
Ardi terburu-buru pergi ke kantornya karna dia sudah tidak sabar untuk bertanya kepada sekretarisnya itu , setelah sampai di depan ruangannya , dia tidak melihat keberadaan sekretarisnya .
Dia melihat pergelangan tangannya , jam sudah menunjukkan waktu masuk kantor sebentar lagi akan habis , namun sekretarisnya itu belum muncul juga.
" Kenapa bos berdiri disini ??? kenapa tidak masuk ?" tanya Mery yang muncul tiba-tiba
" Kau darimana saja ?" tanya Ardi
" Saya dari toilet boss " jawab Mary
Ardi membuka ruangannya dan dia menyuruh Mary untuk mengikutinya masuk kedalam , dan Mary hanya menurut saja.
" Apa kau mengenal wanita yang bernama Riris Victoriya ?" tanya Ardi
" Apakah yang ini wajah nya boss ?" tanya Mary memperlihatkan ponselnya yang sudah tertera wajah seorang wanita cantik
" iya ,,,, kenapa kau bisa menyimpannya ?" tanya Ardi
__ADS_1
" Queen , aku berhutang nyawa pada nya boss " jawab Mary
" Dulu aku bukan siapa-siapa , dan bahkan dulu aku pernah di jual di acara perlelangan , namun dengan kebaikan hati sang Queen dia membeliku dengan harga yang pantastis , dan dia merawat ku dengan baik, namun karna dia tidak terlalu terlibat dalam dunia bawah tanah , jadi Queen menyerahkanku kepada sahabatnya Rere " jelas Mary
" siapa Rere ?" tanya Ardi
" Rere adalah penanggung jawab di bagian negosiasi dalam perdangan di dunia hitam boss , namun dia juga seorang sekretaris di sebuah perusahan yang bergerak di bidang tekhnologi " jawab Mary
" Jadi apa pengaruhnya Riris untuk ku " tanya Ardi
" Jika boss ingin mengusik Queen , maka bersiaplah kehancuran boss sudah di depan mata , Queen tidak akan membunuhmu boss karna boss adalah sepupu tuan Randi " ucap Mary santai
" Drak Devil's ,,,,, gengster boss tidak akan bisa menyerang Queen, karna ini masih wilayahnya " jawab Mary santai sambil melangkah pergi untuk keluar dari ruangan boss nya
" Apa sebegitu menakkutkannya kakak ipar ku itu , tapi jika menakutkan apakah dia sudah jinak sama kak Randi ?" batin Ardi setelah melihat kepergian sekretarisnya itu
****
__ADS_1
Di sebuah kamar yang di dominasi oleh kamar anak-anak seorang remaja yang beranjak dewasa masih betah dengan tidur panjangnya , namun di tidurnya itu dia bermimpi kalau sedang melihat ibunya pergi jauh dan meninggalkan sang kakak perempuan sendirian dengan kondisi sangat terpuruk dan sangat sedih.
Radit melangkahkan kakinya untuk memeluk sang kakak agar tetap kuat , namun kakak nya tidak berkata apapun , sehingga Radit berdiri dan berlari guna untuk mengejar langkah ibunya .
" Ibu,,,, tunggu bu ,,,,, Radit ingin bicara " teriak Radit terus berlari
" Ibu,,,,,," teriak Radit lagi
Ibunya berhenti,,,, dan dia berbalik untuk melihat wajah anaknya itu , namun dia juga menangis melihat wajah lelah sang anak.
" Ibu kenapa ibu pergi begitu saja ??? kasihan kakak bu !!" ucap Radit setelah mampu menghampiri ibunya dengan dekat
" Jagalah kakakmu nak , sebab seberapa kuatpun dia , dia tetap mempunyai titik rapuh dalam hidupnya , jadi pergilah temui kakak mu dan mulai sekarang bersikap dewasalah nak , karna ibu akan menitipkan kakak mu di tanganmu " ucap Ibunya sedih
" Tapi bagaimana aku bisa menjaga kakak bu,,,, jika aku saja tidak sekuat dia bu ?" tanya Radit sendu
" Peluk dia ketika dia merasa sedih atau rapuh akan hidupnya , hapus air mata nya jika dia menangis , dan tertawa bahagialah di sampingnya nak " jawab ibunya sambil melangkah pergi lagi
__ADS_1
Radit yang melihat itu hanya mampu menangis dan ibunya pun terus melangkah menjauh darinya dan kakaknya.