Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 40


__ADS_3

Walaupun putri Zhang Mu Lan memaafkan perbuatannya kemarin, namun dampak dari kesalahan, kecerobohan, sikap tidak sopan dan lancangnya berimbas buruk dan pada akhirnya kesalahannya itu pun harus mencoreng nama baiknya dan juga reputasi kediaman Ma hanya dalam semalam. Rumor mengenai dirinya meneriaki putri Zhang Mu Lan kemari siang telah tersebar, bahkan pagi ini tengah panas di perbincangkan para penduduk ibukota kerajaan Zhang.


Hari masih terbilang sangat pagi, namun Ma Mei Rong telah berada di tengah aula utama utama kediaman keluarga Ma. Tak perlu terlalu lama memikirkan alasan kenapa ia berada disini pagi sekali, tentu saja keberadaannya disini akan membahas masalah kesalahan yang ia perbuat kemarin.


"Berlutut!" Tegas Ma Xiao Qing yang pagi buta datang ke kediaman Ma setelah mendengar rumor yang bereda hanya dalam semalam mengenai perilaku saudarinya.


Ma Mei Rong menekan kemarahannya dalam hati, ia lantas menuruti perintah Ma Xiao Qing walaupun sejujurnya ia sangat berat melakukan perintah saudarinya. Jika saja di hadapannya tak ada Ayahnya, ia tak akan menuruti permintaan Ma Xiao Qing yang telah ia anggap sebagai musuhnya sendiri.


Mungkin kebanyakan orang beranggapan mereka berdua adalah kakak beradik yang harmonis, sayangnya mereka berdua tak seakrab itu. Selama ini mereka selalu berpura - pura dan bersandiwara di depan banyak orang seakan - akan mereka saling menyayangi, nyatanya meraka hanyalah bagaikan orang asing yang hanya mementingkan diri sendiri. Jika saja mereka mungkin tak terlahir di keluarga yang sama, Ma Mei Rong yakin jika Ma Xiao Qing tidak akan membuang - buang waktunya yang berharga datang kemari di pagi - pagi buta seperti ini.


"Ayah memanggilku?" tanya Ma Mei Rong saat tiba di aula utama kediaman Ma yang mana dalam aula telah berada perdana menti Ma Ze Dong, Ma Xiao Qing dan Lao Yu Zhu


"Tak perlu basa basi, berlutut dan akui kesalahanmu!" perintah Ma Xiao Qing yang membuat Ma Mei Rong menatapnya dengan tatapan sinis.


Tak banyak yang tahu jika baik Ma Xiao Qing ataupun Ma Mei Rong memiliki hubungan yang buruk, mereka berdua memang bersaudara, namun hubungan mereka tidaklah harmonis seperti yang selalu mereka pamerkan dan nampakan di khalayak ramai ibukota kerajaan Zhang.


Jika mereka menghadiri jamuan pesta baik pesta undangan dari para nyonya pejabat atau bangsawan, mereka akan bersandiwara dan berpura - pura jika hubungan antara keduanya baik. Sandiwara dan kepura - puraan mereka yang begitu sempurna telah membuat semua orang di ibukota kerajaan Zhang beranggapan jika mereka adalah dua saudari yang penuh kasih sayang.


Namun faktanya baik Ma Mei Rong dan Ma Xiao Qing saling menyimpan kebencian satu sama lain. Mungkin jika saja mereka tak memiliki hubungan darah, Ma Mei Rong yakin jika Ma Xiao Qing akan bersikap dingin dan menganggapnya sebagai orang asing.


"Apakah kau tuli? Aku menyuruhmu berlutut dan mengakui kesalahanmu, Ma Mei Rong!" teriak Ma Xiao Qing berang.


"....."


Ma Mei Rong sama sekali tak ingin mendengar teriakan penuh amarah dari Ma Xiao Qing, ia tak ingin menurutinya sebab egonya menolak menuruti perkataan wanita yang sangat ia benci.


