
Baru saja keluarga kediaman Ma bernafas lega karna pihak keluarga kerajaan Zhang memaafkan perbuatan Ma Mei Rong dengan alasan jika baik Ma Mei Rong dan putri Zhang Mu Lan masih kekanakan, keduanya hanya saling bermain dan bercanda sehingga masalah keduanya hanya sampai disitu. Namun setelah masalah menyinggung keluarga kerajaan yang Ma Mei Rong ciptakan, ia kembali menciptakan masalah baru dimana siang ini ibukota kerajaan Zhang di gegerkan oleh rumor mengenai perbuatan buruk dan bejat Ma Mei Rong bersama jendral muda Wu Cheng semalam.
Amarah telah menguasai perdana mentri Ma Ze Dong, ia sungguh malu telah membesarkan putri murahan yang bahkan nilainya lebih renda dari para ******* yang mendapat bayaran. Sepulangnya ia menghadiri rapat pagi istana, raut wajahnya nampak menggelap, wajah yang selalu ramah itu kini nampak tak bersahabat.
"Seret Mei Rong kemari!" perintah perdana mentri Ma Ze Dong mutlak saat baru saja ia berada di halaman kediaman keluarga Ma.
Para penjaga kediaman Ma lantas menuruti perintah dan tak berselang berapa lama merekapun kembali membawa Ma Mei Rong yang sepanjang perjalanan menuju halaman utama kediaman Ma terus meronta, memarahi dan bahkan memaki mereka.
"Apa yang kalian lakukan? Aku adalah nona muda kedua kediaman Ma, lepaskan tangan kotor kalian dariku!" teriak Ma Mei Rong yang kini jaraknya sudah semakin dekat dengan perdana mentri Dong.
Para penjaga dengan kasar menghempaskan Ma Mei Rong sehingga gadis berusia 15 tahun itu terjatuh tepat di hadapan perdana mentri Dong. Ma Mei Rong yang mendapat perlakukan demikian jelas tidak terima, ia dengan geram berteriak.
"YAKK, AKU ADALAH NONAMU, BERANI - BERANINYA KALIAN MEMPERLAKUKANKU SEPERTI INI. KALIAN INGIN AKU HUKUM, HAH?" bentak Ma Mei Rong
"BERHENTILAH BERMIMPI, MULAI SAAT INI KAU BUKAN BAGIAN DARI KELUARGA MA. PENJAGA SERET DAN USIR ****** INI KELUAR DARI KEDIAMAN KELUARGA MA!" Putus perdana mentri Dong lantas berlalu meninggalkan Mei Rong yang kini kembali di seret paksa dan begitu kasar oleh para penjaga kediaman Ma.
"Ayah.. Kau tidak boleh mempelakukanku seperti ini. Aku anakmu, bagaimana kau dengan tega membuangku dan memutuskan darah denganku" teriak Mei Rong berusaha meronta dan membebaskan diri dari para penjaga kediaman Ma.
"Lepaskan!"
"AKU BILANG LEPASKAN AKU!" Teriak Mei Rong
Sayangnya segala teriakan dan makian Mei Rong sama sekali tak membuat para penjaga mendengar perintah Mei Rong yang meminta mereka untuk melepaksannya. Mereka dengan kasar dan kejam mendorong Mei Rong keluar dari kediaman keluarga Ma hingga gadis berusia 15 tahun itu tersungkur jatuh di jalanan dan di saksikan oleh para penduduk ibukota kerajaan Zhang yang saat ini tengah berkumpul, atau berlalu lalang di jalanan perumahan para petinggi kerajaan.
Mei Rong sama sekali tidak peduli dengan tatapan dan makian semua orang yang dengan terang - terangan menghujat dan memakinya, saat ini yang ada di pikirannya segera beranjak bangun dan menggedor pintu gerbang masuk kediaman keluarga Ma dan memohon belas kasih Ayahnya.
"Ayah... ibu... buka pintunya"
__ADS_1
"Kalian tidak bisa memperlakukanku seperti ini, aku masih tetap anakmu. Kalian tak bisa memutuskan darah begitu saja!" teriak Mei Rong memukul pintu gerbang kediaman Ma sekuat tenaga.
**Buk!
Buk!
Buk**!
