
Perdana mentri Ma Ze Dong tak tahu petaka dan kesialan apa yang tengah menghampiri keluarganya. Setelah Ma Mei Rong mempermalukan keluarga Ma dengan skandal dan masalah yang ia ciptakan hingga ia mengambil keputusan mengeluarkannya dari kediaman Ma dan memutuskan darah, sekarang ia kembali harus di permalukan akan kenyataan rumor kemandulan putri kebanggaannya Ma Xiao Qing yang begitu membuatnya terpukul hingga tak mampu berkutik saat anak sulungnya di kembalikan oleh keluarga Lao yang membenarkan rumor tersebut dengan tidakan mereka mempulangkan Ma Xiao Qing.
"Cai Ning bagaimana kau bisa melahirkan putri - putri sampah dan memalukan seperti mereka!" teriak perdana mentri Dong "Pertama Ma Mei Rong yang merelakan kesuciannya diluar pernikahan, sekarang Ma Xiao Qing yang ternyata selama ini menutupi fakta jika ia hanyalah seorang wanita cacat. Harusnya sejak dulu aku mengambil selir jika keturunan yang kau berikan hanya membalas budiku dengan melempari wajahku dengan kotoran!" tambah perdana mentri Dong yang meluapkan kemarahannya pada istrinya.
"Perdana mentri Ma, Apakah kau pikir aku juga ingin melahirkan mereka? Apakah kau pikir aku ingin melahirka putri cacat seperti Ma Xiao Qing dan putri memalukan seperti Ma Mei Rong?" tanya Cai Ning dengan suara meninggi. Ia bahkan telah menanggalkan kesopanan dan suara lemah lembutnya saat ini, sebab baik Cai Ning maupun perdana mentri Dong sama - sama tengah diliputi kemarahan atas kesialan yang menimpa mereka berturut - turut.
"Tak usah membela dirimu, bukankah seharusnya itu tugasmu membesarkan, mengajari dan mendidik mereka? seharusnya kau sebagai ibunya tahu jika ada yang salah dengan putrimu, atau ada gerak geriknya yang aneh. Andai saja kau lebih memperhatikan mereka di bandingkan berkumpul dengan para nyonya pejabat dan memamerkan perhiasan dan pakaianmu, hal memalukan seperti ini tak akan menimpa kita secara berturut - turut!" cerca perdana mentri Dong
Cai Ning tak percaya jika perdana mentri Dong melimpahkan semua kesialan dan kemalangan yang menimpa keluarga Ma padanya. Bukan salahnya jika Ma Mei Rong terbuai akan rayuan jendral muda Wu Cheng dan akhirnya menyerahkan kesuciannya, bukan pula salahnya jika Ma Xiao Qing tak bisa memiliki keturunan karna kemandulannya, ia telah melakukan yang terbaik, jika apa yang menimpa mereka hari ini dan beberapa bulan terakhir bukanlah kesalahannya namun ketentuan garis takdir.
Disaat keduanya masih berdebat dan saling menyalahkan, Ma Xiao Qing yang mampu terduduk diam di kediaman utama keluarga Ma. Ia masih tak percaya sarjanawan Lao Yu Zhu akan menceraikan dan memulangkannya begitu saja, ia masih tak percaya jika ia sangat mudah dikembalikan begitu saja kembali keluarganya setelah ia bertahun - tahun mengabdi sebagai menantu yang baik di kediaman Lao.
Ada rasa marah dan tak terima yang Ma Xiao Qing rasakan, ia merasa harga dirinya di injak - injak begitu saja oleh keluarga Lao. Meskipun perasaannya kini campur aduk, Ma Xiao Qing tak mampu meluapkannya di saat kedua orang tuanya tengah bertengkar hebat. Setidaknya di antara mereka ada yang harus tetap berpikir jernih, jika tidak semuanya akan semakin kacau dan memanas.
Disaat Ma Xiao Qing memilih diam dan berusaha membutakan mata dan menulikan telinganya, suara kegaduhan terdengar sangat keras dan nyaring membuat usaha Ma Xiao Qing sia - sia, suara teriakan segerombolan orang - orang dan barang - barang kediaman Ma yang dengan kasar dihamburkan membuat semua pelayan dan penghuni kediaman Ma berlari menghampiri kediaman utama seraya berteriak..
"Tuan.. Nyonya.., sekumpulan prajurit kerajaan datang dan menggeledah kediaman Ma!"
Mendengar teriakan para pelayan kediaman Ma, pertengkaran perdana mentri Dong dan Cai Ning terhenti. Keduanya lekas keluar saat mendengar laporan tersebut disusul dengan Ma Xiao Qing yang mengikuti di belakangnya dengan perasaan takut dan khawatir.
"Apa - apaan yang kalian lakukan di kediamanku!" teriak perdana mentri Dong murka saat melihat halaman kediamannya yang telah berantakan.
"Kau masih saja berlagak sombong dan angkuh padahal sebentar lagi kau akan berakhir di jeruji besi dan semua asetmu akan di sita" cemoh prajurit senior yang di tugaskan memimpin para pasukan ke kediaman Ma.
