
" Sebenarnya apa tujuan mu Riris , ingin menikah dengan ku ?" batin Randi
Rembulan malam dan langit yang gelap telah menyapa bumi , semua penghuni mension tengah mempersiapkan makan malam.
Randi menuruni tangga menuju ke meja makan, setelah sampai Randi duduk sambil melamun.
" aku harus menyelidiki gadis itu kembali " batin Randi
" bi dimana istri ku " tanya Randi kepada bi Ratna
" maaf den , nona bilang ingin makan di dalam kamar , soalnya tuan muda kecil sedang tidak enak badan " jawab bi Ratna
" Ada apa dengan Rangga bi ?" tanya Randi khawatir sambil berdiri dari kursinya
" tuan muda kecil sedang tumbuh gigi tuan " jawab bi Ratna
Dengan langkah yang besar , Randi langsung menaiki tangga menuju kamar anaknya, tanpa mengetuk pintu kamar , Randi langsung menerobos ke dalam , dan dia terkejut kala melihat pengasuh + istrinya menggunakan handuk yang hanya selutut karna baru selesai mandi.
Riris terkejut melihat ke arah pintu , dengan rambut yang masih basah dan di tangan kanan masih ada handuk kecil.
" kenapa mas tidak mengetuk pintu ? " tanya Riris sambil berjalan menuju lemari.
__ADS_1
Randi langsung tersadar setelah mendengar pertanyaan istrinya.
" Kenapa kamu tidak mengkunci pintunya ? kalau ada yang masuk selain saya bagaimana ?" tanya Randi datar , sambil membelakangi Riris yang sedang memakai baju.
" Diam lah mas , dede Rangga baru saja tidur . dan kenapa mas kemari ?" tanya Riris lagi sambil menaiki tempat tidur.
" apa saya tidak boleh masuk kekamar istri dan anak saya ? " tanya Randi dengan wajah dinginnya.
" oh ayolah om , jangan bikin saya kesal , kalau tidak ada kepentingan disini , pergilah aku sudah mengantuk " ucap Riris sambil berbaring menghadap baby Rangga .
Tanpa izin Randi langsung naik keatas tempat tidur dan memeluk Riris dari arah belakang.
" diamlah aku ingin melihat kondisi baby Rangga " jawab Randi
" kalau ingin melihatnya , ya dari posisi sebelah sana , bukan dari belakang tubuh saya om " ucap Riris
" aku ingin meminta hak ku " ucap Randi
Dengan wajah yang memerah karna menahan geram , Riris langsung menghempaskan tangan Randi dari tubuhnya .
" om... ingat isi dari perjanjian kita " ucap Riris
__ADS_1
" ya saya masih ingat , tapi kita telah sah secara hukum dan agama" jawab Randi
" om jangan kelewatan " ucap Riris dengan dingin
" jika kamu belum siap , tidak masalah , tapi izinkan saya tidur sambil memeluk mu , saya lelah Ris" jawab Randi lirih.
Diam , tak ada jawaban , Riris langsung naik ketempat tidur dan berbaring menghadap baby Rangga , dengan segera Randi langsung melompat ketempat tidur memeluk Riris dari arah belakang.
15 menit tidak terjadi apa-apa , sehingga Riris dapat merasakan tangan suaminya itu telah merayap kemana mana secara perlahan dengan nakalnya. karna sudah tak tahan lagi , Riris segera berbalik badan menghadap ke arah suaminya itu.
" mas , kondisikan tangan mu itu " ucap Riris kesal
" Diamlah , jangan bergerak terus , nanti baby Rangga bisa terbangun sayang " jawab Randi dengan senyum tipis diwajah nya.
" sayang,,, sayang,,,, palamu peyang " batin Riris dengan wajah yang masam.
na,,,,na,,,na,,,na,,,laa,, bunyi telepon masuk ke HP Riris, karna sulit bergerak , akhirnya Randi mengambil HP yang terus berbunyi di atas meja kecil dekat tempat tidur , dan Randi melihat nama Ryan.
" angkat dan keraskan suaranya " ucap Randi dingin .
setelah mengatakan itu Randi langsung membaring kan Riris menghadapnya dan memeluk tubuh gadis itu dengan erat.
__ADS_1