
"Silakan berbaring disini Tuan. " Ucap pria yang hampir sebagian tubuhnya di penuhi tato.
Ya, Davino mengajak Emely ke tempat itu. Terlihat sorot ketakutan di mata Emely saat melihat pria itu. Davino bahkan bisa merasakan genggaman tangan Emely yang meremas jemarinya kuat. Emely berpikir bahwa Davino akan menyerahkannya kepada pria itu. Davino meyakinkan Emely bahwa semuanya akan baik - baik saja.
Emely sudah menahan Davino untuk tidak melakukan hal bodoh itu, namun Davino bersikeras melakukannya. Emely meringis sendiri ketika melihat jarum itu mulai diarahkan ke tubuh bagian perut kanan Davino. Entah apa yang diukir pria bertato itu di kulit tubuh kekasihnya.
"Your mine Emely. " Nama Emely setiap ejaan hurufnya dibuat sedikit lebih besar dari dua kata diawalnya.
Setelah menyerahkan beberapa lembar uang, Davino kembali memakai kaos yang tadi sempat dibukanya. Sebenarnya tempat itu sudah ditutup sejam yang lalu, tapi melihat tamu yang datang adalah Davino, pemilik tempat itu langsung menyambut Davino dengan sangat baik.
__ADS_1
Davino berjalan kearah ruang depan dimana Emely menunggunya di sana. Emely memilih menunggu di Ruang depan karena sungguh dia takut melihat benda itu menusuk - nusuk tubuh Davino. Entah apa yang laki - laki itu lakukan.
" Maaf Tuan Davi, sepertinya teman wanita tuan Davi ketiduran. " Istri pemilik tempat itu, datang menghampiri suaminya dan Davino yang sudah hampir sampai di ruang depan, dimana ada Emely di sana.
" Biar saya bantu bangunkan tuan. " Lagi katanya.
" Tidak apa - apa biar saya saja. Terima kasih atas bantuannya. " Davino tersenyum mendekati Emely yang tertidur sambil menopang kepalanya dengan tangan sebelah kanan, sambil tubuhnya bersandar di sofa yang ada di pojok ruangan itu.
Setelah memposisikan Emely dengan nyaman di kursi penumpang, Davino langsung berpamitan dengan pemilik tempat itu, ucapan terima kasih terlontar dari pemilik tempat itu dan istrinya. Sungguh mereka sangat bahagia bisa membalas sedikit kebaikan Davino pada mereka. Bangunan yang mereka tempati saat ini adalah pemberian Davino dan pemilik tempat itu dulu adalah salah satu bodyguard Davino yang Davino berhentikan karena istrinya sedang mengandung. Awalnya dia menolak untuk berhenti bekerja pada Davino karena dia butuh lebih banyak uang untuk calon anaknya kelak, namun Davino memikirkan resiko yang akan dihadapi oleh Bodyguardnya tersebut jika bekerja dengannya yang melawan pembisnis kotor yang kadang kalah bisa membahayakan nyawanya.
__ADS_1
" Istri dan calon anakmu lebih membutuhkanmu dan ambil ini. " Ucap Davino saat itu sambil menyerahkan kunci dan sebuah cek.
" Mulailah membangun usaha ditempat itu, aku sudah menyediakan semuanya. Anggap saja itu hadiah dariku untuk calon anakmu. "
Begitulah pria berbadan kekar itu mengingat terakhir kalinya saat dia dipanggil menghadap ke kantor Davino.
***
Davino sedikit mengumpat ketika mendengar suara klakson dari mobil lain yang berpapasan dengan mobilnya.
__ADS_1
"Bisakah kalian berhenti membunyikan suara sialan itu. " Umpatnya.
Dia tidak ingin tidur kekasihnya terganggu. Davino ingin segera sampai di Apartemen. Agar Emely bisa beristirahat di sana. Sebelumnya nya Davino harus menghubungi Eduar, mengabarkan bahwa Emely sedang bersama dengannya. Meyakinkan Eduar bahwa kakak perempuannya baik - baik saja dan akan menginap di tempatnya. Tentu saja Davino menggunakan alibi yang membuat Eduar tidak berpikir macam - macam. Walaupun pada kenyataannya Eduar sudah mulai curiga dengan hubungan keduanya.