Pengasuh Anakku Adalah Istri Kecilku

Pengasuh Anakku Adalah Istri Kecilku
# 86


__ADS_3

" Apa yang dikatakan Queen ?" tanya Reza


" Apa boss tidak dengar , jika Queen memperbolehkannya , tapi dengan satu syarat " jawab Xander dengan senyum jahilnya


" Apa ?" tanya Reza penasaran


" Selamat pergi boss,,,, dan selamat menikmati untuk diriku sendiri " jawab Xander tersenyum puas , dia melangkah menuju wanita cantik yang bergerak gelisah itu , dan membawanya pergi dari ruangan tersebut.


" Dasar bajingan kau,,,, Xander kembali kau sekarang brengsek " teriak Reza sambil mengumpat


" Menyesal aku bertanya pada bajingan itu , tapi apa syarat yang dikatakan Queen ya ?" tanya Reza pada dirinya sendiri


Reza dan Xander pergi ke tujuan masing-masing , Xander dan Amberalla pergi ke kamar hotel untuk menuntaskan hasrat mereka , sedangkan Reza pergi mengurus segala keperluan Ryan agar bisa di bawa pulang ke mension Queennya.


Sedangkan Denis masih dalam masa perawatan dan pengawasan yang ketat , sebab obat yang selama ini yang di konsumsinya adalah obat yang berkadar dosis tinggi , sehingga membuatnya lama dalam mengobati.


******


Disebuah mension yang mewah namun di dominasi dengan warna hitam dan abu-abu , semua orang yang berjumlah kurang lebih seratus , sedang melakukan aktivitas nya masing-masing , tapi tidak dengan seorang wanita yang cantik dengan tubuh propesionalnya.


Saat dia memasuki kamar pribadinya , dia dibuat terkejut sekaligus kesal bercampur geram.

__ADS_1


" Woiiiii,,,,,, bangun kau brengsek !!!!! siapa yang memberimu izin masuk kesini " Teriak Rere


Seorang pria yang tertidur di ranjang milik Rere pun terbangun karna mendengar teriakan wanita itu , dia bangun dengan segala umpatannya.


" Dasar wanita murahan , berani sekali kau meneriakiku , apa kau tidak tahu siapa aku " umpat Mickel sambil duduk di ranjang


" Kau kenapa kau disini???" tanya mereka berdua bersamaan


Mata mereka sambil bertemu dengan tatapan terkejut , namun itu tidak bertahan lama karna pandangan itu berubah dengan rasa kesal yang bisa mengandung dendam.


" Dan apa tadi kau bilang ??? wanita murahan ??? hahahahahaha came on brengsek,,,,, apa kau tidak tahu kau sedang berada dimana " ucap Rere dengan tawa iblisnya


" Hahahahahahaha dasar pria sombong , mungkin sedikit hukuman untukmu itu sangat menyenangkan " ucap Rere lagi yang masih dengan tawa iblisnya


Mickel berniat untuk keluar kamar tersebut , namun sebelum tangannya mengapai knop pintu suara tembakan terdengar jelas di pendengarnya , ya Rere hampir menembak tangannya dengan timah panas itu.


" Kau sudah salah memilih lawan brengsekk , jadi nikmatilah malam , pagi , siang , panas mu disini " ucap Rere dengan tatapan tajamnya


" Dan ini hukuman dari Queen , karna mungkin kau sudah mengusiknya , dan hukuman dari ku akan menyusul setelah kau menyelesaikan hukuman dengan Queen baby " lanjut Rere sambil menepuk pelan wajah pria itu


" Siapa kau ?" tanya Mickel

__ADS_1


" Aku ???? kau tidak perlu tahu " jawab Rere sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang


📲 " Aku ingin kau kirim kamar pribadiku tiga wanita yang sudah hyper " titah Rere setelah sambungan telepon tersambung


📲 " Dilaksanakan boss " jawab Seseorang itu


Rere mematikan sambungan telepon , dan dia beralih menatap Mickel dengan tatapan membunuhnya , namun sedetik kemudian dia tersenyum misterius dan melangkahkan kakinya menuju pintu .


" Kau sangat tampan , jadi sayang jika melewatkan tontonan gratis yang kau mainkan " ucap Rere dengan senyum anehnya


" Apa maksudmu ?" teriak Mickel


" Diamlah, kenapa kau ribut sekali ??? dan ingat disini bukan wilayah mu baby " jawab Rere melangkah pergi dari kamarnya


" Aktifkan CCTV yang dikamarku setelah wanita-wanita itu datang kemari " titah Rere kepada anak buah yang sedang berjaga di luar kamarnya


Rere melangkah menuruni anak tangga , dia kesal kepada Queennya yang sembarangan mengirim pria sombong itu ke dalam pribadinya. Sedangkan Mickel yang berada dalam kamar tersebut hanya bisa mengumpati kebodohannya .


Tok,,,Tok,,,Tok,,,,


" Tidak mungkin para ****** itu sudah datang " Batin Mickel kesal

__ADS_1


__ADS_2