
Dengan air mata yang berderai, Riris mendongakkan kepalanya menghadap wajah ibunya, sambil berkata.
" maafkan Riris bu , kalau Riris sudah membuat ibu kecewa , dan Riris akan berjanji untuk bahagia di kemudian hari " ucap Riris
Kedua belah pihak keluarga sudah bersiap siap untuk acara lamarannya , 30 menit kemudian Randi dan Alex datang untuk melamar Riris. Ibu Riris memberikan sambutan hangat kepada calon menantunya itu.
" silahkan masuk nak," ucap ibu Riris
" terima kasih bu " jawab Randi dengan sopannya.
Ibu Riris tersenyum melihat tingkah calon menantunya itu , dan setelah masuk kedalam rumah tiba-tiba hawa dingin sangat terasa di dalam , karna Riris dan Randi mengeluarkan aura yang sangat sangat dingin , dengan tatapan yang tajam Randi duduk tepat di depan Riris yang sedang duduk dengan wajah dingin dan mata yang tajam.
semua orang yang berada di ruangan sangatlah bingung karna calon pengantin itu mengeluarkan aura yang dingin bukan aura yang bahagia.
" bu, paman, bibi, perkenalkan nama saya Randi Pratama, niat saya berada disini untuk melamar anak ibu yang bernama Riris Victoriya, apakah ibu, paman, dan ibu menyetujuinya" tanya Randi dengan sopan.
"ibu menerima lamaran mu nak , karna lamaran ini Ririslah yang memintanya." jawab ibu Riris.
__ADS_1
Semua orang yang berada dalam ruangan tersebut tersenyum senang terkecuali Riris dan Randi.
Setelah acara lamaran selesai mereka menentukan tanggal pernikahan nya , yang sudah disetujui pernikan nya di langsanakan dalam tiga hari ke depan.
Riris mengajak Randi ke halaman belakang , untuk membicarakan nikah kontrak mereka. Sesampainya di halaman belakang , Riris langsung saja mengutarakan isi hatinya.
" om , aku punya peraturan dalam nikah kontrak ini, apakah om setuju" tanya Riris dengan santai
" Apa,,,, kamu memanggil aku apa ???" tanya Randi dengan wajah bingung dan terkejutnya.
" apa om sudah lupa dengan umur dan status om ??" ucap Riris
" ok,,,ok,,, santui dong om , ups salah lagi :).... santai sayang" ucap Riris dengan wajah tersenyum mengejek.
" apa syarat yang kau inginkan " tanya Randi
" setelah kita menikah , aku tidak ingin kau menghalangi ku untuk melakukan hal-hal yang kusukai " ucap Riris
__ADS_1
" hanya itu saja , kalau itu mudah " jawab Randi
" dan satu lagi , izinkan aku untuk mengasuh anak bibi ku lagi , dan kamu tenang saja aku tidak akan lalai dalam tugas ku untuk menjaga dan merawat anak mu" lanjut Riris
" oke , kalau begitu besok pagi datanglah kerumahku , untuk bertemu Rangga anakku" ucap Randi .
" Deal" jawab Riris
...Setelah perbincangan mereka selesai , Riris dan...
Randi kembali keruang tengah , karna Randi akan kembali lagi ke perusahaannya.
" bu saya pamit dulu, karna saya masih memiliki meeting di perusahaan , dan mengenai pernikahan nya saya akan memberi kabar lewat Riris saja" pamit Randi dengan sopan.
" pergilah nak, tanggung jawab mu sangat besar di perusahaan " jawab ibu Riris dengan wajah tersenyum.
Setelah Randi berpamitan dan pergi , Riris segera berganti pakaian nya , karna dia akan bertemu dengan sahabatnya.
__ADS_1
Di sebuah cafe yang benuansa modren seorang laki-laki tampan sedang duduk dengan santainya yang ditemani dengan semangkuk eskrim rasa vanila, dia tak lain adalah Rizki Anggara sahabat sekaligus kaki tangan Riris di dunia permafiaan.