Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 9


__ADS_3

Aku bergegas beranjak dari peraduanku, bergegas membersihkan diri dengan air dingin. Rasa sejuk masih kurasakan, bahkan tubuhku masih bergetar sehabis mandi dengan air dingin. Aku mungkin bisa saja meminta untuk disediakan air hangat, namun jam seperti ini kebanyakan penghuni kerajaan masih terlelap. Mungkin jika sikapku masih seperti dulu, aku akan memaksa mereka bangun untuk menuruti perintahku, jika tidak, aku akan memberi mereka hukuman dengan kejam. Namun itu aku yang dulu, kini aku tengah berusaha berubah dan memperbaiki kesalahanku.


Saat ini aku menuju ruangan samping permandian, ruangan itu penuh dengan pakaian dan perhiasanku yang disiapkan ibunda permaisuri dengan sangat lengkap. Aku mengambil hanfu berwarna biru muda, memakainya dengan cepat dan tak lupa mengambil mantel bulu rubah putih untuk menjaga suhu tubuhku tetap hangat. Rambutku ku biarkan tergerai, hanya ada satu jempitan yang kusematkan pada rambut panjang sepinggangku. Setelah berpakaian, aku lantas keluar dari ruangan pakaianku dan bergegas menuju ruang kerja Ayahanda kaisar Wei yang ada di istana utama Han.


Aku merapatkan mantel bulu rubah putihku saat angin berhembus kencang. Rasa dingin yang menyapu permukaan kulitku membuatku sedikit gemetar, walaupun demikian aku terus berjalan menembus dinginnya angin dini hari demi menebus dosa - dosaku.


"Aku hanya perlu membujuk Ayahanda kaisar, jika perlu aku akan mengatakan alasan sebenarnya dari keinginanku keluar istana. Mungkin ayahanda kaisar akan luluh dan akhirnya menemaniku"


Karna terlalu asik dengan pikiranku, tak terasa aku telah memasuki halaman istana Han. Para peajurit yang melakukan tugas berkeliling demi keamanan menyapaku hingga aku tersentak dari lamunan dan menyadari jika kini aku telah sampai pada tujuanku.


"Ah, bangunlah" kataku pada beberapa prajurit yang menyapa dan memberi salam hormat.


Mereka lantas bangun dan meminta izin pamit padaku yang hanya ku tanggapi dengan anggukan dan senyum tipis. Sepeninggalan mereka, aku lantas segera memasuki istana Han dan melangkahkan kakiku menuju ruang kerja Ayahanda kaisar Wei.


Saat aku membuka pintu, sesuai dengan harapan, Ayahanda kaisar Wei berada dibalik meja kerjanya. Raut wajahnya nampak serius dan tegas, meskipun begitu, ia masih saja tetap tampan di usianya yang tidak lagi muda. Aku melangkah mendekat ke meja kerja Ayahanda dengan sangat pelan dan hati - hati, namun memang pada dasarnya telinga Ayahanda kaisar Wei setajam serigala, ia dengan cepat mendongak dan memberinya tatapan setajam mata elang.


Seketika aku meringis takut saat mendapati tatapan waspada Ayahanda kaisar Wei. Bagaimanapun kedua mata kelamnya memancarkan kekejaman. Aku tahu Ayahanda tidak sengaja melakukan hal itu, sebab saat ia menyadari bahwa yang berada diruangan yang sama dengannya adalah aku, pria paruh baya itu segera melunakan tatapannya. Pancaran cinta dan kasih sayang seorang ayah kini terpancar di kedua matanya, ia dengan cepat memberinya seulas senyum menenangkan.


Aku dengan cepat membalas senyumnya, lalu memberi Ayahanda salam hormat sebagai anak yang berbakti juga sebagai seorang putri kerajaan yang taat akan aturan dan tata krama "salam hormat dari hamba kepada Yang mulia kaisar Wei, semoga yang mulia di beri kesehatan dan umur yang panjang sehingga bisa memakmurkan seluruh rakyatnya dengan adil dan dermawan" kataku tak lupa membungkuk 90 derajat.


"Bangunlah putri Mu Lan," perintah Kaisar Wei "Zhen* berterima kasih untuk doa yang turut putri kesayangan kaisar ini panjatkan" tambahnya dengan perasaan haru.


"Ayahanda maafkan atas kelancanganku yang mengganggu pekerjaan Ayahanda, tapi -- Aku menjeda seraya menghembuskan nafas kasar -- aku datang kemari ingin meminta sesuatu pada Ayahanda" tambahku yang membuat kaisar Wei terkekeh.


"Jadi kalimat manis yang Lan'er kami ucapkan memiliki maksud terselubung?" tanya kaisar Wei yang langsung ku balas dengan gelengan.

