami tidak pernah membuat keributan lagi , dan mengenai barang itu kami sudah membatalkannya untuk melewati wilayah nona Riris. " jawab Deni
" kenapa Riski membuat keributan disini ?? hmm dasar bocah bodoh " ucap Ryan lirih
Dengan langkah yang santai , Ryan mempersilahkan Riski masuk kedalam markas.
" kenapa kau membuat keributan disini bocah ?" tanya Ryan
" ohh ayolah , tadi aku hanya bermain-main dengan wanitaku , kenapa kalian anggap serius " ucap Ryan santai
" wanita mu katamu ,Ryan sadarlah jika kau hanya dianggap saudara olehnya " jawab Riski sambil menodongkon senjata apinya .
" dan kau tidak sadar bro,,, jika kau hanya dianggap SAHABAT dan tidak lebih olehnya " ucap Ryan dengan menyingkirkan senjatanya dari kepalanya.
Riski kembali duduk dan meminum minumannya .
" dimana Rangga anak sambung Riris " tanya Riski
" aku bukan pengasuhnya , kenapa kau menanyakannya kepada ku " jawab Ryan
__ADS_1
" jangan main-main Ryan , kau tidak tau seberapa khawatirnya Riris mendengarkan hilangnya anak sambungnya itu " ucap Riski
" Apa ??? siapa yang sudah membuat ku jadi kambing ?" tanya Ryan
" Kambing hitam bodoh ,,, dan kalau bukan kamu siapa lagi " ucap Riski
" Mana ku tau , dan tidak mau tau " jawab Ryan
" Brengsek kau Ryan , sebentar lagi Riris akan datang kesini , jika kau tidak memberitahu nya kau akan tau resikonya " ucap Riski
Sedangkan kondisi di jalannan tidaklah ada tanda-tanda keberadaan baby Rangga dan Tia.
" Apa yang terjadi Ris ? kenapa Rangga bisa hilang begini ?" tanya Randi datar .
" Apa teman mu itu tidak becus ?" lanjutnya .
" Mas dia saja ikut hilang , jadi aku mana tau " jawab Riris dengan sedikit bersalah
Di tengah perjalanan di dekat area taman kota , seorang wanita sedang berkelahi dengan segerombolan preman yang tak lain anak buah dari geng Monster Drak , dan wanita itu tak lain Tia.
" BERHENTI ALEX " teriak Riris
" astaga , hei gadis bodoh jangan teriak dengan jarak sedekat ini , kau bisa membuat telinga kami pecah " ucap Randi kesal
" Mas bukankah wanita itu Tia ?" tanya Riris tanpa mengubris kekesalan suaminya itu
" Mana aku tau , aku tidak mengenalnya " jawab Randi
__ADS_1