
" Jika kau ingin menolongnya pergilah !!!! dan setelah itu kau yang menggantikannya " jawab Riris dingin
" Dasar gila " umpat Riski melangkah pergi
Dorrr,,,,, suara tembakan sebelum Riski berhasil membuka pintu.
" Dasar wanita gila " teriak Riski
" Hahahahaha santai dong , gila-gila gini tetap kau suka kan " jawab Riris sambil berteriak yang masih di khiasi dengan tawanya
Namun Riris tidak bisa melanjutkan tawanya , sebab bibir ranumnya sudah di bungkam oleh ciuman rakus suaminya dan itu membuat semua orang terkejut.
" Di,,,, Lu pulang aja dan tanyakan semua rasa penasaranmu itu kepada sekretarismu " titah Alex
" Baiklah aku akan pergi , karna lama-lama disini bisa membuatku gondok + pusing tujuh keliling " jawab Ardi
" Siapa yang menyuruh mu berkeliling ?" tanya Alex polos
Mendengar itu , Ardi segera berdiri dan melangkah pergi , dia tidak sanggup lagi menghadapi ke bodohan semua orang yang berada di sana . Sedangkan Alex juga segera berdiri dan ingin berpamitan , namun saat dia melihat aksi tuannya yang sudah mulai tidak tahan akan godaan dunia itu , dia mengurungkan niatnya dan langsung melangkah pergi.
__ADS_1
" Mas kita lanjut di kamar saja " bisik Riris
" Gak mau " jawab Randi manja sambil menenggelamkan kepalanya di ceruk leher istrinya
" Tapi kita di ruang tamu , dan aku ingin menemui bi Ratna dan baby Rangga mas " bujuk Riris
" hmmm" jawab Randi cemberut
" oh astaga,,,, hanya sebentar mas , pergilah ke kamar nanti aku akan menyusul " ucap Riris
Randi menurut dan dia pergi menuju ke lantai atas , sedangkan Riris segera mencari Bi Ratna.
" Bi tolong jaga Rangga , dan berikan obat ini untuknya karna dia masih butuh pemulihan dan pemantauan extra " ucap Riris setelah menemui bi Ratna di kamar tamu yang sedang menidurkan anaknya dan dia memberikan cairan di botol kecil.
Riris melangkah ke arah anak sambungnya itu , dan mencium keningnya untuk sesaat , dan setelah dia keluar dari kamar itu , Riris segera melangkahkan kakinya ke kamar sang adik yang sedang di rawat.
" Bukalah matamu dek, karna semua nya sudah kakak selesaikan " bisik Riris di telinga adiknya
" Kakak tahu kalau kau bisa mendengarkan semua yang kakak katakan , jadi kakak mohon bukalah matamu " lanjutnya lagi
__ADS_1
Riris duduk di samping adiknya sambil membersihkan tangan dan wajah adiknya dengan kain yang sudah di basahkan , sedangkan di kamar sebelah Randi uring-uringan sendiri karna sedari tadi istrinya tak kunjung datang juga .
" Kemana sih dia " ucap Randi kesal
" Kalau dalam hitungan lima dia belum datang , maka aku akan menghukumnya sampai besok " lanjut Randi
Sudah hampir lima belas menit istrinya belum datang dan dia berniat untuk mencari istrinya , namun sebelum dia membuka pintu istrinya sudah muncul di balik pintu.
" Kemana saja ?" tanya Randi datar
" Jangan ngambek mas , karna aku harus mengurus yang lainnya juga " jawab Riris sambil menutup pintu
Randi memeluk istrinya dari belakang dan menaruh dagunya di bahu sang istri.
" Tapi aku masih membutuhkan mu" ucap Randi cemberut
" Kan hanya sebentar mas , dan itu juga aku masih di mension ini " jawab Riris sambil membalikkan tubuhnya
" Apa Radit sudah membaik ?? dan Rangga akan baik-baik saja kan ?" tanya Randi
__ADS_1
" Semua nya akan baik-baik saja mas " jawab Riris
Setelah mendengar jawaban istrinya , Randi segera melanjutkan aksinya yang tertunda tadi , dia mencium istrinya dengan lembut namun kelamaan berubah menjadi sebuah tuntutan , dan mereka berakhir di atas ranjang yang empuk , dengan suara ******* dan erangan ke nikmatan yang menemani malam mereka.