
Seharusnya menunggu lebih dari 1 jam sebelum memulai pesta di kerajaan Zhang adalah hal biasa bagi mereka para keluarga pejabat pemerintahan, pejabat militer dan juga untuk para bangsawan ibukota kerajaan Zhang. Hanya saja Ma Mei Rong tidak bisa diam dan tak bisa untuk bersabar lebih lama. Pertunjukan inti yang begitu ia nanti dengan penampilan putri Zhang Mu Lan yang akan memalukan dirinya sendiri begitu teramat ia nanti.
Hal yang membuat banyak tuan muda ataupun nona muda kerap kali hadir dalam acara atau pesta yang di adakan kerajaan Zhang hanya untuk melihat penampilan bodoh putri Zhang Mu Lan yang nanti akan di jadikan bahan olokan dan perbincangan yang sangat hangat di bicarakan. Tentu saja saat ini Ma Mei Rong bukan satu - satunya yang menanti penampilan putri Zhang Mu Lan, ada banyak yang menantikannya bahkan para perwakilan kerajaan Han pun turut menanti kehadiran putri Zhang Mu Lan.
"Mengapa lama sekali? Aku sungguh menanti penampilan putri Zhang Mu Lan malam ini" keluh pangeran Han Ze Min yang saat ini duduk di salah satu kursi yang berada di tenda khusus keluarga kerajaan bersama dengan putra mahkota Han Zi Xin dan dengan beberapa petinggi kerajaan Han yang ikut dengan mereka mewakili kerajaan.
"Sabarlah, mungkin mereka memerlukan waktu" balas putra mahkota Xin yang mulai jengah dengan segala keluhan adiknya mengenai pesta yang di adakan begitu lama.
"Bagaimana aku bisa sabar? Aku sudah terlanjur penasaran dengan penampilan putri Zhang Mu Lan. Apakah ia masih sama seperti dulu, ataukah telah berubah seperti rumor dua bulan yang lalu" jawab pangeran Min "Lagian mengapa harus memakan waktu selama ini, apakah karna putri Zhang Mu Lan begitu keras berdandan maksimal hanya untuk malam ini?" tanya pangeran Min yang di balas putra mahkota Xin dengan mengangkat kedua bahunya.
"Mengapa kau tanya padaku, aku bukan seorang gadis dan aku tak peduli dengan apa saja yang mereka persiapkan sebelum menghadiri pesta" jawab putra mahkota Xin yang membuat pangeran Min lantas cemberut.
"Gege, kau sama sekali tidak asik!" keluh pangeran Min
"Kau saja yang tidak sadar!" balas putra mahkota Xin yang semakin membuat pangeran Min kesal.
"Kau menyebalkan!" teriak pangeran Min yang berhasil mencuri perhatian banyak orang.
__ADS_1
Putra mahkota Xin lantas memijit pangkal hidung mancungnya yang berdenyut, ia lalu berkata "Seharusnya kau tak usah ikut kemari bersamaku, jika kelakuanmu seperti ini" gumam putra mahkota Xin
"Mengapa tidak boleh?" tanya pangeran Min kesal.
"Kelakuanmu sangat kekanakan, padahal usiamu sudah menginjak 17 tahun. Sadarlah, jangan membuat malu aku apalagi nama kerajaan karna sikapmu" jawab putra mahkota Xin "Juga ingatlah jika kita ada di kerajaan Zhang, bukan di kerajaan Han. Kau tidak bisa berlaku seenaknya karna ini adalah daerah kekuasaan kerajaan Zhang" tambah putra mahkota Xin memperingati.
"Jika kau berulah, aku tidak akan segan meminta prajurit Yong Le ku membawamu pulang ke kerajaan Han" ancam putra mahkota Xin yang membuat pangeran Min mendengus dan berkata "Gege kau sangat jahat!"
