
" Aku tidak ingin pergi sayang , dan aku hanya ingin seperti ini " jawab Randi manja
" Mas berhentilah bersifat seperti ini , karna kau bisa menghancurkan semua rencanaku " ucap Riris kesal
" Biarkan kami yang menyelesaikannya , kau bawa saja bayi besar mu itu pergi , karna aku muak melihat sifat manja nya itu " titah Riski kesal
" Sayang,,,," ucap Randi
Dorr,,,,Dorr,,,,,Dorr,,,,
Satu tembakan tepat mengenai dada Bryan , Jeny , dan Jesy , sehingga mereka bertiga terkapar tidak berdaya , dan tindakan Riris itu membuat mereka semua terkejut.
" *Betapa mengerikannya istri kecil ku ini " batin Randi
" Pantas saja , anak buahku lebih takut kepadamu dari pada kepada kau , jika kau bersifat kejam dan keji seperti ini " batin Riski
" Untung saja boss, sudah memperingatiku untuk tidak mengusik Queen , jika saja aku mengusiknya pasti aku sudah,,,,,," batin Xander tanpa mampu melanjutkan perkataannya
" huuuuu game over " batin Reza dengan menghembuskan nafas leganya
__ADS_1
" Dasar wanita iblis " Batin Richad*
" Sudahlah jangan mengumpatiku di dalam hati kalian , jika kalian tidak ingin ku hancurkan " ucap Riris dingin
Dengan gerakan cepat , Randi mencium bibir istrinya dengan lembut , guna untuk menenangkan amarah wanitanya.
" Za,,, masukkan dia kedalam kandang , agar dia berusaha keluar dari kawasan Lion dengan selamat " titah Riris
"Dan untuk Ryan , bawa dia ke dokter Xander , untuk mengeluarkan cip itu " lanjut Riris
melangkah pergi dengan Randi yang masih memeluknya dari arah belakang .
" Sayang bisa tidak kita ke hotel dulu " tanya Randi dengan tangan yang sudah mulai nakal
" oh astaga,,,, kenapa suamiku ini mesumnya tingkat tinggi " sindir Riris
" kita tidak bisa mas , karna aku masih ingin memberi sepupumu itu pelajaran , agar dia tidak berniat untuk bermain-bermain denganku " lanjut Riris
" Baiklah , tapi bagaimana kau bisa tahu semua itu " tanya Randi sambil melepaskan pelukannya
__ADS_1
" Aku mengetahui nya saat melihat jika tangan baby Rangga masih bergerak , dan aku menyuruh Xander dengan isyarat tangan agar membawa baby Rangga ke dokter pribadiku , dan aku sangat kesal saat kau begitu saja membawaku pulang " jawab Riris
" Dan kenapa kau menembak mereka semua ?" tanya Randi
" Jangan bodoh mas , itu semua belum setimpal dengan kematian ibuku dan dengan semua penderitaan Radit " jawab Riris sedih
Sebelum Randi berkata lagi , sebuah taxi telah menghampiri mereka , didalam taxi Randi tidak melepaskan pelukan tangannya dari pinggang istrinya , bahkan dia meletakkan dagunya dibatas bahu istrinya.
" Kangen " ucap Randi manja dengan sesekali dia mengelus perut rata milik istrinya
" Mas jangan nakal , ini di dalam taxi bukan di dalam mobil " ucap Riris
" Jika ini bukan mobil , jadi apa dong nama nya saya ng ?" goda Randi
" Mas , jangan pura-pura bodoh , karna itu menyebalkan bagiku " jawab Riris berusaha menyingkirkan tangan suaminya dari atas perut rampingnya.
Sedangkan di tempat lain , Alex yang menggendong baby Rangga masih berdiri di depan pintu mension , karna bi Ratna dan beberapa pelayan masih berdiri mematung sehingga menghalangi langkah mereka dengan raut wajah yang terkejut dan bingung.
" kenapa bayi ini mirip sekali dengan tuan muda Rangga , dan kenapa sepupu sekaligus musuh bebuyutan Tuan datang bersama tuan Alex ?" batin bi Ratna
__ADS_1