
Setelah mematikan sambungan telepon, Riris berjalan menuju ke dapur untuk mengisi perutnya yang sudah lapar sejak dari tadi.
" Dasar duda gila, bisa-bisa nya dia berbuat begitu pas gua lagi bicara di telpon " umpat Riris sambil terus makan.
" jika saya gila, maka saya sudah berbuat lebih dari tadi " jawab Randi
" astaga naga !!!" ucap Riris terjingkat kaget
" dari mana om muncul ,seperti tuyul saja " lanjutnya
" tuyul tidak seperti itu , sayang " jawab Randi
" sayang,,,,sayang,,,palamu peyang " ucap Riris kesal sambil terus mengunyah makannya
Dengan gerakan cepat Riris menyelesaikan makannya dan kembali ke kamar , dia tidak sadar jika sedari tadi Randi trus mengikutinya.
" kenapa masuk kesini lagi ?" tanya Riris bingung
" karna aku akan tidur disini !" jawab Randi santai
" tidak bisa begitu , mas sudah berjanji bahwa kita akan tidur di kamar yang terpisah " ucap Riris
__ADS_1
" itu dulu , dan mulai besok semua barang-barangmu akan di pindahkan ke kamar ku " jawab Randi.
" dan besok setelah teman mu itu datang , kamu akan ikut ke kantor menjadi pengasuhku " lanjut Randi dengan wajah dingin.
Tak ingin di bantah , Randi segera menarik tubuh Riris , hingga jatuh kepelukan Randi dan mereka tidur dengan Randi yang terus menerus memeluk tubuh Riris.
Pagi hari yang cerah telah menyapa penghuni kamar itu , dan baby Rangga sudah sembuh dari sakitnya , sedangkan Randi sudah bangun sejak dari tadi , tapi dia masih enggan untuk melepaskan pelukannya , bahkan dia dengan segera melahap bibir gadis di depannya yang masih tertidur pulas.
Merasa ada yang membangunkannya , Riris segera membuka matanya , betapa terkejutnya dia saat bangun sudah berada dalam pelukan suami kontraknya itu ,
akkkkhhhh,,,,, teriakan Riris kuat , sehingga membuat malaikat kecil di samping mereka menangis dengan kencang.
" maafkan mommy sayang ,, mommy tidak bermaksud untuk mengejutkanmu " ucap Riris lembut sambil menggendong dan menenangkan baby Rangga.
" bagaimana jika kita membuat anak kita sendiri ?" tanya Randi.
Randi tidak bosan memeluk Riris , meski tubuh Riris bergoyang ke kanan ke kiri sebab Riris menenangkan baby Rangga yang sedang menagis itu.
"mas minggir dari tubuhku, apa kau tidak melihat kalau aku sedang menggendong Rangga " ucap Riris geram.
" jika dia terjatuh bagaimana ?" lanjut Riris
__ADS_1
" tenanglah sayangku , kau kan hanya mengendongnya , dan aku hanya membantumu " jawab Randi santai , sambil melepaskan mulutnya dari benda kenyal itu.
Dengan hati yang kesal , Riris segera meletakkan baby Rangga ke atas tidur yang diikuti oleh Randi sambil memeluknya dari belakang.
Dengan sekali hentakan , Randi sudah menyingkir dari tubuh Riris dan segera membenahi pakaiannya yang sudah terbuka di atas.
"Nanti aku akan kerumah pamanku , Rangga akan di jaga oleh teman yang bernama Tia " ucap Riris sambil berjalan menuju kamar mandi.
" Aku akan mengantarmu, dan setelah itu kau ikut ke kantor bersamaku " jawab Randi
" Tidak bisa " ucap Riris tegas , sambil berlalu begitu saja.
Jam telah menunjukkan pagi menjelang siang, Tia datang ke mension Randi sesuai dengan janji .
" Ayo kita berangkat sekarang " ajak Randi
" Mas pergilah duluan , aku akan di jemput oleh sahabatku " jawab Riris
^^^MAAF YA KAKAK - KAKAK , BAB 14 LAMBAT UNTUK UP , SOALNYA SELALU DI TOLAK ððð^^^
Selamat membaca !!! ððððð
__ADS_1
Tinggalkan like dan coment nya kakak -kakak ðððð