
Hari berlalu begitu cepat, tak terasa pagi kembali menyapa. Hari ini adalah hari pertama bagi Bo Qing menetap di markas persembunyian prajurit Shi Rong, ia belum mengikuti latihan sebab ia masih dalam masa pemulihan. Kata putra mahkota Liang semalam, pengawal pribadiku mungkin butuh istirahat selama 2 hari sebelum mengikuti pelatihan militer bersama dengan prajurit Shi Rong lainnya.
Pagi ini aku menyambut pagiku tanpa Bo Qing, padahal harusnya ia sudah berdiri di depan pintu pavilium Shan seraya menungguku. Namun karna aku sendiri yang membawanya pada putra mahkota Liang untuk di latih, maka aku harus menerima resiko bahwa selama 1 bulan kedepan keberadaannya tugas Bo Qing untuk menjagaku sementara di tiadakan.
Aku mendesah pelan, padahal Bo Qing baru saja menjalankan perannya kemarin sebagai pengawal pribadiku, tapi bahkan tak genap sehari ia sudah pergi memenuhi tugas yang ku berikan untuk mengasah bakat dan keterampilan bertarungnya. Ku sibakan selimut tebalku seraya beranjak turun dari peraduan. Para dayang dan pelayan yang telah menungguku beranjak bangun dari dudukku di atas peraduan lantas mengikutiku yang kini memasuki permandian yang ada di salah satu ruangan yang berada tepat di samping kamarku.
Para dayang dan pelayan mulai menyiapkan air dalam kolam untukku, mereka menaruh cairan parfum dan beberapa kelopak mawar merah dan putih di atas air kolam permandian. Aku menanggalkan jubah tidurku, dan tanpa rasa malu melangkah melewati mereka yang kini berbaris membungkuk dengan tubuh polosku.
Aku mencelupkan kaki kananku seraya mengukur suhu air hangat yang ada di kolam permandian, saat ku rasa airnya telah pas, aku pun beranjak menurunkan seluruh tubuhku seraya berendam. Tiga orang dayang pun mulai menghampiriku yang kini tengah bersandar sambil menikmati berendam pagi ini. Salah satu dari mereka mulai menggosok punggungku dan dua lainnya mengambil alih tanganku seraya memberi pijatan terapi padaku untuk pagi ini.
Setelah ketiganya menyelesaikan tugasnya, aku lantas beranjak bangun dari kolam permandian. Dua orang dayang lain bergegas melap tubuhku yang basah dan setelah itu memasangkan jubah mandi pada tubuhku. Selama ini saat melakukan ritual mandi, aku selalu memarahi mereka apabila baik parfum atau pun kelopak bunga yang di campurkan dalam kolam permandianku tak sesuai dengan saran dari Ma Mei Rong, temperamenku yang buruk juga penolakan yang dilakukan jendral Wu Cheng padaku kerap kali membuatku melampiaskan kemarahanku pada mereka.
Namun di kesempatan hidup yang di berikan kali ini, aku tentu saja tak akan mendengarkan segala ucapan atau saran dari Ma Mei Rong. Sudah cukup aku di bodohi dan di permalukan olehnya karna semua saran yang ia berikan, di kehidupanku yang sekarang aku hanya akan mempercayai apa yang ku percaya.
"Yang mulia.. anda harus lekas berpakaian. Sarjanawan Lao Yu Zhu sudah menunggu anda di gasebo belakang pavilium Shan" kata seorang dayang yang menyentakku dari lamunan.
__ADS_1
"Kau tadi bilang apa?" tanyaku pada dayang itu
"Menjawab yang mulia, sarjanawan Lao Yu Zhu telah menunggu anda di gasebo belakang pavilium Shan" ulang dayang itu.
Mendengar jawaban dayang itu, aku lantas teringat dengan percakapanku dengan Ayahanda kaisar saat kami melakukan makan malam bersama semalam. Ayahanda kaisar Wei mengatakan aku harus segera melanjutkan pelajaranku yang sangat tertinggal jauh dari nona muda ataupun pemuda yang seusia denganku. Aku tahu jika dulu semua orang mengatakan jika aku sangat bodoh dan hanya mementingkan masalah mengejar cinta jendral muda Wu Cheng di bandingkan dengan pelajaranku.
