
Penampilan putri Zhang Mu Lan semalam di acara perayaan ulang tahun permaisuri Yin Yin pagi - pagi buta tengah hangat di perbincangkan di ibukota kerajaan Zhang. Entah dari mana asal mula rumor itu beredar, yang jelas rumor mengenai kecantikan dan penampilan putri Zhang Mu Lan yang begitu mengejutkan membuat semua orang di ibukota kerajaan Zhang tak ingin berhenti bercerita terutama para nyonya - nyonya pejabat dan bangsawan yang kadang kerap ikut menimbrung obrolan penduduk di sepanjang pinggir jalan raya ibukota kerajaan Zhang.
"Aku merasa begitu terhormat dan bangga bisa menghadiri perayaan pesta ulang tahun yang mulia permaisuri, walaupun semalam tak ada hal yang lucu seperti 4 tahun terakhir dimana yang mulia putri Mu Lan selalu mempermalukan dirinya, tapi semalam tak kalah hebat dan memukau kecantikan dan penampilan putri Mu Lan yang menyanyikan lagu dibawah cahaya rembulan dan dengan lihai bermain dengan Qinnya" kata seorang nyonya bangsawan dengan tubuh gemuk dan riasan tebal menyuarakan betapa bangganya ia hadir dalam pesta perayaan semalam.
"Penampilan putri Zhang Mu Lan bahkan mengalahkan penampilan tarian Ma Mei Rong" timpal nyonya bangsawan lain yang lebih kurus dibanding dengan para nyonya yang turut berkumpul.
"Ma Mei Rong kini tidak ada apa - apanya dibandingkan dengan putri Zhang Mu Lan yang di ibaratkan sebuah berlian yang selama ini bersembunyi dalam lumpur" sahut nyonya bangsawan dengan kulit kuning langsat yang lantas di setujui para nyonya yang sedang berkumpul.
"Aku awalnya tak ingin datang karna berpikir perayaan yang mulia permaisuri akan sangat membosankan dan akan berakhir memalukan untuk keluarga kerajaan karna putri Zhang Mu Lan yang begitu tak tau malu. Siapa yang menyangka kita akan menyaksikan banyak pertunjukan menarik mulai dari kedatangan Ma Mei Rong bersama jendral Wu Cheng, perselisihan perdana mentri Ma Ze Dong dengan Ma Mei Rong saat ia menyadari keberadaan putri bungsunya yang telah ia buang dan terlantarkan berada di tempat yang sama dengannya, pertengkaran Ma Mei Rong dengan jendral Wu Cheng yang mencuri perhatian, hingga kecantikan putri Zhang Mu Lan yang akhirnya menunjukan wajah aslinya dibalik riasan tebalnya selama ini, dan juga penampilan putri Zhang Mu Lan yang menyihir semua orang. Aku sungguh tak menyesal datang semalam" aku seorang nyonya bangsawan yang nampak lebih muda dari yang lainnya.
.
.
.
Hari telah beranjak malam, namun seorang pemuda tampan berusia 20 tahun tak berhenti mondar mandir dengan raut wajah cemas beserta khawatir. Pemuda itu adalah putra mahkota Han Zi Xin, saat ini ia menunggu Zian pulang dari tugas yang ia berikan.
Harusnya Zian tidak anak pergi selama ini. Harusnya tangan kanannya itu telah kembali, terlebih tugas yang ia berikan lumayan mudah. Ia hanya meminta Zian mencari informasi mengenai putri Zhang Mu Lan 5 tahun terakhir, harusnya itu tak akan memangkan waktu yang lama kecuali Zian tertangkap oleh prajurit khusus kerajaan Zhang atau prajurit khusus milik putra mahkota Liang yang begitu ketat menjaga segala hal yang berkaitan dengan putri Zhang Mu Lan.
__ADS_1
Baru saja putra mahkota Xin hendak meminta bawahannya dari prajurit Yong Le untuk mencarinya, pemuda yang seusia dengannya lantas memasuki kamar yang di tempati putra mahkota Xin selama berada di kerajaan Zhang. Putra mahkota Xin cukup terkejut saat melihat penampilan tangan kanannya, saat ia hendak bertanya, sosok pemuda yang melangkah di belakang Zian sudah cukup memberinya jawaban jika Zian tertangkap.
