
Malam yang begitu indah untuk sebagian orang telah berlalu , namun sebagian lagi orang menganggap pergantian malam ke pagi adalah neraka yang beda suasana saja.
Seperti sepasang suami istri ini , suaminya tersenyum puas kala mengingat permainan panasnya bersama istrinya , dimana dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan , sehingga dia bisa merasakan puas akan permainan itu.
" Sayang jangan cemberut lagi , nanti mas pengen lagi bagaimana ?" goda Randi
" Dasar mesum " sunggut Riris kesal sambil melangkah keluar untuk sarapan pagi
Randi mengikutinya dari belakang , setelah mereka sampai di meja makan , mereka telah melihat Radit bersama susternya , dan Rangga bersama bi Ratna .
" uhhh anak mommy lahap sekali makannya " goda Riris sambil mengecup pipi baby Rangga yang sedang di suapi bi Ratna
" Kakak , semalam kak Ryan mulai sadar namun mata nya belum mau di buka " ucap Radit
" Haaa,,,, mulai sadar namun matanya belum mau di buka ???? maksudnya gimana ???" tanya Randi bingung
" Iya kak , kak Ryan memperlihatkan tanda-tanda jika jiwa nya sudah kembali ke dalam alam bawah sadarnya , namun kak Ryan masih enggan untuk membuka kelopak matanya " jawab Radit
__ADS_1
" Baiklah , kau awasi saja dia nanti dia juga akan membuka matanya " ucap Riris duduk di samping suaminya
" Mas,,,, nanti setelah sarapan aku akan menemui Riski ke mensionnya , dan aku akan membawa baby Rangga juga " izin Riris
" Boleh,,,, namun jangan sampai siang hari , karna kita akan makan siang bersama di kantor " jawab Randi tersenyum manis menghadap istrinya
" Jika istriku datang ke kantor , maka aku bisa meminta vitamin ku padanya " batin Randi
Riris yang melihat senyum suaminya di buat kesal , sebab dia tahu apa yang telah di pikirkan suaminya yang mesum itu.
Sarapan pagi mereka lewati dengan hening , sebab mereka memikirkan banyak hal di kepala masing-masing.
Randi telah berangkat ke kantornya setelah pamit ke istri kecilnya itu , dan dia tidak melupakan untuk sekedar mengecup kening sang istri dan mengecup pipi sang anak.
" Dit,,, kakak akan berangkat sekarang ,,, kau baik-baik di sini , jika kau kesulitan untuk melakukan aktivitas lain , suruh sustermu untuk membantu mu , jangan memaksakan diri , kamu paham ??" ucap Riris yang sudah siap dengan Rangga di gendongannya
" Iya kakakku yang cerewet,,,, kakak juga hati-hati di jalan " jawab Radit dengan senyum manisnya
__ADS_1
" Sus,,, titip Radit ya ,,, jika dia nakal , suster bisa menggigitnya , namun pelan-pelan saja agar tidak sakit " goda Riris sambil melangkah keluar dari mension
" Dasar kakak bar-bar " sunggut Radit kesal
Riris diantar oleh supir yang sudah di seleksi langsung oleh suaminya , dan itu membuatnya tersenyum.
" Pak kita singgah dahulu di toko mainan , karna Rangga ingin membeli robot metrobot X " ucap Riris
" Baik nyonya " jawab pak supir
Tanpa menunggu waktu lama , Riris sudah sampai di depan gedung toko mainan itu , namun saat matanya melihat sang anak yang tertidur dia tidak tega jika harus menggendong keluar , sebab matahari sudah mulai terik dan panas.
" Pak tolong jaga baby Rangga sebentar , kasihan dia jika ikut kedalam toko " ucap Riris
" Ok nyonya , saya akan menjaga nya " jawab pak supir
Riris keluar mobil , namun saat sampai di depan toko dia tidak sengaja menabrak bahu seorang wanita yang terlihat lebih tua darinya , namun bisa dikatakan jika wanita itu seumuran dengan suaminya.
__ADS_1