Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 25


__ADS_3

Aku beranjak berdiri dan melangkah menghampiri putra mahkota Liang. Ku senggol bahu saudaraku lalu berkata "Gege mengapa orang yang nampak pendiam seperti kakak Feng sangat mengerikan ketika marah?" Bisikku tak lupa mengawasi gerak gerik Gui Feng yang kembali meneriksa kondisi Bo Qing dan Ah Ke secara bergantian.


"Mungkin karna orang - orang pendiam seperti Feng menyimpan kekesalannya hingga bertumpuk, sebelum mengeluarkan semuanya dengan sekali serangan" balas putra mahkota Liang yang kini juga turut berbisik agar Gui Feng tak mendengarnya "Omong - omong, apakah mei mei sudah memaafkanku?" tanyanya yang hanya ku balas dengan pelototan


"Tidak akan, aku masih kesal dengan gege!" Kataku dengan keras yang berakhir mendapat pelototan dari Gui Feng yang langsung menoleh kebelakang dan memperingatinya dengan tatapan tajam yang menusuk.


Melihat pelototan tajam yang di berikan Gui Feng, aku lantas menakup bibirku rapat sebelum beringsut kebelakang tubuh putra mahkota Liang yang berhasil menyembunyikan tubuh kecilku.


"Rasakan!" kata putra mahkota Liang yang langsung membuatku memukul bahunya keras hingga saudaraku itu memekik kesakitan


"Aw!"


Dan untuk kedua kalinya Gui Feng menoleh kebelakang dan memberi kami tatapan tajam dan aura membunuh. Lantas aku dan putra mahkota Liang refleks mundur dan menjauh dari jangkauan Gui Feng kalau - kalau ia marah dan mengamuk.


Saat Gui Feng kembali membuang muka ke depan, suara ketukan pintu dari luar terdengar nyaring sehingga konsentrasi Gui Feng yang hendak melakukan akupuntur di titik - titik tertentu lantas buyar.


"TIDAK BISAKAH KALIAN BERDUA DIAM?" Geram Gui Feng bangun lalu lantas berbalik dan menghampiri kami yang memang saat ini tak jauh dari pintu.


Aku dan putra mahkota Liang lantas menggeleng ketakutan dan berkata "Suara ketukan itu bukan berasal dari kami" kata kami serempak


Tak berselang berapa lama, suara ketukan kembali terdengar. Hal itu berhasil menarik perhatian Gui Feng memandang pintu ruangan pengobatan miliknya sebelum kembali membuang mukanya memandang kami berdua "Jadi bukan kalian pelakunya?" tanyanya yang langsung membuat kami berdua mengangguk.


Gui Feng mendesah sebelum berkata "masuklah!"


Pintu ruangan pengobatan terbuka, tak berselang berapa lama, sosok pemuda berusia 17 tahun dengan kulit sedikit kecoklatan menampakan diri. Pemuda itu lantas memberi hormat padaku dan pada saudaraku terlebih dahulu, sebelum ia kami perintahkan bangun.


Tak berselang berapa lama setelah berdiri tegak kembali, Gui Feng dengan geram menyambar dan menjewer telinga kanan pemuda itu hingga ringisan dan pekikan kesakitan terdengar. Aku yang melihat dan mendengar itu lantas memeluk lengan putra mahkota Ling dengan sangat erat, aku bahkan kembali menyembunyikan tubuhku di balik punggung putra mahkota Liang karna takut dengan sosok lain Gui Feng.


Harusnya aku tidak boleh takut dan lemah seperti saat aku dalam mimpi atau saat aku di kehidupanku yang akan datang, namun untuk menjadi gadis yang jahat dan kejam bukankah butuh waktu untuk beradaptasi? Nampaknya aku butuh belajar lebih giat untuk mengubah diriku menjadi kejam dan jahat bagaimanapun lawanku adalah orang - orang yang begitu licik, berambisi dan menghalalkan berbagaimacam cara untuk mendapatkan ambisi terbesar mereka yakni menjadi penguasa tertinggi.


"Ahk, gege lepaskan!"

__ADS_1


"Sakit!!!!"