Saat putra mahkota Xin hendak menjawab, suara teriakan pengumuman kedatangan keluarga kerajaan Zhang menggema di seluruh penjuru halaman aula utana istana. Semua tamu undangan lantas bangun dari duduknya begitupun yang saat ini putra mahkota Xin dan pangeran Min lakukan.
Para pejabat pemerintahan, pejabat militer dan para bangsawan lantas menunduk dan memberi hormat tatkala keluarga kerajaan Zhang berlalu menuju tenda khusus keluarga kerajaan Zhang dan para perwakilan kerajaan Han. Putra mahkota Xin dan pangeran Min tidak membungkuk hormat pada keluarga kerajaan Zhang seperti yang di lakukan semua orang, sebab status mereka sama. Alhasil keduanya hanya menjabat tangan kaisar Wei dan putra mahkota Liang sebagai tanda sopan santun. Barulah setelah keluarga kerajaan Zhang duduk di kursi mereka masing - masing, putra mahkota Xin dan pangeran Min turut duduk di kursi mereka sembari mendengar perintah kaisar Wei yang meminta semua tamunya bangun dan duduk.
"Mari kita awali perayaan ini dengan bersulang" tambah kaisar Wei mengangkat cangkir araknya yang lantas di ikuti semua tamu undangan sebelum mereka meminum arak dan teh mereka.
Pesta pun di mulai, para penari mulai memasuki halaman aula utama kerajaan Zhang dan mulai menari di atas panggung yang di bangun di tengah - tengah halaman aula. Meskipun para penari begitu cantik, indah dan gemulai menarikan tarian mereka sesuai ketukan irama yang mengiringi. Namun mata semua orang tidaklah tertuju pada tarian yang di siapkan sebagai hiburan, melainkan pandangan mereka tengah tertuju pada sosok gadis cantik yang tengah bermanja dan duduk di samping permaisuri Yin Yin.
Gadis itu berkisaran umur 14 tahun, kulitnya putih bersih dengan riasan wajah yang tipis dan nampak alami. Kedua matanya bulat dan nampak cerah, hidungnya mungil nan macung, bibirnya tipis dan bentuk wajahnya sedikit lonjong. Gadis cantik itu nampak seperti permaisuri Yin Yin dan juga memiliki sedikit kemiripan seperti kaisar Wei, ia nampak sangat femiliar di mata semua orang, namun hal yang menjadi pertanyaan siapa gadis cantik yang nampak tidak asing itu?
__ADS_1
Disaat semua orang bertanya - tanya akan sosoknya, Ma Mei Rong hanya mampu menatap gadis itu dengan tatapan menusuk dan tidak suka. Bukan pertunjukan yang seperti ini yang ia harapkan. Harusnya ialah yang saat ini menjadi pusat perhatian semua orang, terlebih statusnya sebagai istri jendral muda Wu Cheng harusnya membuat putri Zhang Mu Lan marah dan menerjangnya hingga menampilkan pertunjukan yang sangat menarik.
Sayangnya harapannya harus musnah saat putri Zhang Mu Lan hanya menatapanya dengan tatapan meremehkan, sekilas Ma Mei Rong melihat gadis cantik yang tengah bermanja dengan permaisuri Yin Yin itu tengah memberinya sebuah senyum meremehkan. Ma Mei Rong tidak tau arti dari senyuman putri Zhang Mu Lan, namun nampaknya gadis itu tengah mempermainkan dan bodohinya.
Merasa tak terima, Ma Mei Rong mengepal kedua tangannya di kedua sisi tubuhnya hingga buku - bukunya memutih. Tatapan Ma Mei Rong tajam menatap putri Zhang Mu Lan, ia lantas bergumam "Kau pikir aku akan diam saja?" gumamnya "putri Zhang Mu Lan, meskipun kau tak mempermalukan dirimu dengan cara berpakaianmu malam ini, maka aku akan membuatmu mempermalukan dirimu dengan hal lain" tambahnya tersenyum licik
.
.
.
.
.
**TBC
__ADS_1
Sabtu 18 Juli 2020**