Perjuangan Emely

Perjuangan Emely
BAB 87


__ADS_3

Meraih botol minuman, Alex kemudian menuangnya didalam gelas meminumnya hingga tandas. Sementara Haizel, pria itu sedang bermesraan dengan Bella. Sedangkan dua wanita lainnya sudah pergi saat Davino tadi menghempaskan salah satu dari mereka. Mereka tidak ingin menjadi amukan dari pria itu.


"Bentar lagi juga bosan. Jadi tidak perlu dihayati. " Sindir Alex pada sahabatnya itu. Bella yang juga mengerti ucapan Alex hanya bisa memajukan bibirnya, menatap kesal kearah Alex. Dia tidak suka mendengar apa yang dikatakan Alex barusan. Walaupun pada dasarnya dia memang wanita yang bisa menghabiskan waktu semalam dengan pria hanya karena uang mereka, namun disisi lain dia belum ingin kehilangan Haizel, seperti waktu Davino yang sudah tidak menginginkannya lagi. Bukan karena Bella mencintai Haizel ataupun Davino, tapi karena uang yang mereka berikan padanya.


"Aku cabut Men. " Ucap Alex yang langsung berdiri dari duduknya.


"Kau mau kemana? bukannya kau datang kesini untuk bersenang - senang? " Haizel melepaskan pelukan Bella. Kali ini dia menatap sahabatnya itu.


"Kau jangan salah Men, aku kesini hanya untuk memperingatkan Davi kalau Emely kemungkinan akan menyusul dia kesini. Nah, benarkan dugaan aku." Sudah bilang mau pergi tapi tak kunjung pergi dari sana. Yang tambah anehnya, Alex kembali duduk ditempatnya semula.


"Kira - kira Davi bisa ngejar Emely, nga ya? " Sudah mulai dia bergosip. Ingat, menyangkut Davino, kedua sahabat itu akan sangat bersemangat jika membicarakan sahabatnya itu. Apalagi kalau yang dilakukan Davino diluar prinsip pria itu.


"Pasti Men. Ini Davi Men. Dia akan berusaha untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. " Bahkan Bella sudah merasa kalau dirinya seperti orang ketiga diantara dua orang pria yang suka bergosip itu.


" Membayangkannya saja, aku ingin tertawa Men. Gimana cara dia membujuk Emely. Kau lihatkan Men, gimana ekpresi dia saat tahu Emely ada ditempat ini. Dia kayak suami ketahuan selingkuh sama istrinya. "

__ADS_1


"Benar . . . Benar. " Timpal Haizel. Keduanya kemudian adu tos dan terbahak bersama.


***


"Aku jemput nanti. " Teriak Davino saat Emely sudah sedikit jauh dari mobilnya. Gadis itu mengiyakan. Semalam mereka baru membicarakan hal itu, jadi dia mengiyakan saja, dari pada Davino memintanya untuk berhenti bekerja dari Restoran itu.


Saat Emely masuk kedalam Restoran, Ele yang sudah datang lebih pagi darinya, langsung mengikuti Emely keruang ganti karyawan.


"Mel, gimana kabar kakak kamu? " Tanya Ele yang sementara merapikan penampilannya.


"Kakak? " Emely bertanya bingung. Pasalnya dia tidak memiliki seorang kakak.


"Kamu bohong ya, Mel? " Emely hanya menanggapi dengan senyum ucapan Ele. Sembari mengiyakan kalau memang benar dia telah berbohong dengan alasannya semalam.


"Maaf ya. " Emely yang sudah selesai menggenakan seragam Restoran, hanya bisa mengatupkan kedua tangannya, seperti anak kecil ia meminta maaf pada Ele karena sudah membohongi gadis itu.

__ADS_1


" Ya sudah. Aku maafin. Dengan satu syarat, kamu harus ikut nanti malam. "


"Kemana? " Tanya Emely.


" Bar. " Jawab Ele singkat.


Emely yang mendengarnya, langsung merubah ekspresi wajahnya. "Ngapain El? "


" Senang - senanglah Mel. Tenang aja, kali ini pak Arlan juga yang traktir. " Sungguh Emely masih bingung. Bukankah Arlan akan kembali keluar negeri hari ini.


"Bukannya pak Arlan akan kembali ke Italy hari ini?" Emely memilih bertanya.


"Nggak jadi Mel. Penerbangannya tertunda besok pagi. Jadi dia ngajak seluruh karyawan buat senang - senang nanti malam. " Keduanya kemudian berjalan keluar dari ruang ganti.


"Pak Arlan baik banget ya. " Puji Ele.

__ADS_1


"Hati - hati lho El, biasanya kalau bos kayak gitu ada maunya. " Walaupun diselingi candaan, Emely mencoba mengingatkan Ele. Namun siapa sangka, saat yang bersamaan, Arlan dan juga Leon sang asisten pribadi, melewati keduanya.


"Kalian berdua ikut keruangan saya. " Duh, gawat keduanya ketahuan sedang bergosip . Apalagi yang mereka gosipin adalah anak pemilik Restoran yang sebentar lagi akan menjadi bos mereka. Emely berharap kalimat terakhir yang dia katakan tadi pada Ele, tidak didengar oleh Arlan atau Leon.


__ADS_2