
Warning 19++ ⚠️
Harap bijaklah dalam membaca, buat kalian yang di bawah umur, harap skip untuk bab ini 🙏🏻
*
"Tuan muda Wu harusnya bisa bersabar, gadis ini sangat sulit keluar dari penjagaan kediaman Ma yang ketat" balas Mei Rong dengan suara manja, tak lupa meraih dan menggenggam tangan jendral muda Wu Cheng dan mengelus punggung tangannya dengan ibu jari.
Jendral Wu Cheng yang sempat kesal karna menunggu begitu lama lantas luluh dengan sikap manja dan manis gadis dihadapannya, ia lalu lantas menarik Mei Rong dan mendekapnya dalam pelukannya. Dagunya ia letakan di atas kepala Mei Rong, sesekali ia menghirup aroma rambut Mei Rong yang di tata dengan Rapi.
"Betapa aku sangat sulit untuk marah terlalu lama denganmu" gumam jendral Wu Cheng yang masih mampu untuk di dengar Mei Rong "Kau sungguh sebuah bencana yang melemahkanku" tambahnya yang membuat Mei Rong tersipu di dada bidang jendral muda Wu Cheng.
"Tuan muda Wu, berhentilah menggoda gadis muda ini" kata Mei Rong memperingati
Jendral muda Wu Cheng lantas mengurai pelukannya, ia lalu memegang kedua bahu Mei Rong dan berkata "Kekasihmu ini sedang tidak merayumu, bagaimana pun jendral ini mengatakan sebuah fakta" balas jendral muda Wu Cheng "Di ibukota kerajaan Zhang, tak ada yang bisa menyayingi kecantikanmu. Hanya Kamu dan kakak Xiao Qing adalah dua orang wanita yang paling cantik di ibukota kerajaan Zhang" tambah Wu Cheng yang membuat Mei Rong kembali tersipu, namun perasaan tersanjung yang ia rasakan hanya bertahan lama saat ia mengingat rumor mengenai putri Zhang Mu Lan yang masih hangat di perbincangkan seluruh penduduk ibukota.
"Tuan jangan seperti itu, wanita cantik di ibukota kerajaan Zhang tentu saja yang mulia putri Zhang Mu Lan" balas Mei Rong sengaja bersikap merendah, juga dengan ia berkata seperti ini, ia ingin tahu tanggapan jendral muda Wu Cheng mengenai putri Zhang Mu Lan bagaimanpun Mei Rong tahu jika rumor kecantikan putri Zhang Mu Lan juga pasti telah memasuki halaman kediaman keluarga Wu.
"Putri Zhang Mu Lan tidak bisa sebanding dengan kecantikanmu dan kakak Xiao Qing. Berhentilah merendahkan dirimu dengan menyanjung gadis jelek sepertinya, hanya karna posisinya lebih tinggi dari pada kamu" jawab jendral muda Wu Cheng yang membuat Mei Rong begitu senang dalam hatinya, namun Mei Rong masih belum puas dan ingin memastikan perkataan jendral muda Wu Cheng dan keseriusannya dalam hubungan mereka.
"Tapi apakah tuan muda Wu Cheng belum mendengar kabar burung yang beredar mengenai kecantikan yang mulia putri Mu Lan?" tanya Mei Rong memancing jendral muda Wu Cheng.
"Apakah kau akan percaya berita itu?" tanya jendral muda Wu Cheng balik yang lantas membuat Mei Rong termenung sesaat.
__ADS_1
Aku percaya, karna selama ini aku adalah orang yang menghasutnya menutupi kecantikannya dengan memakai riasan tebal.
"Mei Rong?"
Mei Rong tersentak dari lamunannya, ia lalu mendongak dan membalas tatapan jendral muda Wu Cheng yang nampak mengkhawatirkannya.
"Apa yang kau pikirkan? Apakah kau sakit?" tanya jendral muda Wu Cheng dengan nada suara yang terdengar sangat cemas.
Mei Rong memggeleng seraya berkata "Aku hanya sedang memikirkan mengenai rumor itu," jeda Mei Rong "Bagaimana jika rumor kecantikan putri Mu Lan benar? Apakah tuan muda Wu Cheng akan meninggalkanku?" tanya Mei Rong tertunduk lesu.
