Perjuangan Emely

Perjuangan Emely
BAB 95


__ADS_3

Mungkin kata maaf memang tidak akan cukup untuk meyakinkan Emely.


Lihat saja, Emely masih terisak di dalam pelukan Davino. Sungguh ini bukanlah sifat Emely. Biasanya Emely akan sangat mudah menyembunyikan perasaannya. Namun kali ini, entah mengapa hatinya tidak bisa di ajak kompromi.


" Mel, maaf. " Hanya itu yang bisa Davino katakan, disusul helaian nafasnya yang agak berat.


" Aku tahu, aku brengs*k. Aku memang bukanlah pria baik, Mel. " Lagi - lagi Davino menarik nafas panjang dan membuangnya perlahan. Sungguh dia bukanlah orang yang berpengalaman dalam menghadapi wanita yang serapuh Emely. Dia harus belajar lebih keras untuk bisa menjaga perasaan Emely. Emely bukan seperti wanita lain yang bisa menerima dirinya dekat dengan siapa pun bahkan tanpa batasan. Emely memiliki hak itu, hak untuk memiliki Davino seutuhnya. Hak yang tidak pernah Davino berikan kepada wanita lain.


" Aku tidak melakukannya secara sengaja. Oke, aku tahu aku salah. Tidak sepantasnya aku menciumnya. Tapi aku bersumpah, aku hanya memberi pelajaran kepada wanita itu. Wanita itu terus berusaha mendekati aku Mel dan Daddy juga meminta aku untuk secepatnya tunangan dengan wanita itu. " Kali ini Emely berusaha mendengar semua ucapan Davino tanpa sedikit pun mencelanya. Setelah Davino selesai mengatakan itu, barulah Emely kembali memposisikan tubuhnya, duduk di kursi penumpang sambil menghapus jejak air matanya.


" Bagaimana jika ada pria lain yang melakukannya padaku Davi. Bagaimana jika ada pria lain yang memberi pelajaran kepadamu melalui aku, karena kamu telah menyakiti saudara perempuan mereka. " Emely lebih memilih memilin pakaian yang dia kenakan, dibandingkan menatap ke arah Davino yang masih menatapnya bersalah.


"Aku akan membunuh pria itu, Mel. " Jawab Davino penuh keyakinan.

__ADS_1


" Apa hanya itu yang bisa kamu lakukan. " Kali ini Emely berani menatap Davino. Mudah sekali bagi Davino untuk menghilangkan nyawa orang lain tanpa rasa bersalah.


"Apa kamu tidak memikirkan perasaan orang tua dari pria yang akan kamu bunuh. Perasaan anak mereka, istri mereka, saudara mereka. " Apa dirinya sedang di nasehati sekarang? Selama ini Davino tidak memikirkan sejauh itu. Apalagi harus memikirkan perasaan orang lain, itu tidak ada dalam kamusnya. Davino hanya mementingkan keluarga dan orang - orang terdekatnya saja, selain itu dia tidak perduli. Namun semenjak Emely hadir dalam hidupnya, semua mulai berubah.


" Aku mohon berubah lah Davi. Hargai setiap wanita. Jangan menghukum mereka dengan cara yang tidak sepadan dengan kesalahan mereka. " Davino sadar yang Emely maksudkan bukan hanya wanita di luar sana, tapi juga dirinya. Davino menghukumnya atas kesalahan yang sebenarnya bukan sepenuhnya salah Emely. Di satu sisi Davino bersyukur karena masalah itu, dia bisa bersama Emely sekarang.


" Iya, aku janji akan berubah. Demi dirimu. " Janji Davino sambil menggenggam tangan Emely.


" Iya aku janji. " Syukurlah hanya itu permintaan Emely.


" Tapi aku masih marah sama kamu. " Kembali merajuk. Davino hanya tersenyum, setidaknya Davino lega, semuanya baik - baik saja sekarang. Tinggal menunggu penjelasan Emely tentang apa yang terjadi. Davino yakin Emely tidak bermaksud membohonginya.


"Kamu cemburu yah, sayang. " Davino mencoba menggoda Emely.

__ADS_1


" Siapa yang cemburu. " Jawab Emely ketus.


" Bilang aja kalau cemburu, aku senang kok di cemburuin. " Davino mengusap kepala Emely perlahan sebelum dia kembali menstarter mobilnya.


Emely tidak menggubris kalimat - kalimat nyeleneh Davino, yang Emely tahu sedang menggoda dirinya. Bahkan sekali - kali pria itu bersiul girang. Davino tahu Emely sedang cemburu dan itu artinya Emely mencintainya.


" Ngaku aja. "


" Cemburu kan. "


" hmm "


Davino tetap menggoda Emely, sampai mereka sampai di jalan depan dekat rumah Emely.

__ADS_1


__ADS_2