"Ibu.. bukan pintunya, aku masih anak kalian, hiks.. hiks.." kata Mei Rong mulai terisak
Tak pernah ada dalam bayangan ataupun pikiran Mei Rong akan tiba hari dimana semua keburukan dan kebejatannya bersama jendral muda Wu Cheng akan terbongkar dan menjadi bahan ejekan dan bualan para penduduk ibukota kerajaan Zhang yang kini telah berhasil menenggelamkannya dengan ludah.
Segala makian dan hujatan yang ia dapatkan begitu menyakitkan, terlebih kenyataan jika keluarga kediaman Ma telah mengusirnya dan memutuskan hubungan darah dengan sungguh membuat Ma Mei Rong begitu terpukul. Hanya karna tak ingin di permalukan dan menjadi bualan dan olokan para penduduk ibukota kerajaan Zhang atas masalah yang ia ciptakan, keluarga kediaman Ma dengan tega mengusinya yang jelas - jelas darah dagingnya sendiri agar hinaan yang mereka terima dari para penduduk kerajaan Zhang pada akhirnya akan terlempar semua kepadanya sebab keluarga kediaman Ma tak memiliki hubungan apapun dengan dirinya.
Andai saja Mei Rong tahu akan di perlakukan seperti ini, harusnya ia memilih melarikan diri dengan pakaian dan semua perhiasannya subuh tadi. Sekarang ia hanya bisa menyesal dan meratapi kenyataan jika saat ini ia bukan lagi siapa - siapa, ia bukan lagi nona muda kedua kediaman Ma, ia bukan lagi gadis nomor 1 yang selalu di kagumi dan di puja, sekarang di mata semua orang yang ada di ibukota Zhang, ia hanyalah gelandangan dan gadis yang menjijikan.
Ah, betapa bodohnya ia melupakan kekasihnya. Harusnya saat ini ia menemui jendral muda Wu Cheng dan menuntut tanggung jawab dari kekasihnya itu atas masalah ini. Mei Rong lantas beranjak bangun, ia lalu mentap pintu gerbang keluarga kediaman Ma dengan tatapan dalam, ia lalu berkata "Aku akan membalaskan semua perbuatan kalian hari ini padaku!"
.
.
.
Mei Rong menatap bangunan besar di hadapannya dengan rasa percaya diri, ia tahu jika jendral muda Wu Cheng akan senang mengetahui kedatangannya. Maka dari itu, dengan membusungkan dada dan mengangkat kepalanya dengan angkuh, Mei Rong berjalan menuju pintu gerbang keluarga kediaman Wu.
Mei Rong tak peduli dengan bisikan semua orang - orang yang berlalu lalang di depan kediaman keluarga Wu, ia tak peduli dengan semua ocehan, makian dan sindiran yang mereka lontarkan secara terang - terangan sebab Mei Rong yakin jika sebentar lagi ia akan masuk dan menjadi bagian dari keluarga Wu.
__ADS_1
"Beri jalan, aku Ma Mei Rong ingin bertemu dengan jendral muda Wu Cheng" kata Mei Rong sedikit kesal dengan kedua penjaga gerbang masuk yang menahannya dengan menyilangkan tombak mereka tepat di hadapannya.
"Tuan besar tak membiarkan anda masuk dan datang kemari!" tegas salah satu penjaga.
"Apa maksudmu? Aku kekasih jendral muda Wu Cheng, bagaimana bisa perdana mentri Wu melarangku masuk setelah apa yang putranya lakukan padaku!" teriak Mei Rong putus asa.
"Nona, kami hanya menjalankan perintah. Ada baiknya anda segera pergi dan tidak membuat keributan sebelum kami berlaku kasar pada anda" kata penjaga dengan postur tubuh tinggi dan tegap.
"Kalian berani mengusirku dengan kasar?" tanya Mei Rong tidak percaya "Setelah aku di pakai tuan muda kalian hingga hamil seperti ini, kalian masih ingin mengusirku?"
"Ha-hamil?" tanya kedua penjaga dengan nada terkejut yang tak mampu di sembunyikan.
"Yah, aku hamil. Dan anak dalam kandunganku adalah anak jendral muda Wu Cheng!"
.
.
.
.
.
**TBC
Senin, 29 Juni 2020**
__ADS_1