Jendral muda Wu Cheng mengangkat dagu Mei Rong hingga tatapan keduanya saling bertemu. Jendral Wu Cheng lalu berkata "Aku tidak peduli bahkan jika putri Mu Lan berubah menjadi cantik sekalipun, hatiku hanya ada Ma Mei Rong seorang" jawab jendral muda Wu Cheng lalu memajukan wajahnya dan menautkan bibirnya dengan bibir milik Mei Rong.
.
.
.
Gadis cantik dengan bulir - bulir keringat yang menghiasi wajahnya adalah putri bungsu dari keluarga Ma. Sedangkan pemuda yang memeluknya dengan begitu erat adalah putra sulung dari keluarga Wu. Kecantikan dan Ketampanan ibukota kerajaan Zhang telah bersatu, mungkin jika semua orang yang mengagumi mereka dan salalu menjodohkan mereka sebagai sepasang kekasih yang memiliki pesona sempurna akan senang. Namun mungkin akan banyak gadis ataupun pemuda di ibukota kerajaan Zhang yang akan patah hati mengetahui kabar tersebut.
Kisah cinta antara jendral muda Wu Cheng ataupun Ma Mei Rong memang belum tersebar. Mereka merajut asmara dengan sembunyi - sembunyi bagaimanapun keduanya memiliki sebuah ambisi yang sama yakni merebut kekuasaan tertinggi kerajaan Zhang. Hal inilah yang merupakan awal mula kedekatan mereka, mulai hanya dari sekedar menyapa dan berbasa basi, hingga mereka pun sadar memiliki kecocokan dan akhirnya bersama. Bahkan baik kedua keluarga, baik di pihak keluarga Wu ataupun keluarga Ma belum mengetahui ataupun mencium kisah asmara mereka saking pandainya keduanya menyembunyikan fakta tersebut.
Mungkin jika mereka tahu, baik Wu Cheng ataupun Mei Rong akan di nikahkan secara paksa. Terlebih kesucian Mei Rong telah lama hilang, mungkin sejak 3 bulan yang lalu. Dan saat itu usia hubungan asmara mereka masih terbilang seminggu.
__ADS_1
Mei Rong yang masih berada di masa berkembangnya tak mampu mengontrol dirinya, begitupun dengan jendral muda Wu Cheng yang tak mampu mengontrol nafsunya. Setiap kali mereka melakukan pertemuan secara rahasia, mereka selalu akan berakhir di tempat tidur dengan tubuh polos sehabis melakukan penyatuan hingga mencapai kenikmatan.
Beruntungnya sehabis mereka melakukan hubungan yang hanya di lakukan suami istri itu, Wu Cheng selalu membawa ramuan penunda kehamilan, ia selalu meneteskan ramuan yang ia bawa kedalam anggur ataupun makan Mei Rong sebelum mereka bercinta sehingga Mei Rong tidak akan pernah hamil kecuali jendral muda Wu Cheng menghentikan pemakaian ramuan itu untuk Mei Rong.
Wu Cheng lantas terbangun karna hembusan angin malam yang berhembus menerobos jendela penginapa restonan yang ia tempati sebelumnya. Karna telah melakukan percintaan yang panas, Wu Cheng sengaja membuka jendela agar udara malam hari menyapu pengap di dalam kamar penginapan mereka.
Wu Cheng mendudukan dirinya di atas peraduan, bagian bawahnya tertutup dengan selimut hingga tubuh polosnya tak sepenuhnya terekspos. Wu Cheng lalu menoleh menatap Mei Rong yang masih terlelap, lantas senyum miring pun menghiasi wajah tampannya.
"Gadis yang bodoh. Bagaimana bisa kau percaya dengan omonganku begitu saja? kau pikir aku sangat mencintaimu?" tanya Wu Cheng "Apa yang ku ucapkan adalah rayuan yang selalu ku katakan kepada wanita lain, kamu bukanlah satu - satunya gadis yang termakan oleh rayuanku. Hubungan kita hanyalah sebatas saling mencari keuntungan, karna kebetulan tujuan kita sama, aku bertahan denganmu walaupun ada banyak nona muda dengan tubuh seksi yang akan melempar dirinya padaku" tambahnya.
.
.
.
.
.
**TBC
Kamis, 28 Mei 2020**
__ADS_1