
Alex yang melihat keterkejutan bi Ratna dengan segera menyadarkannya , namun siapa sangka kalau bi Ratna akan menutup pintu kembali.
" Oh astaga,,,, apa yang terjadi disini ?" tanya Alex bingung setelah pintu ditutup dengan sedikit keras
" Lex,,, apa benar bayi ini adalah anakku, bukan anak kakakku ?" tanya Ardi sendu
" shitttt aku lupa jika bajingan ini ikut bersama ku , dan apa tadi dia bilang , bayi ini anak nya !!! mana aku tahu " batin Alex kesal
**Ardi Saitama , adik sepupu Randi satu-satunya , dulu sewaktu mereka kecil sampai kuliah mereka sangat dekat dan saling menyanyangi , namun kehadiran Bulan di antara mereka membuat mereka menjadi musuh bebuyutan.
Bulan , wanita paling nge top semasa mereka kuliah , Ardi sangat menyukai wanita itu , namun sayang wanita itu sangat mencintai kakaknya Randi , dan itu membuat Ardi menjadi benci kepada kakaknya dan dia berniat akan merebut apa saja yang dimiliki kakaknya.
Hingga suatu hari Bulan menjebak Randi dengan obat peransang dan itu membuat mereka menikah , dan itu semua belum cukup buat Bulan untuk memikat Randi berada disisinya untuk selamanya , sehingga dia berniat untuk memiliki anak.
Namun siapa sangka , semenjak Bulan menjebak Randi dengan obat itu , dia tidak berniat untuk menyentuh perempuan itu lagi , hingga akhirnya Bulan bermain dengan adik sepupu suaminya dan mereka menggunakan pengaman , tanpa mereka sadari jika permainan mereka membuahkan hasil.
Dan itu semua mereka ketahui setelah istri kecil Randi yang sekarang membongkarnya**.
******
__ADS_1
Sebelum Alex membunyikan bel kembali, pintu sudah di buka kembali dengan Bi Ratna yang sudah menangis dan masih menyisakan lelehan bening itu di pipi tuanya.
" Masuklah tuan , maafkan saya sudah menutup kembali pintunya , dan bisakah saya menggendong bayi itu " ucap Bi Ratna sambil menunduk
Alex tidak berniat menjawabnya , namun dia menyerahkan bayi itu kedalam gendongan perempuan paruh baya itu.
" Bi,,,, tahan bajingan ini disini , jangan biarkan dia pergi sebelum tuan dan nyonya datang " ucap Alex melangkah pergi
" Aku harus pulang untuk menenangkan pikiranku , lagipula tubuhku juga masih lelah " batin Alex
Namun sayang sungguh sayang , sebelum Alex berhasil pergi sebuah taxi berhenti di hadapannya , dan sepasang sejoli turun dari dalam taxi , dengan Randi yang memeluk posesif pinggang istrinya.
Alex tidak menjawab , dia hanya fokus dengan pikirannya dengan pandangan mata yang terus mengarah ke tangan tuannya yang memeluk istrinya.
" Apa boss sudah bisa menaklukkan macan betina kecil ini " batin Alex sedikit takut
" Berhentilah menunjukkan raut wajah konyol itu , karna aku tidak akan mengusikmu jika kau tidak mengusikku " ucap Riris dingin
" Sayang berhenti menakuti mereka " goda Randi
__ADS_1
" Siapa yang menakuti mereka mas , mereka saja yang bodoh " jawab Riris melangkah pergi masuk kedalam
" Pasti dia merajuk , dan kau berhenti bersikap bodoh seperti itu " titah Randi melangkah pergi untuk menyusul istrinya
Alex mengikuti langkah tuan dan nyonya nya untuk masuk kedalam , dan saat dia melangkah masuk dia melihat pemandangan yang membuat bulu kuduknya merinding.
Riris mengeluarkan pistolnya tepat di depan kepala Ardi dan Ardi juga melakukan sebaliknya , sedangkan Randi diam mematung tidak jauh dari istrinya.
" Apa mau mu wanita iblis ?" tanya Ardi
" hahahahaha dasar sampah tidak berguna " jawab Riris dengan tawa yang menggelegar
" Siapa kau dan apa mau mu ?" tanya Ardi geram
" Kau masih bertanya siapa aku , dan kau masih bertanya apa mau ku , dasar bodoh " jawab Riris
" Berhenti mengucapkan perkataan bodoh mu itu , sebelum ku ledakkan kepalamu " ancam Ardi
Riris bukannya takut dengan ancaman itu dia malah menjatuhkan senjatanya dan menganggkat tangannya ke atas .
__ADS_1
" shitttt kenapa kau galak sekali , game sudah habis bodoh " jawab Riris