Dalam ingatanku mengenai mimpi buruk yang begitu nyata ku alami atau di kehidupanku sebelumnya, sebelum waktu membawaku kembali hidup dan terlahir kembali sebagai Zhang Mu Lan di usiaku yang masih 14 tahun. Salah satu alasan mengapa dulu aku tak di anggap sebagai istri dari jendral muda Wu Cheng adalah karna aku sangat bodoh, penampilanku sangat buruk sehingga jendral muda Wu Cheng malu mengakuiku. Ia bertahan hanya karna aku adalah kelemahan kerjaan Zhang dan pada akhirnya.., saat ia mendapatkan apa yang selama ini ia rencanakan bersama dengan Ma Mei Rong dan para pendukungnya, aku di buang dan dibunuh dengan tangannya sendiri.
Karna aku yang terlalu di butakan oleh cinta, aku bahkan tak menyadari jika jendral muda Wu Cheng telah bermain api bersama Ma Mei Rong di belakangku. Alasan mengapa jendral muda Wu Cheng kerap kali tak betah dirumah adalah karna ia selalu melakukan pertemua rahasia dengan Ma Mei Rong yang ternyata adalah istri kedua jendral muda Wu Cheng. Ia mengangkat Ma Mei Rong sebagai selir tanpa sepengetahuanku, ia lebih banyak bersamanya di banding denganku dan alasan mengapa ia memilih Ma Mei Rong, itu di karnakan mereka memiliki ambisi yang sama, Mei Rong merupakan bunga ibukota Zhang juga gadis yang pintar dan berbakat. Dibandingkan denganku, bagi semua orang aku hanya beruntung terlahir di keluarga kerajaan.
Mungkin karna alasan aku yang terkenal begitu bodoh membuat Ayahanda kaisar dan ibunda permaisuri khawatir dan mulai mencarikanku seorang guru yang handal untuk mengajariku. Tujuannya agar aku tak tertinggal dengan pelajaran seperti para pelajar - pelajar lainnya yang ada di ibukota Zhang, juga agar aku tak menjadi bahan ejekan dan mempermalukan nama kerajaan Zhang untuk kesekian kalinya.
Hanya saja.. diantara banyaknya sarjanawan berbakat di ibukota Zhang, mengapa harus Lao Yu Zhu? Bukannya aku tak menyukainya, lagi pula di kehidupan mendatang dalam ingatanku ia tak memiliki masalah apapun denganku. Hanya saja memikirkan siapa istrinya sudah cukup membuat darahku mendidih, bagaimanapun Ma Xiao Qing adalah musuh terbesarku.
Aku mengenyahkan pikiranku seraya menggeleng, dan setelah itu aku lantas berkata "Bantu aku segera berpakaian, tak baik membuat guru baru menunggu lama" pintaku yang langsung di patuhi para dayang dan pelayan yang masih bersamaku.
__ADS_1
Masalah pribadiku dengan Ma Xiao Qing jelas tak ada sangkut pautnya dengan sarjanawan Lao Yu Zhu ataupun pelajaranku, terlebih dalam ingatanku teringat dengan sangat baik jika pernikahan Lao Yu Zhu ataupun Ma Xiao Qing tidak seperti yang mereka perlihatkan pada banyak orang.
Tidak banyak yang tahu jika Lao Yu Zhu menerima pertunangan hingga pernikahannya dengan Ma Xiao Qing hanya karna menutupi perilaku buruknya yang menyimpang, Ia hanya menutupi fakta bahwa ia penyuka sesama jenis dengan menikahi Ma Xiao Qing yang ia gunakan sebagai boneka pajangan untuk menutupi kelakuan brengseknya. Sedangkan Ma Xiao Qing menerima pertunangan ataupun pernikahan dengan Lao Yu Zhu hanya karna permintaan perdana mentri Ma, perdana mentri Ma menggunaka putrinya untuk memeras keluarga Lao dan memperkaya keluarga mereka.
Masalah hubungan keduanya ini belum di ketahui pihak keluarga Lao, juga masalah penyakit menyimpang sarjanawan Lao Yu Zhu dan juga ketidak pedulian Ma Xiao Qing dengan masa depan pernikahan mereka membuat pasangan suami istri itu hingga saat ini tak memiliki keterunan walaupun pernikahan mereka telah bertahun - tahun lamanya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
**TBC
Kamis, 4 Juni 2020**