
Ma Mei Rong tentu saja tidak harus berbuat apa saat ini, pengakuan mengenai kehamilannya hanyalah sebuah kebohongan untuk mencari simpati penduduk ibokota kerajaan Zhang agar kediaman keluarga Wu menutup mulutnya dengan membiarkannya masuk dan tinggal.
Ma Mei Rong tahu bagaimana keluarga Wu begitu menjaga nama baik keluarga mereka dengan memberlakukan banyak aturan ketat yang kerap kali jendral muda Wu Cheng keluhkan. Meskipun saat ini Ma Mei Rong berhasil memginjakan kakinya dan memasuki kediaman Wu, tapi sebentar lagi nampaknya kebohongannya akan terungkap. Disaat tersudutkan seperti ini, Ma Mei Rong tidak tahu harus berbuat apa, pasalnya perdana mentri Ming sangat cerdik hingga tak mampu ia kelabuhi dengan kebohongan mengenai kehamilannya.
Andai saja ia benar - benar hamil saat ini juga, ia akan terus mendatangi kuil untuk memanjatkan doa. Namun andai ia tak hamil, satu yang Mei Rong harapkan adalah memiliki sejumlah uang dan perhiasan yang bisa ia gunakan untuk menyogok dokter ataupun tabib kerajaan yang akan memeriksanya.
"Mengapa, kau takut?" tanya jendral muda Wu Cheng yang terdengar seperti sebuah cemohan untuk Mei Rong.
"Tentu saja tidak!" balas Mei Rong berusaha tenang walaupun nyatanya saat ini ia tengah di landa ketakutan.
Jendral muda Wu Cheng menyeringai, ia lalu berkata "Percuma kau tetap mempertahankan kebohonganmu, kau yakin aku sudi menanam benihku padamu?" tanya jendral muda Wu Cheng yang entah mengapa terdengar sangat menyakitkan di telinga Mei Rong.
Meskipun jendral muda Wu Cheng mengatakan hal demikian, Ma Mei Rong tidak akan menyerah. Meskipun jika sejak awal jendral muda Wu Cheng tak memiliki perasaan padanya dan hanya menjadikannya sebagai penghangat peraduannya, tapi Ma Mei Rong telah berjanji pada dirinya untuk tidak melepaskan jendral muda Wu Cheng yang telah merebut masa depannya dengan memberikan keperawanannya begitu saja tanpa ikatan apapun.
Ma Mei Rong sejak awal telah memiliki rencana lain yakni jika ia memang tak benar - benar hamil. Ia bisa membawa masalah ini ke peradilan. Bagaimanapun di mata banyak orang akan berpendapat jika ia adalah korban. Mei Rong bisa berpura - pura lemah dan teraniaya, ia bisa bersandiwara jika jendral muda Wu Chenglah yang menggoda dan memaksanya melakukan hubungan itu.
"Meskipun aku tak hamil sekalipun, apakah kau yakin aku akan melepasmu begitu saja setelah kau merebut aset berharga dan masa depanku?" balas Ma Mei Rong sinis. "Jendral muda Wu Cheng terlalu meremehkanku. Aku bisa saja menuntutmu di peradilan kerajaan Zhang sebagai korban, dan kau pasti akan tahu bagaimana akhirnya" tambah Mei Rong tersenyum meremehkan.
Jendral muda Wu Cheng menggeram dalam hatinya, ia sangat tahu bagaimana akhir dari tuntutan Ma Mei Rong di peradilan jika hal itu benar terjadi. Ia harus menikahi Ma Mei Rong terlebih keluarga Wu adalah keluarga yang tak ingin mengambil resiko lebih. Baik sekarang ataupun nanti, ia tak bisa lepas dari jeratan wanita licik yang tengah berlutut disampingnya kini, kecuali ia membunuh Ma Mei Rong.
__ADS_1
"Tuan besar... dokter kerajaan telah tiba!" teriak pelayan mengumumkan kedatangan dokter kerajaan yang di panggil perdana mentri Ming.
Pintu ruang kerja perdana mentri Ming terbuka lebar, sosok pemuda berusia 21 tahun dengan paras tampan, senyum ramah dan tatapan mata dalam dan dingin seketika memasuki penglihatan 3 pasang mata yang ada dalam ruangan. Pemuda itu adalah Gui Feng, dokter muda kerajaan Zhang yang sangat berprestasi dan merupakan pemimpin dari depertemen balai pengobatan ibukota kerajaan Zhang.
