Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 64


__ADS_3

Keesokan paginya putra mahkota Xin memanggil Zian. Zian adalah orang kepercayaan putra mahkota Xin dan merupakan salah satu prajurit YongLe miliknya. Sejak terbangun dari tidurnya karna mimpi kejadian 5 tahun yang lalu yang pernah ia alami dengan sosok gadis yang berbeda, hal itu membuatnya terus kepikiran dan sulit untuk menyambung tidurnya. Alhasil dibawa mata putra mahkota Xin sedikit menggelap, wajah tampannya nampak kuyu dan hal itu membuat pangeran Ming yang saat ini mengunjungi kamarnya nampak khawatir dan juga penasaran secara bersamaan.


"Sebenarnya aku tak ingin menanyakan ini, tapi melihat kondisi dan suasana hati gege yang jauh dari biasanya membuatku menjadi penasaran" kata pangeran Min mulai membuka percakapan dengan putra mahkota Xin yang nampak tersentak dari lamunannya.


"Gege sedari tadi aku melihatmu, kau terlalu banyak diam dan melamun. Hal apa yang kau pikirkan dengan sangat serius?" tanya pangeran Ming pada akhirnya menyuarakan pertanyaan yang mewakili rasa penasarannya yang tinggi mengenai kehidupan saudaranya.


Entah mengapa pangeran Ming begitu tertarik dan penasaran dengan kisah putra mahkota Xin, mungkin karna saudaranya sejak dulu selalu datar, dingin dan serius, sehingga masalah apapun yang bersangkutan dengannya selalu menarik untuknya. Beruntungnya putra mahkota Xin meskipun datar, dingin dan selalu serius dalam segala hal, ia tak pernah menyembunyikan apapun padanya atau pada Ayahanda kaisar Zheng. Ia selalu terbuka pada anggota keluarganya dan orang kepercayaannya, tapi tidak dengan orang lain yang bisa saja menjatuhkan dengan menusuknya dari belakang.


Selain itu, hal yang patut pangeran Min syukuri adalah hubungan keduanya begitu akur dan harmonis. Hal ini kerap kali menjadi pertanyaan para pejabat mengenai dirinya yang nampak santai dan tak ingin bersaing dengan putra mahkota Xin dalam memperebutkan takhta. Jika boleh jujur, ia memang tak tertarik dengan kekuasaan. Sebab ia tahu bebannya akan semakin bertambah banyak dan ia tak ingin saling melukai dengan putra mahkota Xin hanya karna masalah kekuasaan, kedudukan dan jabatan. Ia lebih memilih hidup sederhana bagaimanapun ia telah lelah hidup di dalam istana yang begitu keras dan ketat akan peraturannya.


"Kau masih ingat dengan kejadian 5 tahun yang lalu?" tanya putra mahkota Xin membangunkanku dari pikiranku


"Maaf gege, bisakah kau ulangi? Konsentrasi dan kefokusanku tadi tidak berada disini" aku pangeran Ming yang membuat putra mahkota Xin menghembuskan nafas kasar "Aku hanya akan mengulangnya sekali, jadi dengarkan baik - baik!" tegas putra mahkota Xin yang di angguki pangeran Ming.


"Apakah kau masih ingat kejadian 5 tahun lalu dimana aku terluka pada umur 15 tahun saat berburu di festival musim gugur yang di adakan kerajaan Han dan kerajaan Zhang di perbatasan?" tanya putra mahkota Xin panjang lebar.


Pangeran Ming jelas mengangguk dan menjawab "Tentu saja aku sangat ingat bagaimana paniknya Ibunda permaisuri saat rombongan yang pergi bersamamu mengatakan gege hilang, Ibunda bahkan sampai memarahi Ayahanda kaisar karna tak segera mencari gege. Saat itu usiaku 12 tahun, aku hendak ikut mencari gege saat Ayahanda menurunkan prajurit untuk mencarimu, namun aku dilarang Ibunda permaisuri. Akhirnya aku hanya menunggu rombongan yang mencari gege kembali bersama gege yang berbalut mantel bulu beruang coklat dengan lengan kiri terluka namun telah terlilit potongan kain sutra" jelasnya tidak kalah panjang.


"Lalu apa hubungannya dengan kejadian ini dan keadaanmu saat ini gege?" tanya pangeran Ming yang mulai bosan dengan pembahasan mereka yang berbelit - belit.


"Aku tak bisa langsung pada intinya, sebab kau harus mendengarkannya dengan detail sehingga aku tak mengulang berulang kali" balas putra mahkota Xin dengan nada terdengar kesal


"Baiklah, aku mengalah!" kata pangeran Ming menyerah.


