Penghuni Pohon Tua

Penghuni Pohon Tua
Godaan di Perjalanan


__ADS_3

Madi tidak lagi berani tertidur semenjak peristiwa tadi. Beruntung Allah masih melindungi, kalau tidak, dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya. Bayangan sosok misterius dan nenek bungkuk itu kembali menghiasi benaknya. Apakah hubungan sosok misterius dengan nenek bungkuk itu?  Mereka  terlihat sangat akrab.


Apa sosok itu adalah cucu nenek bungkuk itu? Madi bertanya dan menebak sendiri. Akhirnya. Madi teringat sesuatu. Dulu, semasa menuntut ilmu di pondok pesantren, Madi pernah bertemu dengan cucu nenek itu sekali. Mungkin karena jarang bertemu, sekarang dia sudah lupa dengan raut wajahnya. Namun, kalau dilihat dari bentuk fisiknya, sepertinya sosok misterius yang sering menyerangnya itu adalah cucu nenek


bungkuk tersebut.


Hal apa gerangan yang membuat sosok itu begitu sering mengejar dan menyerang, bahkan rela mengkoordinir makhluk-makhluk penghuni pohon tua itu. Berkali-kali Madi menggeleng, bingung dengan peristiwa yang dihadapinya. Tidak tahu harus merangkai dari mana, untuk bisa menjelaskannya.


Kendaraan yang dikemudikan Madi, terus melaju menuju pondok pesantren. Masih ada setengah perjalanan    lagi yang harus ia tempuh sebelum tiba di sana. Biasanya perjalanan menuju ke sana aman-aman saja. Jalanannya pun sudah tidak mendaki seperti tadi. Jurang di kiri kanan jalan pun hanya tinggal satu dua buah saja. Selebihnya didominasi perkebunan karet.


Sebuah notifikasi tampak di layar ponselnya. Ternyata dari Aulia. Menanyakan keadaan dan keselamatannya. Madi pun berinisiatif, menepikan mobil dan membalas pesan yang dikirim Aulia. Tidak banyak pesan yang diketik Madi. Hanya beberapa kalimat yang menjelaskan kalau keadaannya baik-baik saja. Dan tak perlu mengkhawatirkan keselamatannya.


Baru saja Madi selesai mengirimkan pesan itu, dari penglihatan mata batinnya, dia merasakan adacsegerombolan makhluk tak kasat mata menuju ke arahnya. Segera pria muda  itu mempersiapkan diri. Merapal beberapa bacaan dan doa, kemudian perlahan menghidupkan mesin mobil.


Madi berusaha untuk tidak panik, walau mesin mobil belum bisa menyala. Berusaha untuk tetap tenang, membaca zikir terus menerus, menghalau serangan makhluk itu yang mencoba menghalanginya menyalakan mesin mobil. Lebih dari tiga kali Madi mencoba menghidupkan mesin mobil, tapi belum juga menyala. Sementara gerombolan makhluk itu semakin mendekat. Penampakan mereka pun sangat menyeramkan. Ada yang bertubuh tinggi, memiliki wajah rusak, bertubuh cebol, bertaring.

__ADS_1


Beruntung ketika jarak gerombolan makhluk itu mulai mendekat, mesin mobil akhlirnya menyala. Sambil mengucap syukur, Madi melajukan mobil, meninggalkan kumpulan makhluk tak kasat mata itu.


Kembali Madi merasa heran. Kenapa di sepanjang perjalanan, ada-ada saja halangan yang ingin menggagalkan kepergiannya ke pondok pesantren. Sepertinya , sosok misterius itu tidak menginginkan Madi bisa mendapatkan pertolongan dari Kyai Sarwa.


Madi pun semakin meningkatkan kewaspadaannya. Murotal lalu diputar terus sepanjang perjalanan, membuat konsentrasinya tetap terjaga. Jarak menuju pondok pesantren memang sudah lebih dari setengah perjalanan. Dan tidak ada yang perlu dicemaskan karena rumah penduduk sudah mulai banyak terlihat.


Dulu, sewaktu masih menuntut ilmu di sini, Madi sering sekali mampir ke rumah-rumah penduduk, sekadar beistirahat dan minum kopi. Tidak ada hal yang perlu ditakutkan sesungguhnya. Namun, saat dulu sangat berbeda keadaannya sekarang. Suasananya lebih mencekam sekarang. Apalagi keberadaan makhluk astral tadi. Madi berusaha tidak ingin tertahan oleh hal-hal yang tidak masuk akal karena ulah sosok misteius tadi.


