
" Kami hanya orang asing Mas " jawab Riris sambil memberikan sendok yang berisi nasi ke mulut suaminya
" Kalau hanya orang asing , tidak mungkin kalian makan siang bersama " ucap Randi dengan menaikkan satu oktap suaranya
" astaga Mas , bisa tidak suara mu di kecilkan , kau bisa membuat Rangga terkejut " ucap Riris kesal
" Sudah lah aku tidak selera makan lagi " ucap Randi saat ingin di suapi Riris
" Mas baru makan 2 suap loh , apa sudah kenyang ??? " tanya Riris bingung tidak peka dengan perasaan suaminya yang sedang kesal
" yaa,, aku sudah kenyang " jawab Randi
"aku kenyang karna menahan kesal padamu " Batin Randi
" Kalau begitu ayo kita pulang , dan untuk sebulan ini aku akan tidur di kamar Rangga , karna Tia sedang ambil cuti " jawab Riris
" Apa mereka sedang menyelidiki Bryan " batin Randi
Riris mengendong baby Rangga menuju mobil Randi yang berparkir di luar kafe , Sedangkan Randi pergi duluan dengan wajah yang cemberut dan suasana hati yang kesal , akibat sifat istrinya yang tidak peka pada perasaannya .
Setelah Riris sampai di dalam mobil , dia hanya fokus untuk menidurkan baby Rangga yang sudah mengantuk sedari tadi , sedangkan Randi hanya fokus mengemudi sambil mencuri pandang ke arah samping untuk melihat anak dan istrinya.
__ADS_1
Tidak menunggu waktu yang lama mereka telah sampai di mension tanpa ada yang mengucapkan sepatah kata di perjalanan , Randi membuka pintu mobil agar Riris lebih mudah keluar dan agar kepala anaknya tidak terbentur pintu.
" Aku juga akan ikut kalian tidur di kamar baby Rangga " ucap Randi sambil mengikuti langkah kaki Riris dari belakang yang sedang menuju ke arah kamar Rangga .
" Pergilah mas ke kamar duluan , agar kita bisa mandi secara bergantian " jawab Riris saat ingin memasuki kamar Rangga
" kenapa tidak mandi bersama , agar hemat air dan waktu " jawab Randi sambil menggoda istrinya
Riris tidak mengubris ucapan Randi , dia masuk kamar begitu saja , namun saat sudah selesai meletakkan baby Rangga , Randi langsung memeluk tubuh Riris dari arah belakang.
" Buka lah hatimu untuk mencintaiku , dan menjauhlah dari lelaki lain Riris Victoriya " ucap Randi tiba-tiba
" Dan kau bisa mencari wanita yang lebih baik dari aku " lanjut Riris sambil melepaskan pelukan suaminya
Saat Riris ingin keluar kamar , Randi menarik tangannya dan menjatuhkan tubuh Riris di sofa , dan Randi menindihnya dan Cup,,,,,,,,
sebuah kecupan lembut tepat mengenai bibir ranum Riris , dan membuat mata Riris melotot dan ingin protes , namun dengan gerakan cepat Randi menutup mulut Riris dengan mulutnya sendiri.
Randi mencium bibir Riris dengan lembut , lama kelamaan ciuman itu berubah menjadi ******* dan Riris merespon ciuman dari suaminya , sehingga Randi tersenyum di sela-sela ciuman mereka .
" Kau menikmatinya sayang " ucap Randi setelah mereka menyelasiakan ciuman
__ADS_1
" Menjaulah dari tubuhku mas , aku ingin mandi " jawab Riris dengan pipi yang sudah memerah
" Tapi nanti malam aku ingin minum susu sebelum tidur " ucap Randi dengan senyum yang tidak bisa dapat di artikan Riris
" Kalau masalah itu kecil mas , nanti bi Ratna bisa membuatnya " jawab Riris santai tanpa tau apa maksud suaminya
" Tapi itu tidak bisa bi Ratna yang membuatnya " jawab Randi
" Baiklah, baiklah , aku akan membuat nya nanti , tapi bisa tidak mas menyingkir dari tubuhku sekarang , kau itu berat sekali " ucap Riris
" Janji " tanya Randi
" Janji ,,, jadi menyingkirlah " jawab Riris kesal
Randi menyingkir dari atas tubuh istrinya , dan dia berbaring di sampung anaknya.
" Pergilah , kau bisa mandi duluan " titah Randi
" Sebelum kau usir pun , aku sudah ingin keluar" jawab Riris pelan dengan wajah yang kesal
Riris pergi ke kamar sebelah , meninggalkan Randi dengan senyum nakalnya yang sedang berbaring menutup matanya .
__ADS_1