
" Apa yang ingin kau tanya kan sayang ?" tanya Randi setelah mereka menyelaesaikan acara makan nya
" Sebentar aku melihat keadaan Radit dulu " jawab Riris
Setelah Riris melihat keadaan adiknya , dan dia sempat bertanya kepada suster yang menjaga di ruangan itu , dia sangat senang , sebab keadaan adiknya sangat berkembang dengan baik.
Riris mencari keberadaan suaminya , setelah dia berkeliling dia melihat jika suaminya sedang duduk di bangku halaman belakang mension mereka , dan dia menghampirinya.
" Mas " panggil Riris seraya duduk di samping suaminya
" Kenapa ?" tanya Randi melihat ke samping yang menampilkan wajah istrinya yang sedang tegang
" Apa mas akan mencampakkan ku setalah mas tau jika aku sudah tidak virgin lagi " tanya Riris dengan sendu
" haaa ???" tanya Randi bingung
" Apa maksudnya tidak virgin , jelas-jelas semalam dia masih virgin !!! apa segitu nikmatnya sehingga dia melupakan rasa sakit yang dialaminya saat aku mengambil keperawanannya " Batin Randi bingung
__ADS_1
" Mas izinkan aku mengandung dan mengasuh anak mu nanti sampai dia berumur lima tahun , dan aku tidak akan bilang jika aku mommy nya , jadi jangan mencampakkan ku sekarang , aku mohon mas agar aku tenang dengan rasa bersalah ku kepada Rangga " ucap Riris panjang lebar
" Jadi kau ingin punya anak dari ku hanya menebus rasa bersalah mu itu " tanya Randi kesal
" Bukan seperti itu mas , aku hanya kurang yakin dengan rasa di hati ku ini " jawab Riris sendu
" Sudahlah jangan bahas itu lagi , kita akan memulainya dari awal , jadi bukalah hatimu untuk mencintaiku sepenuhnya " ucap Randi
" Dan untuk masalah pertanyaan mu tadi , apa sangat nikmat percintaan kita semalam , sehingga kau lupa dengan rasa sakit yang kau rasakan saat aku mengambil keperawananmu itu " lanjut Randi dengan tatapan nakalnya dan sedikit menggoda istrinya
" Jadi maksud mas aku masih virgin ?" tanya Riris sedikit terkejut
" yang mana yang betul mas " tanya Riris penasaran
" tidak untuk sekarang lagi sayang , tapi semalam kau masih virgin sayang " jawab Randi gemas saat melihat raut wajah istrinya
" Jadi apa yang terjadi pada ku , saat perayaan perpisahan kelulusan itu , aku akan mencari Denis dan bertanya kepadanya sebelum aku membunuhnya " Batin Riris
__ADS_1
Saat Riris mengingat nama Denis , pandangannya memperlihatkan dendam yang sangat kuat , dan Randi menyadari itu.
" Apa kau jadi menemui teman mu itu ?" tanya Randi
" Mas jika aku mencari Denis , apa kau mengizinkan ku untuk membalasnya dan kau tidak boleh ikut campur " tanya Riris
" Tidak Riris , aku tidak mengizinkannya , jika kau ingin mencari dan membalasnya maka aku harus ikut campur " ucap Randi tegas
" Kau tau kan jika dia terobsesi kepadamu , aku tidak rela jika dia menyentuhmu , dan aku tidak biarkan kau pergi dari sisiku " lanjut Randi
" Tapi mas , jika kau ikut campur , itu hanya membuat beban untuk anak buah ku " ucap Riris
" Jadi kau meremehkan aku , dan menganggapku beban " tanya Randi emosi
Tanpa menunggu jawaban istrinya , Randi segera pergi menuju kamar mereka karna dia marah dan kesal kepada sifat keras kepala istrinya.
" Aku hanya takut jika kau terluka mas , sebab hati ini sudah mulai nyaman dengan mu , jika kau tidak ikut campur itu akan mempermudah semuanya " Batin Riris saat melihat kepergian suaminya.
__ADS_1
Dan tak menunggu waktu lama , Riris sudah masuk ke kamar mereka dan melihat suaminya sedang merejuk kepadanya .