"Beraninya kau mengabaikan perintahku, kau ingin aku pukul, hah?" gertak Ma Xiao Qing dengan cepat menghampirinya dan hendak melayankan satu tamparan pada pipi Ma Mei Rong jika saja sarjanawan muda Lao Yu Zhu tak mencekal lengan Ma Xiao Qing dengan cepat.


"Ma Xiao Qing!" tegur sarjanawan Lao Yu Zhu tak lupa dengan memberi istrinya itu dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Ma Xiao Qing mendengus, ia dengan kasar menyentak tangan Lao Yu Zhu agar cekalannya terlepas. Jika saja saat ini tak ada perdana mentri Ma Ze Dong dalam aula utama kediaman Ma, Ma Xiao Qing jelas tidak akan mengalah pada pria yang memiliki penyakit menyimpang seperti Lao Yu Zhu. Sayangnya saat ini Lao Yu Zhu menekan kelemahannya dengan keberadaan perdana mentri Ma Ze Dong yang sedari tadi diam namun mengeluarkan aura dingin yang mencekam. Ma Xiao Qing menekan kemarahannya dalam hati, dan dengan terpaksa kembali ketempat duduknya karna takut Ayahnya memarahinya karna tidak mendengar dan mematuhi teguran dari sarjanawan Lao Yu Zhu.


"Mei Rong!" panggil perdana mentri Ma Ze Dong yang akhirnya mengeluarkan suara.


"Y--yah.. Ayah" jawab Ma Mei Rong takut


"Kau tahu kesalahanmu?" tanya perdana menti Ma Ze Dong dingin.


Ma Mei Rong meneguk salivanya dengan susah payah, ia lalu berkata "Ayah aku tidak sengaja melakukan itu. Kemarin putri Zhang Mu Lan mempermainkanku, dan aku tak terima perlakuannya sehingga berteriak marah padanya" jeda Ma Mei Rong "Ayah sungguh itu hanyalah ketidak sengajaan, saat itu aku tak mampu mengendalikan dan mengontrol emosiku" tambah Ma Mei Rong menjelaskan


"Berhentilah membela dirimu, gadis sialan!" Teriak Ma Xiao Qing melempar cangkir tehnya yang berhasil mengenai dada Ma Mei Rong cukup keras hingga gadis 15 tahun itu meringis kesakitan. "Kau tahu perbuatanmu itu menghancurkan rencana yang kususun selama beberapa tahun terakhir!" kata Ma Xiao Qing berang.


"Aku sudah menghabiskan banyak waktu untuk menyusun rencana ini, dan kau .. -- Ma Xiao Qing menunjuk Ma Mei Rong dengan telunjuknya -- dengan sangat mudahnya menghancurkan segalanya" tambahnya


"Ma Mei Rong, aku sangat membencimu. Aku benci kau yang satu darah denganku, aku benci kau yang lahir di rahim yang sama denganku, aku benci kau bermarga sama denganku. Tak bisakah kau tak mengacaukan segalanya? Berhentilah menjadi debu dalam pandanganku dan membawa masalah dan petaka untukku!" teraik Ma Xiao Qing yang tak mampu lagi mengontrol emosinya saat mengakui ketidak sukaan dan kebenciannya pada Ma Mei Rong.


"Aku juga benci padamu, dan berhentilah mencampuri urusanku!" Tegas Ma Mei Rong yang membuat Ma Xiao Qing meledak.


"Ma Xiao Qing!" tegur perdana mentri Ma Ze Dong yang dengan berat membuat Ma Xiao Qing harus menurut dan mengalah.


Suara dingin perdana mentri Ma Ze Dong menggertakan hati, seketika Ma Mei Rong merasakan firasat buruk mengenai sikap dingin dari ayahnya juga aura mengintimidasi yang sangat kuat ia keluarkan hingga jantungnya terasa sesak.


