Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 78


__ADS_3

Setelah di gemparkan oleh rumor kemandulan wanita kebanggaan semua kalangan di ibukota karna bakatnya yang cemerlang, pagi ini ibukota kerajaan Zhang di gemparkan oleh penangkapan para pejabat - pejabat serta bangsawan - bangsawan hanya dengan satu malam. Seharusnya mereka tak perlu terkejut akan tindakan pihak kerajaan Zhang, namun kejadian yang datang berturut - turut seperti ini terlebih kemalangan dan kesialan yang menimpa keluarga Ma dan keluarga Wu yang bertubi - tubi membuat sebagian orang tak percaya dan sebagiannya lagi malah merasa senang akan kehancuran mereka.


Meskipun belum ada kabar yang beredar mengenai penangkapan mereka, sebagian orang beranggapan jika mungkin penangkapan mereka ada hubungannya dengan pemerintahan atau karna pihak kerajaan merasa mereka semua yang tertangkap dapat membahayakan di masa mendatang.


Tebakan mereka memang tak sepenuhnya salah, alasan utama mereka di tangkap adalah karna kejahatan mereka di pemerintahan yang merugikan banyak orang, lalu alasan lainnya karna mereka adalah ancam bagi keluarga kerajaan terutama untuk keluarga Ma yang bahkan telah memiliki sejumlah pendukung dalam rencana penggulingan keluarga kerajaan Zhang.


Disaat semua orang tengah panas membicarakan kegaduhan yang terjadi hingga dini hari, disisi lain tepatnya di halaman aula istana kerajaan Zhang nampak keluarga Ma, keluarga Wu dan keluarga para pejabat yang menjadi pendukung keluarga Ma tengah di seret paksa dan di lempat dengan kasar di halaman aula istana.


Pakaian - pakaian mewah yang biasa membalut dan membungkus tubuh mereka di tanggalkan dan tergantikan oleh pakaian lusuh berwarna putih yang kini penuh dengan bercak - bercak noda darah akibat dari penyiksaan yang mereka terima di menara penyiksaan. Wajah para nyonya maupun nona muda yang biasa mereka banggakan dengan riasan tebal yang mempercantik penampilan mereka kini penuh dengan memar dan luka, hal ini menandakan jika pihak peradilan menara penyiksaan tak memandang siapapun mereka, bahkan jika nyonya atau nona muda sekalipun semuanya akan tetap mendapat penyiksaan.


Hari masih terbilang sangat pagi, namun kaisar Wei tak ingin menunda memusnahkan para pengkhianat di hadapannya hingga ke akar - akarnya sesegera mungkin. Selain karna ia tak ingin menghabiskan banyak waktu hanya untuk menunggu proses sidang hingga penjatuhan hukuman, hal lainnya tentu saja di karnakan keberadaan putra mahkota Han Zi Xin dari kerajaan Han yang saat ini berada di kerajaan Zhang membuat kaisar Wei ingin menyelesaikan semuanya sesegera mungkin.


Pembacaan kejahatan - kejahatan para pejabat yang melakukan pengkhianatan satu persatu di bacakan, beberapa dari mereka menampilkan raut wajah keterkejutan saat tak percaya kaisar Wei menyelidiki kejahatan mereka sampai yang paling detail sekalipun tanpa sepengetahuan mereka. Mereka nyatanya memang tak akan pernah sebanding dengan kaisar Wei, hal itu baru saja mereka sadari saat sang penguasa wilayah di bawah kekuasaan ibukota kerajaan Zhang tersenyum miring seraya mengejek mereka yang lengah dan tanpa persiapan matang.


"Perdana mentri Ma Ze Dong di jatuhi hukuman penggal dan pemusnahan satu keluarga dengan kejahatan penggelapan dana upah buruh pembangunan dermaga pantai selatan, penggelapan kas negara, memanipulasi rincian dana pada buku catatan keuangan negara dan pembentukan kelompok pemberontakan untuk menggulingkan keluarga kerajaan!"


"Perdana mentri Wu Gui Ming dijatuhi hukuman penggal dan pemusnahan satu keluarga dengan kejahatan menaikan harga pajak di beberapa desa bagian perbatasan, menerima suap penyelundupan barang ilegal dan memproduksi garam secara ilegal tanpa perizinan dari negara!"


"Pejabat Ling Qi di jatuhi hukuman mati dengan meminum racun dan pemusnahan satu keluarga atas kejahatan menjadi salah satu anggota pemberontakan untuk menggulingkan keluarga kerajaan"


Terlalu banyak nama pejabat, sarjanawan dan bangsawan yang di sebutkan, saking banyaknya hal itu membuat seorang gadis cantik yang saat ini berada di sisi putra mahkota Liang merasa bosan dan ngantuk padahal hari masihlah pagi.

