
📱" ada apa ?" tanya Riris datar
📱" kenapa beb, kok kesal ??? siapa yang sudah membuatmu kesal bebebku sayang " jawab Ryan
📱" tidak usah basa-basi , katakan ada apa RYAN " ucap Riris
📱" tidak ada , hanya kangen aja " jawab Ryan dengan santainya.
Sebelum Riris menjawabnya Randi segera melahap bibir ranum gadis itu. Dengan paksa dan dorongan kuat Riris melepaskan ciuman mereka.
" Mas jangan buat kesabaran ku habis " ucap Riris setengah berbisik
" Minggir mas , ada yang perlu ingin kami bicarakan " lanjut Riris
Randi tidak mengubris apa yang di katakan oleh istrinya , bahkan dia tidak peduli sama sekali, dengan wajah yang kesal , Riris membiarkan apa yang ingin Randi lakukang padanya.
📱" katakan langsung RYAN " ucap Riris
📱" Apakah anak buah yang mengontrol di perbatasan kota X ?" tanya Ryan di sebrang telepon
Dengan cepat Riris mengecilkan suara teleponnya.
" Mas, jika tidak ingin minggir , jangan dengarkan apa pembicarakan kami " ucap Riris berbisik
Randi hanya diam saja , tapi tangan dan bibirnya tidaklah diam, dia asyik dengan aktivitas barunya.
📱" Ryan, dengarkan aku sesuai dengan isi perjanjian kita, bahwa tidak boleh barang haram, lewat dari wilayahku , jika kau melanggarnya maka jangan salahkan aku " ucap Riris dingin
📱" ooo ayolah beb, untung nya bisa kita bagi dua nanti " jawab Ryan
__ADS_1
📱" Tidak " ucap Riris dingin
📱" jika kau tidak memperbolehkan aku dengan cara halus , maka jangan salahkan aku jika berbuat kasar " ucap Ryan datar
📱" RYAN , jangan keterlaluan kau " jawab Riris geram
ahh,,ahh,,ahh
" Mas , apa yang kau lakukan ? " tanya Riris
" matikan telepon nya atau aku akan melewati batasku " jawab Randi sambil menyusu dan menciumi leher jenjang milik Riris
Dengan cepat Riris mematikan sambungan teleponnya.
" mas, lepaskan aku " ucap Riris
" tapi aku ingin makan mas " ucap Riris
" tunggu sampai aku tidur dulu " jawab Randi
" oh astaga , aku bisa mati jika menunggu " ucap Riris
Randi tidak peduli, dia hanya melanjutkan aktivitasnya di bukit kenyal Riris sambil menutup mata dan memeluk erat tubuh gadis itu .
Riris tidak peduli karna di kepala nya hanya memikirkan , bagaimana dia bisa keluar mension malam ini , untuk menyelesaikan urusan nya dengan Ryan.
satu jam Riris memikirkan nya , dan dia melihat bahwa suaminya telah tertidur dengan menyusu di bukit kenyalnya, segera dia melepaskan dengan pelan dan bergerak turun secara perlahan.
📱" Rere dimana kau sekarang " tanya Riris di dalam telepon
__ADS_1
📱" Aku lagi di sirkuit Ris , lagi taruhan balapan " jawab Rere
📱" Kiki dimana ? kenapa dia tidak angkat teleponku ? " tanya Riris dingin
📱" Aku tidak tau , sudahlah aku mau balapan " jawab Rere , dengan mematikan sambungan teleponnya.
"Oh ****,,,, dimana bocah itu " umpat Riris
15 menit Riris terus mencoba menghubungi kiki, dengan wajah yang geram dan kesal , akhirnya sahabat nya itu mengangkat teleponnya juga.
📱" Dari mana saja kau nyet " tanya Riris dingin
📱" nyat,,, nyet,,, emang gua monyet " jawab Riski
📱" ki , sudah lah jangan becanda dulu !" ucap Riris
" siapa yang mengontrol di perbatasan kota X "
lanjut Riris
📱" kalau gak salah thomas , yang sedang mengontrol di daerah itu , ada apa ? apa kau ingin kesana ?" tanya Riski
📱" Tidak , perintahkan dia agar waspada terhadap anak buah Ryan , karna mereka akan melewati wilayah kita dengan membawa barang sialan itu" jawab Riris geram
📱" kenapa aku tidak tau ?" tanya Riski
📱" jawabannya ya karna kamu hanya bocah yang bodoh " jawab Riris dingin
📱" ok,,,ok,,, jangan marah, segera aku akan kesana untuk menangani nya langsung " ucap Riski.
__ADS_1