"Ma Mei Rong, kau tahu perbuatanmu berdampak buruk dengan rencana Ayah dan Xiao Qing. Tapi mengapa kau tak menahan diri? Kau tahu jika perbuatanmu sangat besar?" tanya perdana mentri Ma Ze Dong yang seketika berhasil membuat Ma Mei Rong berlutut, menangis dan meraung karna perasaan ketakutan yang dihantarkan perdana mentri Ma Ze Dong melalui tatapannya yang tajam.


"Ayah aku salah, aku salah.. tolong ampuni aku hiks, hiks" mohon Ma Mei Rong dengan air mata yang mengalir deras dan menganak sungai.


"Kau pikir perbuatanmu bisa di maafkan?" gertak perdana mentri Dong yang berhasil membuat Ma Mei Rong terlonjak kaget karna suara teriakan yang keras dan nyaring dari Ayahnya


"Ma Mei Rong, kesalahamu jelas akan berimbas besar pada rencana yang telah kami susun beberapa tahun terakhir karna kau telah berhasil menyinggung salah satu pewaris kerajaan Zhang dan perbuatanmu telah di ketahui banyak orang. Apakah itu bisa di maafkan?" tanya perdana mentri Dong masih dengan nada suara yang naik beroktaf - oktaf.

__ADS_1


"Bagaimana jika pihak keluarga kerajaan mempermasalahkan kelancanganmu? bagaimana jika mereka mencium kebusukan, kejahatan dan rencana yang telah kami susun selama ini?" tanya perdana mentri Dong untuk kesekian kalinya.


"Ayah aku minta maaf, aku salah.. maafkan aku" mohon Ma Mei Rong bersujut dan membenturkan keningnya kelantai.


"Selama satu bulan kedepan, kau akan tetap berada di kediamanmu sampai masalah ini surut. Ayah dan Xiao Qing akan memikirkan cara agar keluarga bisa berdamai tanpa memperbesar masalah ini. Selama kami mengatasi masalah, renungkanlah semua kesalahanmu dan berdoalah jika keluarga kerajaan tak akan memperbesar masalah ini" jeda perdana mentri Dong "Jika pihak kerajaan memperbesar masalah ini dan rencana yang kami rancang dan susun selama bertahun - tahun terbongkar, maka kau harus angkat kaki dari kediaman keluarga Ma karna kau bukan lagi bagian dari kami" tambahnya yang seketika membuat Ma Mei Rong terkejut.


"Ayah kau tak boleh membuangku dan memutuskan darah seperti ini" kata Ma Mei Rong tidak terima.


"Kau pikir aku masih akan menampung anak pembawa sial dan petaka sepertimu?" tanya perdana mentri Dong dingin dan menusuk.


"Aku akan sangat mendukung keputusan ayah dengan membuang Mei Rong" sahut Ma Xiao Qing yang seketika membuat Ma Mei Rong mendidih.


Ma Mei Rong mengepal kedua tangannya di kedua sisinya dengan erat hingga buku - bukunya memutih. Dalam sekejap tangisnya mereda dan tergantikan oleh amarah dan kebencian. Sudah cukup dengan hukuman yang ia dapatkan dengan mendekam selama 1 bulan dan pada akhirnya ia tak akan menghadiri pesta perayaan ulang tahun permaisuri Yin Yin, ia sudah cukup marah dengan masalah yang putri Zhang Mu Lan ciptakan untuknya. Dan sekarang perasaan marah yang ia rasakan bertambah saat dengan tidak berperasaannya.. perdana menti Ma Ze Dong yang merupakan Ayahnya akan dengan tega memutuskan hubungan darah dengannya. Selain itu Ma Xiao Qing pun turut mendukung hal itu.


Ma Mei Rong menatap Ayahnya dan Ma Xiao Qing dengan tajam, dalam hati ia bersumpah demi darah yang mengalir di setiap tubuhnya, ia akan membuat mereka menyesal telah memperlakukannya seperti ini.


'Zhang Mu Lan, Ma Ze Dong, Ma Xiao Qing.. aku akan membalas perbuatan kalian!'


.


.


.


.


.


**TBC

__ADS_1


Sabtu, 20 Juni 2020**


__ADS_2