Dia harus sesegera mungkin tiba di pondok pesantern. Melalui mata batinnya, Madi mencoba menghubungi kyai Sarwa, meminta pengawasan dan perlindungan hingga tiba di pondok dengan selamat. Agar disisa perjalanan tidak mengalami gangguan lagi.


Perasaan lega segera mengaliri seluruh pembuluh darah Madi. Merasa tidak sendirian melalui jalan-jalan yang sering mengakibatkan pengemudinya merasa sangat mengantuk sehingga mengalami kecelakaan. Atau mengalami halusinasi sehingga akhirnya tidak sampai ke tempat tujuan.


Istifghar dan doa terus dipanjatkan Madi, pun murotal tetap diputar dalam mobil. Samar, Madi seperti mellihat pintu gerbang pondok pesantren di hadapannya. Namun, mata batinnya segera berontak memperingatkannya, kalau itu hanya halusinasi saja. Jangan sampai terperdaya dan terpengaruh oleh makhluk-makhluk astral itu.


Setelah berhasil menguasai diri dan tidak jadi membelok ke pintu gerbang itu, dari spion Madi melihat kalau tempat yang dilihatnya sebagai gerbang pondok pesantern itu adalah jurang yang memang sering memakan korban, jika pengemudinya lalai. Lagi-lagi sosok misterius dan nenek bungkuk itu berada di sana.

__ADS_1


Raut wajah mereka terlihat begitu kesal dan kejam. Mungkin karena dari tadi tidak berhasil menghentikan perjalanan Madi.  Alhamdulillahnya, ternyata Kyai Sarwa  terus melindungi, mengusir semua gangguan yang terus menghadangnya.


Setelah jurang maut itu, jarak menuju pondok pesantren tidak jauh lagi. Paling tinggal satu kilometer lagi. Sebuah suara tiba-tiba berbisik di telinganya. Suara Kyai Sarwa. Jelas sekali. Beliau memperingatkan kalau sekitar seratus meter menjelang pondok pesantren, dia akan


dihadang oleh seorang perempuan cantik yang berpura-pura mengalami kecelakaan.


Kyai Sarwa lalu menyuruh Madi membacakan satu bacaan, ketika tiba di tempat itu. Agar tidak tergoda melihat perempuan cantik itu. Karena sebenarnya dia adalah salah satu jin yang disuruh nenek bungkuk itu untuk mencelakai Madi.


Benar saja, seratus meter menjelang gerbang pondok pesantren ada seorang perempuan cantik tergeletak di pinggir jalan. Ada beberapa luka di wajah dan tangannya. Madi segera teringat dengan bisikan Kyai Sarwa untuk segera membaca doa yang tadi dibisikkan. Tanpa membuang waktu lagi, Madi segera membaca doa itu, dan perlahan wajah perempuan cantik itu berubah menjadi lebih menyeramkan. Ada taring di sela giginya.  Menyeringai,  benar-benar sangat mengerikan.


Untuk beberapa saat, terjadi tarik menarik kekuatan antara Madi dan perempuan jelmaan jin itu. Sementara di pintu gerbang terlihat Kyai Sarwa menunggu sambil membantu Madi melewati gangguan jin itu. Ternyata kekuatan jin perempuan itu diluar dugaan Madi, benar-benar kuat. Memerlukan energi yang cukup besar untuk melaluinya.


Mobil yang dikemudikan Madi seperti berhenti total, tapi mesinnya tetap menyala. Perlahan perempuan itu bangkit dan berjalan menuju mobil, berusaha menyerang Madi. Namun, setiap kali perempuan jin itu mencoba mendekati mobil, setiap itu pula tubuhnya terpental. Kejadian itu berulang beberapa kali.


Madi jadi berani dan bertambah yakin, kalau dia bisa melalui rintangan kali ini. Belum lagi dia berhasil melajukan mobil, sebuah guncangan keras terasa dalam mobil. Ternyata bukan berasal dari jin perempuan itu. Ada kekuatan lain. Namun,  siapa gerangan?

__ADS_1


__ADS_2