
" Siapa kau sebenarnya ?" tanya Ardi
" Jika kau ingin tahu , tanyakan kepada tangan kanan mu di gengster mu yang lemah itu , maka kau akan tahu siapa aku " jawab Riris
" Dan jika kau ingin melihat anak mu , maka minta maaflah kepada suamiku , dan mintalah izin kepadanya " lanjut Riris sambil mengirim sebuah vidio ke no Ardi dan suaminya.
Ardi segera menurunkan senjatanya dan melihat notif di hpnya , sedangkan Randi juga dengan segera memeriksa ponselnya.
" Lihat dan pahamilah , sebelum ku hapus kembali " ucap Riris duduk di sofa
Randi dan Ardi masih fokus dengan ponsel masing-masing , dan sesekali mata mereka terbelalak karna terkejut , sedangkan Alex di suruh Riris untuk duduk di depannya .
" Kenapa kau begitu gugup ?" tanya Riris
" saya tidak gugup nyonya " jawab Alex
Sebelum mereka bertiga ingin bicara sebuah tembakan juga terdengar di dalam ruangan itu , namun arah peluru itu berhenti di pintu depan.
" Kau kejam nyett,,, " teriak Riski masuk
" Itu hukuman kecil buatmu yang sudah merencanakan sebuah rencana dengan ceroboh " jawab Riris santai
__ADS_1
" Kau tidak tahu saja apa yang sudah ku alami , dan kenapa kau malah menyembunyikannya dari ku " teriak Riski sambil melangkah menuju ke arah Riris
" Sebelum kau duduk , ambilkan untukku es krim di kulkas " lanjut Riris
Randi yang melihat istrinya sedang di dekati dua lelaki sekaligus di buat cemburu dan sifat posesifnya langsung muncul , dengan gerakan cepat dia duduk di samping istrinya dan merebahkan tubuhnya di sofa , sedangkan kepalanya di taruh tepat di pangkuan istrinya itu.
" Kenapa mas manja bangat ?" tanya Riris
" Ini hukuman kecil untukmu " jawab Randi
" Apa mas sudah melihat nya ?" tanya Riris berharap suaminya itu duduk
" Kenapa kau bisa tahu ?" tanya Ardi tiba-tiba
" Ini es krim mu nyet,,, dan berhenti bermesraan di hadapan kami " sahut Riski dari belakang
Riski , Ardi , dan Alex duduk tepat di sofa yang berhadapan dengan sepasang sejoli laknat itu.
Sedangkan Riris dibuat kesal dengan tingkah manja suaminya , dan Randi tidak peduli dengan hal itu , dia hanya sibuk dengan aktivitasnya yang sedang memelek , mengusap dan bahkan mencium perut rata milik istrinya.
" Jika kau ingin tahu asal usul vidio itu , maka kau harus bertanya kepada Mary sekretaris seximu itu " ucap Riris
__ADS_1
" Tapi bagaimana dia tahu ?" tanya Ardi polos
" hahahahaha selain kau bodoh ternyata kau juga sangat bodoh , pulanglah dan tanyakan itu kepada sekretarismu " jawab Riris sambil menunduk untuk mengambil es krimnya
Karna gerakannya seperti itu , dada Riris mengenai wajah suaminya dan itu membuat sang suami terkejut sekaligus senang .
" Shittt kenapa benda itu semakin besar dan menantang saja , dan sampai kapan aku harus menunggunya " batin Randi
" Ada apa dengan Ryan ?" tanya Riski
" Apa Xander sudah membawanya ?" tanya Riris kembali
" Ya , dan aku bingung kenapa dia di bawa oleh Xander , kenapa bukan aku ?" tanya Riski
" Ada sebuah chip di dalam otaknya , jadi Xander akan membawa dia ke dokter pribadiku untuk mengeluarkan Chip itu " jawab Riris memakan es krimnya , sesekali menyuapi suaminya
" Apa dampak chip itu untuknya ?" tanya Riski
" Chip itu dapat mengontrol emosi nya dan tuan dari chip itu adalah Jeny , maka dari itu aku akan mengeluarkannya " jawab Riris
" Tapi Jeny sudah sekarat sekarang nyet " ucap Riski
__ADS_1