
Setelah kepergian manusia yang tidak di undang itu , Alex juga melangkah pergi dari ruangan boss nya guna untuk memberikan ruang kepada boss dan istrinya.
" Apa boss akan mengungkapkan jati dirinya tidak ya ?" batin Alex seraya keluar dan menutup pintu tanpa suara
Sedangkan di dalam ruangan , Riris duduk di sofa dengan santai yang baby Rangga berada di pangkuannya sedang mengoceh tidak jelas , melihat tingkah istrinya yang tidak peduli padanya membuat Randi cemas .
" Apa ini waktu yang tepat untuk membicarakan kebenarannya " batin Randi melangkah ke arah istri dan anaknya
" Sayang,,,,, kenapa kau acuhkan aku ?" tanya Randi sedih
" Siapa yang mengacuhkan mu mas ?" tanya Riris yang masih belum mengalihkan pandangannya dari baby Rangga
" Ini,,,, kau sedang mengacuhkan aku sayang,,, kau saja tidak melihatku , kau lebih sayang kepada Rangga " rengek Randi manja
" Aku ini pengasuhnya mas" jawab Riris santai
" Tapi kau juga istriku sayang " ucap Randi manja
__ADS_1
" Kontrak mas , ingat itu " jawab Riris
Mendengar itu , hati Randi panas dan tangannya mengepal karna menahan amarah , Randi melangkah ke arah meja kerja dengan langkah yang lebar , dan itu membuat Riris tersenyum kecut .
" Kau adalah istri sah ku secara agama dan negara , jadi kau jangan berpikir untuk lari , dan kau hanya milikku " ucap Randi marah
Randi yang membawa selembar kertas ,kembali mendekat ke arah Riris yang bingung sekaligus terkejut .
" Kau lihat ini , ini semua sudah tidak berlaku , karna kau hanya milikku " ucap Randi dingin sekaligus merobek kertas itu di depan istrinya
" Kenapa kau marah , aku akan hanya mengatakan fakta tadi " jawab Riris bingung
" kau bawa anakku pulang ke mension , dan suruh bi Ratna untuk merawatnya " ucap Randi kepada Alex yang sudah berdiri di pintu
Alex pergi membawa baby Rangga , Riris yang melihat itu segera berdiri dan membereskan barang-barangnya dengan kesal karna menurutnya ini adalah pengusiran.
Namun saat Riris ingin melangkah , Randi segera mengendongnya ala bryde style ke arah ruangan pribadinya.
__ADS_1
" Mas turunkan aku , kau itu kenapa sih " berontak Riris
Randi hanya diam saja , karna pikirannya berputar ke belakang , dia mengingat jika dia mempunyai saingan cinta dua di depan mata , dan bertambah satu lagi , Randi tau jika Morgan menyukai Riris pada pandangan pertama , bukan karna alasan Randi curiga kepada Morgan tapi Randi tahu makna cara Morgan memandang istri kecilnya ini.
" Diamlah kau itu cerewet sekali " ucap Randi meletakkan istrinya di atas ranjang dengan lembut
" Tapi kenapa Rangga di pulangkan Mas , sedangkan aku kau bawa ke sini " jawab Riris
" Biarkan dia pulang ,karna kita akan membuatkan adik untuknya " ucap Randi sambil menaiki ranjang
" Tapi siapa yang akan menjaganya mas " jawab Riris
" Sayang,,, bi Ratna kan ada di mension , jadi jangan khawatir " ucap Randi
Sebelum istrinya itu menjawab lagi , Randi segera membungkamnya dengan ciuman yang lembut sehingga membuat istrinya segera terdiam sekaligus menegang.
" Aku ingin sayang " ucap Randi dengan suara yang berat dan pandangan yang kabut akan gairah
__ADS_1
" Astaga mas , kita ini sedang di kantor , jadi menyingkirlah aku akan pulang " jawab Riris
Bukannya dia menolak , tapi dia tahu jika suaminya sudah memulainya dia tidak akan berhenti sebelum Riris lelah dan tak ingin bangun dari ranjang , dan itu membuat Randi bahagia karna jika Riris lelah maka istrinya itu tidak akan pergi kemana-mana meski keluar kamar sekalipun.