
Sudah tiga bulan berlalu sejak insiden itu , namun Riris masih di hantui dengan rasa bersalah nya . Selama tiga bulan ini juga dia hanya mengurung dirinya di kamar saat suaminya dirumah sedangkan saat Randi pergi ke kantor , Riris akan pergi ke kamar tidur baby Rangga dulu hanya untuk meminta maaf kepada anak sambungnya dan kepada ibunya yang sudah pergi duluan.
Sedangkan Randi hanya mampu memaksa Riris untuk makan , bukan Randi tidak bersedih atas kepergian anaknya , namun dia lebih terpukul saat melihat wanita yang di cintai nya merasa bersalah seperti ini , sudah berapa kali Randi mengatakan kalau itu semua adalah takdir yang sudah di atur oleh Tuhan , jadi kita semua tidak dapat memprediksinya.
Sedangkan semua anak buah Riski dan Ryan sedang mencari dimana keberadaan Denis , namun mereka tidak mengetahuinya meskipun mereka mencari ke seluruh kota dalam negeri mereka , dan Reza juga tidak dapat menemukan keberadaan Denis di luar negeri.
" Alex , kunci kamar Rangga dan bilang kepada seluruh pelayan agar tidak ada yang boleh masuk kedalam , termasuk juga Riris " titah Randi
Randi hanya bisa mengawasi pergerekan istrinya lewat CCTV saja , dan betapa tersiksanya dia saat melihat wajah yang ceria itu berubah menjadi lesu dan menyedihkan.
" Dan pergilah ke rumah sakit untuk memindahkan Radit ke mension , biar kan Riris yang merawatnya agar merasa bersalahnya dapat berkurang " ucap Randi
" Maafkan saya bos , yang sudah lalai dalam tugas " jawab Alex dengan kepala tertunduk
" Sudahlah , semua itu sudah menjadi takdir " ucap Randi
__ADS_1
Ya Radit di buat celaka sampai koma oleh anak buah Denis dan memasukkan nya dalam sebuah kardus , setelah itu mereka mengirim nya dengan cara salah satu anak buah Denis menjadi penyusup ke geng Ryan.
Tok,,,Tok,,,Tok,,,
Terdengar pintu yang diketuk dari luar setelah Alex pergi dari ruangan itu.
" Masuk " titah Randi
" kenapa kalian kesini ?" tanya Randi bingung setelah melihat orang yang masuk
" Apa dia sudah makan ?" tanya Ryan
" Berhentilah mengkhawatirkannya , dia itu istri ku , jadi aku akan menjaganya " jawab Randi kesal
" Aku akan ke mensionmu setelah ini , jadi jangan halangi kami " ucap Riski
__ADS_1
" Jika kalian mau kesana , maka aku akan ikut , aku tidak rela jika istri ku kalian peluk " jawab Randi dingin
" Astaga , Randi kau jangan keterlaluan , Riris itu sedang syok , lagi pula kami sudah berjanji kepada diri sendiri , kalau kami tidak akan merebutnya darimu selama dia bahagia" ucap Ryan tak kalah dingin dari Randi
" Baiklah , ayo kita pergi sekarang " ajak Randi sambil berdiri
Mereka bertiga pergi keluar dari perusahaan menuju ke mension Randi dengan menaiki mobil Randi karna jika mengenderai kenderaan masing-masing itu hanya menambah macet di jalan.
" Siang Den " sapa Bi Ratna saat membukakan pintu
" Dimana Riris bi ? " tanya Randi
" Nyonya masih berada dalam kamar tuan muda , seperti biasa Den" jawab Bi Ratna
" Baiklah , saya mau ke atas bi , siapkan makan siang Riris dan antar ke kamar Rangga " ucap Randi
__ADS_1
Mereka bertiga segera menaiki anak tangga , dan betapa terkejutnya Riski dan Ryan saat pintu kamar terbuka , mereka melihat penampilan wanita yang sudah lama mereka lindungi dan cintai terlihat sangat menyedihkan dengan raut wajah yang sangat sangat lesu dan dengan tatapan mata yang kosong kedepan dan tak lupa dengan mata yang sangat sembab.