"Kejadian 5 tahun itu tentu saja ada kaitannya dengan keadaanku. Semalam aku memimpikan kembali kejadian itu" kata putra mahkota Xin yang membuat pangeran Ming nampak berbinar karna pembahasan kali ini nampak lebih menarik.

__ADS_1


"Apakah dalam mimpi gege semalam, gege kembali bertemu dengan dewi penolongmu?" tanya pangeran Ming yang di balas anggukan putra mahkota Xin.


"Lalu?"


"Katakan apa yang terjadi setelahnya!" desak pangeran Ming menggebu - gebu.


"Aku melihat gadis itu berubah wujud menjadi gadis remaja berusia 14 atau 15 tahun, tapi..." Kalimat putra mahkota Xin menggantung dan hal itu membuat pangeran Ming semakin penasaran.


"Tapi apa?" tanyanya


"Gege kau jangan membuatku penasaran seperti ini" keluhnya


Putra mahkota Xin mendesah dan pada akhirnya ia melanjutkan kalimatnya dengan berkata "Aku melihat sosoknya yang sangat mirip dengan putri Zhang Mu Lan, aku menduga jika benar gadis itu putri Zhang Mu Lan, maka memang sangat tidak mungkin prajurit Yong Le menembus pertahanan dan mencuri informasi mengenai gadis yang selama ini yang ku cari jika memang itu dia"


Pangeran Ming yang mendengar hal itu lantas mengerjap beberapa kali. Ia membatu karna begitu terkejut dengan perakataan putra mahkota Xin baru saja, ia sulit percaya namun jika tebakan putra mahkota Xin benar bukannya itu tidak mungkin. Ia tahu sejak 3 tahun yang lalu saat putra mahkota Xin mulai membentuk prajuritnya, ia memberi tugas khusus di luar tugas utama mereka yakni mencari gadis yang pernah menolong putra mahkota Xin. Tugas ini jelas langsung di tangani Zian yang merupakan sahabat yang putra mahkota Xin percaya sekaligus wakil pemimpin prajurit Yong Le.


"Lalu apa yang akan gege lakukan?" tanya pangeran Ming setelah cukup lama terdiam dan memikirkannya dengan seksama


"Aku akan meminta Zian mencari tahu hal ini selama kita masih di kerajaan Zhang" jawab putra mahkota Xin


"Jika Zian kembali tak mendapat hasil, langkah dan rencana apa yang akan gege lakukan?" tanya pangeran Ming lagi


"Aku tak punya pilihan lain selain menanyakan hal itu secara langsung pada Kaisar Wei, putra mahkota Liang atau pada putri Zhang Mu Lan secara langsung. Dan kurasa kita akan kembali keistana di luar rencana" jawab putra mahkota Xin yang di angguki pangeran Ming.


"Bagaimana jika gadis itu memang putri Zhang Mu Lan?" tanya pangeran Ming lagi

__ADS_1


"Aku akan tetap memenuhi janji dan sumpahku!"


.


.


.


.


.


**TBC


Kamis 30 Juli 2020


Teruntuk para pembaca yang setia menunggu updatean cerita ini, saya selaku penulis memohon maaf apabila cerita ini masih memiliki banyak kekurangan terutama typo yang masih bertebaran dan jumlah word yang kadang masih kalian rasa belum cukup 🤧.


Akhir - akhir ini jujur penyakit malas saya kambuh. Mungkin karna saya terlalu berpatokan pada Vote yang belum kunjung meningkat, apakah mungkin yang memberi vote hanya para pembaca setia yang selalu memberi poin? Jujur angka 4,3 bintang yang di peroleh cerita ini sungguh mempengaruhi mood nulisku, hingga kadang - kadang aku berpikir mungkin balik ke WP aja, 9,20K lebih Followerku masih menunggu aku kembali dan melanjutkan karyaku disana 😥.


Haduh saya malah kelabakan curhat 🤦🏻‍♀️


*Finally makasih buat dukungan semangat serta vote kalian, saya sedang berusaha cerita ini segera selesai. Doakan idenya tetap ngalir dan buat para pembacaku yang sesama muslim, saya mengucapkan HAPPY EID AL ADHA MUBARAK 🎉🎉 MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🙏🏻


Terakhir, jangan lupa vote dan like 😘

__ADS_1


Jangan lupa follow akun IG. @yung379_


dan @Detectiveconan.case***


__ADS_2