
Riris yang sudah selesai mandi segera keluar , dia melihat suaminya sedang menelpon dengan seseorang menggunakan ponselnya , dan itu membuat dia penasaran.
" Siapa Mas ?" tanya Riris sambil berjalan menuju ruang ganti
Xander yang mendengar suara Queen nya di sebrang sana cukup senang dibuatnya , karna dia bisa dengan mudah mengutarakan maksudnya .
" Anak buahmu yang sifatnya aneh " jawab Randi sambil menyusul istrinya ke ruang ganti
" Siapa ??? seingat ku anak buahku pada waras deh " ucap Riris ingin memakai pakaian yang bisa menutupi bagian atasnya
Namun gerakannya di hentikan oleh suaminya dengan cara menarik langsung tangan istrinya , sehingga dia terjatuh tepat di pangkuan suami mesum nya itu.
" Kau bicara saja " jawab Randi dengan menyerahkan ponsel istrinya , sedangkan dia malah asyik bermain-main di bagian atas milik istrinya , tempat favoritnya yang bisa membuat dia candu.
📲 " Ada apa Xander " tanya Riris
📲 " Queen,,,, nona Ambrella sudah bergerak gelisah sejak sedari tadi , dia membutuhkan obat itu,,,, namun obat untuknya belum sempat di racik ,,,, dan kebutuhan biologis yang diinginkannya kami belum menyediakan lelakinya " jelas Xander
📲 " Teruss kau ingin apa ?" tanya Riris
__ADS_1
📲 " Bagaimana jika saya membantunya Queen " tanya Xander hati-hati
📲 " Boleh saja , tapi jangan sampai menyakitinya " jawab Riris
Sebelum Xander menjawabnya Randi sudah merebut ponsel milik istrinya dan dia mematikannya secara sepihak .
" Sayang satu ronde di kamar mandi boleh ?" tanya Randi dengan senyum manisnya
" Jangan ingkar janji mas , aku ingin melihat Rangga dan Radit " jawab Riris kesal
" Tapi Randi junior membutuhkan mu sayang " bujuk Randi
" Dan kau lupa sayangku , jika kau adalah istri kecil ku " jawab Randi kesal , kemudian dia mengigit gemas leher jenjang istrinya , bukti dari kekesalannya
" Jika mas ingin satu ronde lagi , boleh kok , boleh bangat malah " ucap Riris dengan senyum manisnya
Randi yang mendengar itu tersenyum manis yang dapat mengalahkan gula akibat kemanisan senyumnya , namun itu tidak bertahan lama karna istrinya mengeluarkan ancaman yang tidak dapat di pungkiri jika dia takut akan hal itu.
" maka nanti malam dan satu minggu ke depan mas tidak akan aku kasih jatah lagi " ancam Riris sambil berdiri untuk memakai kan pakaian lengkapnya
__ADS_1
Randi hanya mampu diam , namun dalam waktu sekejap dia berdiri dan berjalan ke arah kamar mandi dengan wajah yang ditekuk . Melihat itu Riris hanya mampu terkekeh gemas .
" Honey kemarilah " ucap Riris
Randi langsung berbalik dengan senyum manisnya , dia senang saat mendengar panggilan baru dari sang istri.
CUP,,,, Riris memberikan sebuah kecupan yang lama di bibir suaminya itu.
" Maafkan aku mas,,, bukannya aku tidak mau melayanimu , tapi aku harus memeriksa keadaan baby Rangga dulu , mungkin sore ini obatnya akan habis " jelas Riris
" Iya sayang,,, mas tidak apa-apa,,,, pergilah turun duluan , nanti mas akan menyusul " jawab Randi dengan mengecup kening istrinya
Setelah itu Randi masuk kedalam kamar mandi dengan wajah yang tersenyum , sedangkan Riris mengambilkan pakaian ganti suaminya dan meletakkan nya di atas ranjang , kemudian dia turun ke lantai bawah .
" *Aku tidak salah saat memilih pengasuh Rangga , selain jadi pengasuhnya dia juga bisa menjalankan tugas nya sebagai istri dengan baik " batin Randi
" Terimah kasih istri kecil ku , sudah mau mengajukan syarat konyol mu itu ,,,,, dengan itu aku bisa mengikatmu untuk berada disisiku selamanya " batin Randi lagi
" Dan nanti aku akan merobek surat perjanjian itu " lanjut Randi dalam hati*
__ADS_1
Randi melaksanakan mandinya dengan wajah yang di khiasi senyum manisnya.