Pengasuh Anakku Adalah Istri Kecilku

Pengasuh Anakku Adalah Istri Kecilku
#3


__ADS_3

Malam harinya , Randi masuk ke kamar Rangga , dia melihat bu Ratna sedang menidurkan Rangga.


"kembali lah ke kamar bi , istirahatlah dengan baik bi" ucap Randi .


"baiklah den" jawab bu Ratna


Kamar Rangga dan Randi tidaklah jauh , hanya beda dinding saja. Setelah bu Ratna keluar, Randipun berbaring di samping Rangga sambil membelai wajahnya dengan sayang.


"Tidurlah boy, besok kau akan mendapat pengasuh dan mommy yang baru" ucap Randi


Sambil mengusap usap wajah anaknya , Randi pun merasakan ngantuk yang luar biasa, sehingga dia tertidur di samping anak semata wayangnya.


Pagi harinya, Randi terbangun dari tidurnya karna mendengarkan suara tangis Rangga yang nyaring, dia pun berusaha untuk mengendong anaknya supaya terdiam dari tangisan nya, namun sia sia sudah usahanya Rangga tidak mau diam dari tangis nya, sebab Rangga sedang BAB dan Randi tidak mengetahui itu.


Bu Ratna dengan setengah berlari mengetuk pintu kamar tuan muda kecilnya , dan bu Ratna sedang melihat tuan muda sedang berusaha untuk mendiamkan tuan muda kecilnya , dan bu Ratna meminta izin untuk mengurus Rangga.

__ADS_1


"Den berikan tuan muda kecil kepada bibi " ucap bu Ratna.


" ini bi,,, saya bingung kenapa dari tadi Rangga tidak mau diam meski saya sudah menggendong dan menimangnya ???" tanya Randi dengan wajah bingungnya.


Setelah Rangga berpindah tangan kepada bu Ratna , Rangga langsung terdiam dari tangisnya , karna bu Ratna lansung membuka celana dan popok Rangga.


Randi pun paham dan keluar dari kamar Rangga , untuk bersiap siap melamar Riris ke rumahnya.


Sedangkan di rumah paman Riris , paman nya sangat marah dan kecewa karna Riris tidak memberitahukan kalau dia akan segera di lamar oleh seorang duda anak 1.


"Riris , tolong pikirkan lagi dengan keputusan mu ini , dia itu seorang duda anak 1 dan kau masih muda" ucap bibinya


Dengan wajah tertunduk dan sedih , Riris hanya bisa terdiam dalam lamunannya . Tak lama kemudian suara ketukan di pintu membuat ketiga orang tersebut terkejut dan bingung, siapa yang mengetuk sepagi ini.


Dengan langkah yang gontai dan lemas Riris berdiri untuk membuka pintu dan betapa terkejutnya dia kalau ibu dan adik laki-lakinya sudah berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Ibu,,,,Radit,,," ucap Riris dengan nada tercekat


" masuklah nak, ibu mau bicara denganmu" ucap ibunya.


Radit dan ibunya pun masuk kedalam rumah dan disusul oleh Riris, paman dan bibinya mempersilahkan untuk duduk , dan bibinya bergegas ke dapur untuk membuat teh hangat.


" David , kenapa kau tidak mengatakan kalau Riris akan di lamar ???? kalau bukan karna Desi istri mu yang menelpon kakak, kakak tidak akan tau perihal ini " ucap ibu Riris dengan nada kecewa


" maafkan aku kak, aku hanya takut jika kakak akan kecewa padaku" jawab pamannya dengan wajah menunduk.


" Riris duduklah nak di samping ibu, apakah kau tidak rindu dengan ibumu ini " ucap ibunya.


Dengan cepat Riris langsung duduk bersimpuh dan memeluk kaki ibunya, tangan ibunya terulur untuk mengelus rambut cantik anak perempuannya itu.


" Ibu tidak marah jika kau ingin menikah dengan pria itu , akan tetapi berjanjilah kepada ibu untuk bahagia di kemudian hari" ucap ibunya dengan wajah bersedih

__ADS_1


__ADS_2