__ADS_1


"Bukan begitu!," kataku menyangkal dengan cepat perkataan Ayahanda kaisar Wei walaupun ku tau Ayahanda hanya sedang bercanda dan menggodaku "Aku memanjakan doa untuk Ayahanda dengan tulus, tapi aku ingin meminta sesuatu pada Ayahanda adalah hal yang lain" tambahku.


"Lalu hal apa yang putri kami minta hingga ia mendatangi Ayahandanya sepagi ini?" tanya kaisar Wei


Aku mengambil nafas terlebih dahulu sebelum menghembuskannya secara perlahan, lalu mulai menceritakan keinginanku memiliki seorang pengawal pribadi karna insiden kecelakaan yang menimpaku terakhir kali. "-- Aku bukannya meragukan kemampuan prajurit kerajaan Zhang, hanya saja Ayahanda pasti tahu jika ada beberapa di antara mereka bukan lagi bawahan setia kerajaan Zhang, melainkan musuh atau bahkan mata - mata dari musuh yang saat ini masih bersembunyi di balik kegelapan," aku mengatakan hal ini bukan tanpa alasan, musuh yang ku maksud diantara prajurit kerajaan Zhang tentu saja jendral muda Wu Cheng, sedangkan musuh kerajaan Zhang yang masih bersembunyi di balik kegelapan adalah pedana mentri Ma Ze Dong yang merupakan ayah dari nona muda Ma Mei Rong dan perdana mentri Wu Ge Ming yang merupakan ayah dari jendral muda Wu Cheng. "-- hal inilah yang membuatku mempertanyakan kesetiaan mereka. Hingga aku berpikir mungkin merekrut dan membesarkan orang sendiri lebih baik dari pada mengambil orang lama yang bisa saja merupakan mata - mata dari pihak musuh" tambahku yang cukup membuat kaisar Wei terkejut


Saat menyadari perkataanku, aku lantas memejamkan mataku sesaat seraya memaki diriku sendiri dalam hati. Aku lupa jika sifatku sangat bertolak belakang dengan apa yang ku tunjukan saat ini, maka wajar saja jika Ayahanda kaisar terkejut sama seperti putra mahkota Liang saat kami keluar istana tempo hari.


"Putriku, sejak kapan pengetahuanmu meningkat pesat dan tajam seperti ini?" tanya kaisar Wei masih belum mampu mengontrol keterkejutannya.


"Ayahanda, hal itu tidak penting saat ini -- kilahku -- aku butuh pengawal pribadi agar insiden kecelakaan yang menimpaku terakhir kali tidak terulang. Aku takut, jika ada seseorang yang sengaja mencelakaiku saat itu"


Kaisar Wei nampak termenung dan berpikir. Sebenarnya apa yang dikatakan putrinya benar, ia butuh pengawal pribadi terlebih saat itu prajurit khusus dibawah naungannya saat itu menurunkan pengawasan mereka terhadap putri Mu Lan, sehingga kecelakaan yang tak di inginkan pun akhirnya terjadi. Awalnya ia dan putra mahkota Liang memikirkan hal yang sama, ada seseorang yang berniat mencelakai putri Mu Lan. Mungkin orang itu telah mengendus jika putri Mu Lan adalah kelemahan terbesar kerajaan Zhang.


"Lalu pengawal seperti apa yang Lan'er inginkan?" tanya kaisar Wei pada putrinya


"Siapa pemuda beruntung itu, Ayahanda akan meminta seseorang untuk segera mencarikan dia untukmu" kata Ayahanda yang langsung ku balas gelengan ketidak setujuan.


"Pemuda itu adalah Bo Qing. Tapi untuk masalah mencarinya, aku ingin turun tangan sendiri, dan Ayahanda harus mau menemaniku" balasku tak lupa memberi tatapan memelas pada Ayahanda kaisar agar ayahandanya itu luluh.


Kaisar Wei mendesah berat, ia lalu berkata "Baiklah, Ayahanda akan menemanimu" katanya yang membuatku bersorak dalam hati karna berhasil meluluhkan kaisar Wei kerajaan Zhang.


.


.

__ADS_1


.


.


.


**TBC


Minggu, 17 Mei 2020


IG. yung379_


Wp. Baekhyun_G


Tiga bab dulu 🤣🤣 minggu depan baru lanjut lagi 🤭


Ohiya mau tau dong, apakah di antara para pembaca ada yang suka Detective Conan? kalau ada kita satu sarver ❤


Gabung yuk bareng kita di grup WA Komunitas Detective Conan Indonesia (KDCI)


disana kita saling share masalah conan, manga, mkv bahkan movienya 😂 dan yang paling penting, aku ada di sana 🤭.


Yang mau gabung silahkan Chat Admin grup


Admin : +6287784735577

__ADS_1


Syarat masuknya gampang, kamu tahu tentang anime Detective Conan 💙**


__ADS_2