"Dokter muda Feng, maaf karna mengganggu waktumu yang berharga hanya untuk memeriksa ******* kecil ini" kata perdana mentri Ming menatap Ma Mei Rong dengan tatapan tajam sesaat sebelum melempar pandangannya kembali pada Gui Feng.
"Perdana mentri Ming tak perlu sungkan, selama aku di bayar, aku tak masalah siapapun pasiennya" balas Gui Feng cuek.
"Ah, kau tak perlu khawatir. Aku akan membayar berapapun asalkan hasilnya akurat" kata perdana mentri Ming yang di angguki Gui Feng.
"Ah, akhirnya aku mengerti mengapa perdana mentri Ming mencariku" kata Gui Feng mengangguk - anggukan kepalanya mengerti.
Ingin rasanya Gui Feng tertawa saat ini juga saat melihat wajah yang selalu di banggakan jendral muda Wu Cheng maupun para penduduk ibukota kerajaan Zhang yang telah bengkak dan membiru. Namun, Gui Feng harus menahan diri bagaimanapun ia harus tetap mengontrol dan menjaga ekspresinya.
"Ulurkan tangan kananmu" perintah Gui Feng pada Ma Mei Rong setelah berhasil menguasai dirinya.
Ma Mei Rong menuruti perintah, dengan harap - harap cemas, ia menejamkan mata seraya berdoa semoga kali ini langit berpihak padanya dan kebohongan yang siang tadi ia sampaikan kini menjadi kenyataan.
Gui Feng mulai memeriksa denyut nadi Ma Mei Rong, ia menekannya cukup lama sehingga baik perdana mentri Ming ataupun jendral muda Wu Cheng di landa rasa penasaran. Gui Feng melepas ibu jarinya yang sempat menekan pergelangan tangan Ma Mei Rong, ia lalu beranjak bangun dari jongkoknya dan berbalik menghadap perdana mentri Ming yang telah menunggu dengan cemas hasil pemeriksaan.
__ADS_1
"Perdana mentri Ming, nampaknya nona Ma Mei Rong memang sedang mengandung. Saat aku memeriksa denyut nadinya, ada sebuah denyutan kecil lain yang walaupun masih nampak samar dan pelan berdenyut, itu bisa dipastikan adalah denyut yang di hasilkan sang janin dan aku memperkirakan usia kandungan nona Ma Mei Rong telah memasuki usia satu minggu" jelas Gui Feng
Jendral muda Wu Cheng yang mendengar hal itu jelas tidak percaya, ia lalu menjambak rambutnya kuat dan berkata "Satu minggu? ini pasti tidak mungkin, ia tak mungkin hamil disaat aku rutin memberinya obat penunda kehamilan!"
"Jendral muda Wu Cheng, terima saja kenyataan jika kau sebentar lagi akan menjadi seorang ayah. Juga mungkin saja saat kalian melakukan itu, kau lupa memberi obat penunda kehamilan dalam makanan atau minuman Mei Rong" kata Gui Feng yang seketika membuat jendral muda Wu Cheng tersadar akan sesuatu.
Kemarin adalah jadwal pertemuan mereka, dalam satu bulan terakhir, ia selalu melakukan pertemuan sekali dalam seminggu. Seminggu yang lalu sebelum hari kemarin, ia bertemu dengan Ma Mei Rong namun saat itu ia tengah bermain dengan gadis lain. Seingatnya saat itu ia menaruh obat penunda kehamilan pada gadis yang bermain bersamanya selama menunggu Ma Mei Rong, dan karna terkejut dengan kedatangan Ma Mei Rong yang memorgokinya dan juga ia terus berusaha membujuk gadis itu agar tidak marah, ia lupa memberi obat penunda kehamilan pada minuman Mei Rong sebelum mereka berhubungan. Sial, bagaimana ia bisa melakukan kesalahan seperti ini? Sekarang ia benar - benar akan terikat dan terjerat dengan Ma Mei Rong karna janin yang ada dalam kandungan wanita ****** nan licik di sampingnya.
.
.
.
.
.
**TBC
__ADS_1
Selasa, 30 Juni 2020**