__ADS_1


"Mei mei pulanglah ke kediamanmu, hal mengerikan seperti ini patutnya tak perlu kau saksikan" kata putra mahkota Liang saat menyadari saudarinya terus saja menguap.


"Sangat disayangkan jika aku melewatkan kemusnahan para musuhku di masa lalu" gumamku yang membuat putra mahkota Liang mengernyit dan bertanya "Kau bilang apa?"


"Aku tak mengatakan apa - apa gege" kilahku cepat


"Tapi aku merasakan kau baru saja mengatakan sesuatu sebelumnya" kata putra mahkota Liang bersikukuh


"Mungkin hanya perasaan gege saja" balasku tenang.


Saat putra mahkota ingin membantah perkataanku dan masih keras kepala dengan pendengarannya yang memang sepenuhnya tidak salah, kaisar wei lebih dulu memotongnya saat kami berdua tak sadar pembacaan hukuman para penjahat dan pengkhianat kerajaan Zhang telah di bacakan semuanya.


Menyadari hal itu, jendral muda Wu Cheng segera berkata "Yang mulia.. hamba sama sekali tak bersalah atas perbuatan ayah hamba, seharusnya anda tahu jika hamba terlalu sibuk di garda terdepan setiap peperangan terjadi di perbatasan" belanya pada diri sendiri.


Disituasi seperti ini, menyelamatkan dirinya sendiri adalah hal yang tepat. Ia sama sekali tak peduli dengah perdana mentri Ming yang begitu terkejut dengan pembelaannya untuk dirinya sendiri, sebab bagi jendral muda Wu Cheng prioritas utamanya saat ini adalah menyelamatkan dirinya sendiri.


"Meskipun kau tahu atau tidak, tetap saja uang hasil penjualan garam ilegal yang dihasilkan perdana mentri Ming sepenuhnya di pake untuk memenuhi kebutuhanmu. Meskipun kau menolak, kau telah dibesarkan dengan uang haram hasil penjualan garam ilegal perdana mentri Ming dan satu hal lagi jika kau lupa, hukuman mati dan pemusnahan satu keluarga yang di berikan itu karna kami keluarga kerajaan ingin menghancurkan kalian sampai pada akar - akarnya agar tak ada lagi masalah atau ancaman di masa mendatang!" kata putra mahkota Liang mewakili kaisar Wei dengan nada suaranya yang dingin.


Mendengar hal itu lantas membuat jendral muda Wu Cheng terkejut, ia nyatanya tak bisa lepas. Namun selama hukuman tertunda karna pembelaannya, ia masih bisa mencari alasan yang tepat untuk menyelamatkan dirinya sendiri meskipun kondisinya saat ini sungguh sudah tak berdaya.


Jendral muda Wu Cheng terus berpikir, hingga pandangannya tertuju pada sosok gadis cantik di samping putra mahkota Liang. Senyumnya seketika terbit saat ia seakan - akan menemukan satu alasan yang bisa membuatnya terselamatkan, Zhang Mu Lan, gadis itu bisa menyelamatkan.

__ADS_1


Terlalu senang dengan apa yang ia pikirkan, jendral muda Wu Cheng melupakan rasa sakit yang ia rasakan dari setiap luka di wajahnya yang terasa berdenyut ketika ia tersenyum. Mengabaikan rasa sakit dan perih yang ia rasakan, jendral muda Wu Cheng berkata "Yang mulia putri Zhang Mu Lan, tolong selamatkan pria tak bersalah ini" pintanya yang lantas membuat semua orang menatapku tak terkecuali kaisar Wei, putra mahkota Liang dan putra mahkota Xin dari kerajaan Han yang nampak cemas apabila aku goyah. Ketiganya takut jika pertahananku luruh, terlebih mereka tahu aku pernah menyukai jendral muda Wu Cheng hingga nyaris mengilainya.


"Kita tak pernah memiliki hubungan yang seakrab ini, lantas dengan alasan apa aku menolongmu?" sindirku


"Karna anda menyukaiku!" balas jendral muda Wu Cheng yang terdengar percaya diri.


Aku yang mendengar itu lantas tersenyum miring dan berkata "Kau benar," kataku yang berhasil membuat putra mahkota Xin menahan nafasnya karna tak percaya, sedangkan jendral muda Wu Cheng tersenyum penuh kemenangan saat ia merasakan dapat melihat pembebasan untuk hidupnya. "Tapi itu dulu. Sekarang aku sama sekali tidak memiliki rasa terhadap pria yang membunuh istrinya sendiri dan tidak tahu malu sepertimu!"


.


.


.


.


.


**TBC


Jumat 28 Agustus 2020**

__ADS_1


__ADS_2