"Lancang!" teriak perdana mentri Dong "Berani - beraninya kau mengutukku!" tambahnya tak terima
__ADS_1
"Aku tidak mengutukmu, sebab itu kenyataannya" balas prajurit senior tersebut "Apa lagi yang kalian tunggu, tangkap semua orang yang ada di kediaman Ma dan bawa mereka ke menara penyiksaan dalam keadaan hidup, ini adalah tiktah yang mulia kaisar!" perintah prajurit tersebut yang berhasil membuat semua orang terkejut dan tak mampu berkutip saat para prajurit dengan ganasnya menangkap dan menyeret mereka paksa.
.
.
.
Disaat yang bersamaan di kediaman Wu, jendral muda Wu Cheng saat ini baru saja melampiaskan kemarahannya pada Ma Mei Rong yang baru saja mendapat pukulan dan tendangan darinya. Wanita yang tengah mengandung anaknya itu kini tengah bersimpuh dan terus merintih kesakitan di bawah kakinya.
Tatapan mata jendral muda Wu Cheng penuh dengan niat membunuh dan aura yang ia keluarkan sangat tidak bersahabat. Meskipun keadaannya masih belum sepenuhnya pulih, tetapi amarah dan keinginannya untuk membunuh malam ini lebih mendominasi.
Setelah merasa ada yang aneh dan tidak beres dengan, tiba - tiba seorang pelayan datang dan melaporkan kejahatan Ma Mei Rong padanya dengan sebuah imbalan pembebasan. Pelayan itu adalah pelayan yang bekerja sama dengan Ma Mei Rong sebelumnya, ia menerima banyak uang untuk menaruh obat kemandulan dalam setiap makanan dan minumannya. Mengetahui hal itu, jendral muda Wu Cheng lantas meminta pelayan menyeret Ma Mei Rong kehadapannya.
"Aku terlalu meremehkanmu, -- jeda jendral muda Wu Cheng dengan nada suara yang terdengar begitu dingin -- tak kusangka kau benar - benar wanita sialan! Berani - beraninya kau memberiku racun!!!!" teriak jendral muda Wu Cheng kembali menendang Ma Mei Rong yang masih meringkuk memegang perutnya tanpa belas kasihan.
Buk!
Buk**!
"Aku tak peduli lagi denganmu, aku tak peduli lagi dengan anak yang ada di kandunganmu, yang ku inginkan hanyalah kau mati di tanganku, ******!" teriak jendral muda Wu Cheng bak kesetanan terus memukul dan menendang Ma Mei Rong yang kini telah babak belur dan tak berdaya dibawah amukan jendral muda Wu Cheng yang membabi buta.
Tak ada yang berani menolongnya, bahkan menyela perilaku kejam yang di lakukan jendral muda Wu Cheng pada wanita hamil yang kini tak berdaya bersimpuh di atas permukaan lantai dingin dengan luka dan darah yang terus mengalir.
"Ahk!"
__ADS_1
Teriakan kesakitan Ma Mei Rong kembali melengking, perutnya terasa berputar dan melilit, pandangannya mulai mengabur seiring dengan keringat dingin yang mulai membasahi tubuhnya. Wajahnya berubah pucat dengan bibirnya yang berubah warna menjadi ungu. Meskipun Ma Mei Rong terlihat sangat kesakitan, jendral muda Wu Cheng sama sekali tak peduli. Ia dengan kejam hendak memberi Ma Mei Rong satu tendangan keras lagi seraya melampiaskan semua kemarahannya.
"Aku akan membunuhmu sekarang juga, wanita sialan!" kata jendral muda Wu Cheng hendak melayangkan tendangannya pada Ma Mei Rong, namun kaki kanannyanya seketika menggantung di udara saat prajurit khusus kerajaan tiba - tiba mencul entah dari mana dan mengepung ruangan kerjanya.
Keberadaan prajurit khusus kerajaan yang tak pernah ia lihat seumur hidupnya, meskipun ia sudah lama mengabdi di kerajaan Zhang sebagai seorang jendral pun ia tak pernah melihat mereka kecuali mendengar rumor - rumor tentang mereka yang beredar sangat membuat jendral muda Wu Cheng dan semua pelayan kediaman Wu terkejut. Melihat kedatangan mereka, membuat jendral muda Wu Cheng merasakan firasat yang buruk.
.
.
.
.
.
**TBC
Selasa 25 Agustus 2020
Author note :
Harusnya hari ini ceritanya tamat 🤧, namun di karnakan kondisiku yang kurang baik beberapa hari terakhir hingga hari ini membuatku susah ngetik di tambah ideku tidak mengalir dan juga mood nulisku yang menyebalkan membuatku pada akhirnya memilih menamatkan ceritanya di hari minggu saja.
Maafkan atas kendala yang kurang mengenakan ini 🙏🏻, saya harap kakak - kakak dan adik - adikku bisa memaklumi 😭
__ADS_1
Selain itu, saya juga menyampaikan jika cerita ini dalam waktu dekat akan ku terbitkan dalam versi Ebook. Mungkin versi ebooknya akan lebih lengkap sebab akan ada beberapa bab yang tidak akan saya update di sini, juga akan ada tambah extra partnya. Mungkin ada dari kakak - kakak dan adik - adik yang ingin membacanya dalam versi yang lengkap, bolehlah nanti beli ebooknya di Google play store dengan cukup share "Baekhyun_G" maka semua karya saya akan muncul
Mungkin hanya sekian dari saya, apabila ada salah - salah kata atau perbuatan tolong di maafkan 🙏🏻 saya hanya manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kekhilafan 😭 dan terakhir terima kasih banyak buat dukungan kalian semua ❤**