
" Apa yang dikatakan Queen ?" tanya Reza
" Apa boss tidak dengar , jika Queen memperbolehkannya , tapi dengan satu syarat " jawab Xander dengan senyum jahilnya
" Apa ?" tanya Reza penasaran
" Selamat pergi boss,,,, dan selamat menikmati untuk diriku sendiri " jawab Xander tersenyum puas , dia melangkah menuju wanita cantik yang bergerak gelisah itu , dan membawanya pergi dari ruangan tersebut.
" Dasar bajingan kau,,,, Xander kembali kau sekarang brengsek " teriak Reza sambil mengumpat
" Menyesal aku bertanya pada bajingan itu , tapi apa syarat yang dikatakan Queen ya ?" tanya Reza pada dirinya sendiri
Reza dan Xander pergi ke tujuan masing-masing , Xander dan Amberalla pergi ke kamar hotel untuk menuntaskan hasrat mereka , sedangkan Reza pergi mengurus segala keperluan Ryan agar bisa di bawa pulang ke mension Queennya.
Sedangkan Denis masih dalam masa perawatan dan pengawasan yang ketat , sebab obat yang selama ini yang di konsumsinya adalah obat yang berkadar dosis tinggi , sehingga membuatnya lama dalam mengobati.
******
Disebuah mension yang mewah namun di dominasi dengan warna hitam dan abu-abu , semua orang yang berjumlah kurang lebih seratus , sedang melakukan aktivitas nya masing-masing , tapi tidak dengan seorang wanita yang cantik dengan tubuh propesionalnya.
Saat dia memasuki kamar pribadinya , dia dibuat terkejut sekaligus kesal bercampur geram.
__ADS_1
" Woiiiii,,,,,, bangun kau brengsek !!!!! siapa yang memberimu izin masuk kesini " Teriak Rere
Seorang pria yang tertidur di ranjang milik Rere pun terbangun karna mendengar teriakan wanita itu , dia bangun dengan segala umpatannya.
" Dasar wanita murahan , berani sekali kau meneriakiku , apa kau tidak tahu siapa aku " umpat Mickel sambil duduk di ranjang
" Kau kenapa kau disini???" tanya mereka berdua bersamaan
Mata mereka sambil bertemu dengan tatapan terkejut , namun itu tidak bertahan lama karna pandangan itu berubah dengan rasa kesal yang bisa mengandung dendam.
" Dan apa tadi kau bilang ??? wanita murahan ??? hahahahahaha came on brengsek,,,,, apa kau tidak tahu kau sedang berada dimana " ucap Rere dengan tawa iblisnya
" Hahahahahahaha dasar pria sombong , mungkin sedikit hukuman untukmu itu sangat menyenangkan " ucap Rere lagi yang masih dengan tawa iblisnya
Mickel berniat untuk keluar kamar tersebut , namun sebelum tangannya mengapai knop pintu suara tembakan terdengar jelas di pendengarnya , ya Rere hampir menembak tangannya dengan timah panas itu.
" Kau sudah salah memilih lawan brengsekk , jadi nikmatilah malam , pagi , siang , panas mu disini " ucap Rere dengan tatapan tajamnya
" Dan ini hukuman dari Queen , karna mungkin kau sudah mengusiknya , dan hukuman dari ku akan menyusul setelah kau menyelesaikan hukuman dengan Queen baby " lanjut Rere sambil menepuk pelan wajah pria itu
" Siapa kau ?" tanya Mickel
__ADS_1
" Aku ???? kau tidak perlu tahu " jawab Rere sambil mengeluarkan ponselnya dan menghubungi seseorang
📲 " Aku ingin kau kirim kamar pribadiku tiga wanita yang sudah hyper " titah Rere setelah sambungan telepon tersambung
📲 " Dilaksanakan boss " jawab Seseorang itu
Rere mematikan sambungan telepon , dan dia beralih menatap Mickel dengan tatapan membunuhnya , namun sedetik kemudian dia tersenyum misterius dan melangkahkan kakinya menuju pintu .
" Kau sangat tampan , jadi sayang jika melewatkan tontonan gratis yang kau mainkan " ucap Rere dengan senyum anehnya
" Apa maksudmu ?" teriak Mickel
" Diamlah, kenapa kau ribut sekali ??? dan ingat disini bukan wilayah mu baby " jawab Rere melangkah pergi dari kamarnya
" Aktifkan CCTV yang dikamarku setelah wanita-wanita itu datang kemari " titah Rere kepada anak buah yang sedang berjaga di luar kamarnya
Rere melangkah menuruni anak tangga , dia kesal kepada Queennya yang sembarangan mengirim pria sombong itu ke dalam pribadinya. Sedangkan Mickel yang berada dalam kamar tersebut hanya bisa mengumpati kebodohannya .
Tok,,,Tok,,,Tok,,,,
" Tidak mungkin para ****** itu sudah datang " Batin Mickel kesal
__ADS_1