"Aku tidak tahu jika putra mahkota Han Zi Xin mulai menggali informasi pribadi kerajaan Zhang, dan mengirim seorang mata mata. Aku berpikir hubungan kerajaan Zhang dan kerajaan Han sangat baik, tapi siapa yang menyangka jika kerajaan Han mulai bergerak. Apakah kau ingin menusuk kerajaan Zhang dari belakang?" tanya putra mahkota Liang nampak tidak senang saat memasuki kamar yang di tempatinya.
"Kau salah paham!" bela putra mahkota Xin yang membuat putra mahkota Liang mendengus.
"Benarkah?" tanyanya dengan nada mencemoh "Jika aku memang salah, jelaskan mengapa kau mengirim salah satu prajurit Yong Le-mu memata - matai kediamanku?" tanya putra mahkota Liang yang berhasil membuat kedua mata putra mahkota Xin melotot karna terkejut dengan apa yang baru saja di dengarnya.
"Zian apa yang kau lakukan kesana?" tanya putra mahkota Xin melalui tatapannya
Zian lantas membalas pertanyaannya dengan berkata "Aku kesasar" katanya dengan kepala menunduk malu.
Mendesah pasrah karna rencana awalnya gagal karna kecerobohan bawahannya, putra mahkota Xin tak punya pilihan lain selain menceritakan semua dengan jujur agar tidak terjadi perselisihan antara kerajaan Han dan kerajaan Zhang yang berujung pada permusuhan dan peperangan. Sebelum putra mahkota Xin mengakui semuanya pada putra mahkota Liang yang masih setia menuntut penjelasannya malam ini, putra mahkota Xin terlebih dahulu menatap Zian dan berkata "Tak seharusnya aku mengharapkanmu Zian, kau malam merusak segalanya karna kecerobohanmu" gumam putra mahkota Xin lirih namun masih mampu di dengar oleh Zian yang berdiri tidak jauh darinya dengan kepala menunduk bersalah.
"Putra mahkota Zhang Yong Liang, ada baiknya jika anda duduk terlebih dahulu" pinta putra mahkota Xin "Aku tak punya pilihan lain selain menjelaskan semuanya dengan jujur, ini demi masa depan kerajaan Han dan kerajaan Zhang, aku berharap putra mahkota Liang mau mendengar tanpa memotong penjelasanku" tambah putra mahkota Xin yang di angguki putra mahkota Liang yang akhirnya memilih duduk di salah satu kursi yang melingkari meja bundar yang terletak di tengah - tengah ruangan.
Putra mahkota Xin menghembuskan hafasnya kasar sebelum berkata "Sebelum aku menjelaskan semuanya, bisakah kau melepaskan tangan kananku, aku ingin memberinya hukuman" pinta putra mahkota Xin yang langsung di angguki putra mahkota Liang "Kau tentu saja bisa mengambilnya, lagian aku sudah tidak membutuhkannya lagi"
Putra mahkota Xin yang mendengar jawaban putra mahkota Liang lantas memanggil Zian kesisinya dengan isyarat tangan, Zian lantas mendekat di hadapan putra mahkota Xin yang nampak sangat kesal.
__ADS_1
"Yang mulia putra mahkota.. aku besalah, mohon maafkan aku" kata Zian penuh sesal.
"Aku sudah menyuruhmu pergi bersama beberapa prajurit Yong Le, tapi kau tetap saja keras kepala ingin melakukannya sendiri seakan - akan kau mampu menyelesaikan tanpa bantuan orang lain. Kau terlalu angkuh dan egois hingga kau lupa jika memiliki penyakit buta arah, Zian aku tak tahu harus berbuat apa padamu, kamu mengacaukan semuanya dan sekarang aku ... " putra mahkota Xin mendesah "Sudahlah, demi masa depan kerajaan Han, aku akan menceritakan semua masalah pribadiku, dan itu semua karnamu!" kata putra mahkota Xin kesal
"Hamba yang rendah ini bersalah, hamba pantas mendapat hukuman" kata Zian
"Kau memang pantas mendapat hukuman, dan aku akan memberinya setelah ini!"
.
.
.
.
.
**TBC
__ADS_1
Sabtu 1 Agustus 2020**