Pengasuh Anakku Adalah Istri Kecilku

Pengasuh Anakku Adalah Istri Kecilku
# 87


__ADS_3

Matahari telah berganti dengan bulan dan bintang yang indah , suara tawa dari anak kecil terdengar bahagia dalam mension mewah itu , yang tak lain adalah suara baby Rangga yang sedang diajak Riris bercanda ria.


Riris juga sering menggelitik perut sang anak sambung menggunakan ciuman bibir nya pada perut dan leher sang anak , sehingga baby Rangga yang sedang digilitik tertawa menandakan kalau dia senang di ajak bermain seperti ini.


Radit yang mendengar tawa itu keluar dari kamarnya bersama suster yang ditugaskan untuk menjaganya , dan pelayan yang melihat interaksi nyonya dan tuan muda mereka hanya bisa tersenyum saja.


" Kakak jangan seperti itu , nanti Rangga buang air kecil " ucap Radit senang


Radit menyuruh susternya untuk memapahnya ke kursi ruang tamu yang tepat berada di depan kakaknya.


" Lihatlah dia begitu senang saat ku gelitik " jawab Riris cekikan


" Tapi kak , nanti perutnya sakit akibat tertawa terus " protes Radit


" Lihatlah boy,,,, Uncle mu sangat cerewet " jawab Riris dengan sekali lagi menggelitik anaknya namun itu yang terakhir


" Kak kenapa kak Ryan di taruh di kamar ku ?" tanya Radit sambil memakan cemilan di atas meja


" Supaya kau bisa berteman dengannya , dan kau tidak akan merasa bosan " jawab Riris terkekeh saat mengingat kondisi sahabat yang sudah dia anggap seperti kakaknya

__ADS_1


" Gimana gak bosan , dia aja belum sadar kak " sunggut Radit


" Sebentar lagi dia akan sadar , dan itu akan membuatmu senang " jawab Riris sambil memberikan susu dodot kepada baby Rangga


" Sejak kapan dia di bawa kesini kak , dan kenapa tidak ke rumah nya saja di antar " tanya Radit


" Jika dia di pulangkan ke rumahnya , tidak akan ada yang merawat nya , dan itu membuat kakak kasihan " jawab Riris


" Dan mengenai di bawa ke sini kakak ipar mu sudah setuju , dan sore tadi pihak rumah sakit membawanya kemari " lanjut Riris lagi


" Kak bisa aku bertanya ?" tanya Radit


" Jika Rangga sudah besar , apa kakak akan mengajarinya , atau malah sebaliknya " tanya Radit


Riris mengerti akan pertanyaan sang adik , namun untuk menjawabnya dia butuh izin besar dari kedua lelaki yang masih bersetengang itu.


" Mungkin jika mas Randi mengizinkan , kakak akan mengajari Rangga beberapa trik untuk menjaganya kelak " jawab Riris


" Atau kakak buat saja adik untuk Rangga " cerosos Radit begitu santai

__ADS_1


" Diamlah , bocah seperti mu tidak akan mengerti masalah seperti itu " jawab Riris kesal


" Tapi yang di katakan Radit sangat betul sayang " sahut Randi yang entah dan kapan dia sampai di ruang tamu itu


Randi duduk tepat di samping istrinya , dan tak lama kemudian bi Ratna datang untuk mengambil alih Rangga supaya di pindahkan ke kamar karna baby Rangga sudah tidur.


" Kenapa kalau mas datang baby Rangga di bawa Bi Ratna ?" tanya Riris cemberut


" Kan Rangga sudah tidur sayang " jawab Randi tersenyum dan mencium pipi sang istri yang cemberut


" Tapi aku ingin tidur bersamanya mas " protes Riris


" Jangan melupakan perjanjian kita sayang " jawab Randi dengan wajah yang datar


Radit yang melihat itu ingin kembali ke kamarnya, karna dia tahu jika kakak dan kakak iparnya sudah bersama , mereka akan lupa pada keadaan sekitar , dan itu bisa menodai jiwa remaja Radit.


" Kakak aku akan kembali ke kamar " pamit Radit yang sudah duduk di kursi rodanya


" Pergilah , dan jika Ryan sudah sadar hubungi kakak , agar kau tidak lelah datang ke kamar kakak " jawab Riris

__ADS_1


__ADS_2