Suara pemuda berusia 17 tahun itu lantas menyentakku dari lamunan, aku mengintip dari balik punggung putra mahkota menatap Gui Feng mulai melepas jewerannya pada telingan kanan pemuda itu yang kini nampak memerah. Pemuda itu dengan cepat mengusap telinganya yang panas dan berdenyut sakit, ia lalu melototi Gui Feng dan berkata.


"Gege mengapa kau menarik telingaku!" Protesnya


"Itu karna kau mengetuk pintu dan mengacaukan konsentrasiku" balas Gui Feng tak mau kalah.


"Gege kau benar - benar aneh. Kemarin kau memarahiku karna masuk keruang kerjamu tanpa mengetuk dan mengagetkanmu, lalu kini kau kembali memarahiku karna aku mengetuk pintu dan membuyarkan konsentrasimu?" tanya pemuda itu tak habis pikir "Selama ini aku ternyata serba salah dimatamu!" tambahnya yang membuat Gui Feng berdecak


"Berhentilah bersandiwara atau aku memukulmu!" kata Gui Feng yang langsung membuat pemuda itu lantas memohon ampun.


"Gege aku mohon belas kasihmu" kata pemuda itu lantas berlutut.


"Sudahlah, sekarang katakan untuk apa kedatanganmu?" tanya Gui Feng


"Tentu saja untuk memberitahukan jika sebentar lagi malam, bukankah gege memintaku untuk memberitahumu ?" tanyanya balik


Seketika putra mahkota Liang yang mendengar hal itu lantas terbelalak, ia lalu kembali menarikku untuk kedua kalinya dalam hari ini. Aku jelas terkejut dan meronta, namun untuk kedua kalinya pun aku kalah dengan kekuatan putra mahkota Liang.


Aku kembali meringis sebelum mengusap keningku yang mencium punggung putra mahkota Liang yang berhenti mendadak dengan salah satu tanganku yang bebas, aku lantas berkata "Gege mengapa kau berhenti?" tanyaku dengan kesal.


"Berhentilah menggerutu mei mei!" kata putra mahkota Liang memperingati.


Aku yang berada di belakangnya lantas melangkah dan berdiri di sampingnya walaupun tangan kiri putra mahkota Liang masih mencengkram tangan kananku.


"Mengapa aku tak boleh menggerutu atau mengeluh? Gege bersikap aneh dan cekalan gege di lenganku menyakitkan!" teriakku yang membuat putra mahkota Liang melepas cekalannya dan mengusap telingan kirinya yang berdengung.


"Mei mei kau membuat telingaku sakit karna teriakanmu" keluh putra mahkota Liang yang langsung ku balas dengan berkata "itu adalah ganjaran akibat gege membuat lenganku memar" balasku tak peduli dan kembali mengusap lenganku yang nampak membiru


"Aku minta maaf, namun aku harus membawamu segera pulang secepatnya" sesal putra mahkota Liang tak lupa menjelaskan alasan dari sikapnya yang aneh dan sedikit kasar padaku

__ADS_1


"Mengapa gege harus membawaku segera pulang?" tanyaku


"Karna sebentar lagi malam, dan aku takut Ayahanda kaisar ataupun Ibunda permaisuri menyadari ketidak beradaanmu di istana" jawabnya


"Lalu?" kataku yang sama sekali tak menangkap maksud dari penjelasan putra mahkota Liang


"Mengapa kau bertanya lagi?," dengus putra mahkota Liang kesal "Kau ingin membuat istana dan ibukota kerajaan Zhang gempar karna kau menghilang?" tanyanya yang lantas berhasil membuat kedua mataku membulat karna pada akhirnya aku paham akan arah penjelasan putra mahkota Liang.


"Gege kita harus pulang sekarang!" kataku dengan panik menarik putra mahkota Liang, namun langkahku terhenti saat mengingat Bo Qing.


"Tapi bagaimana dengan Bo Qing?" Tanyaku menoleh lalu mendongak menatap putra mahkota Liang yang jelas lebih tinggi dariku.


"Kau tak perlu mempedulikannya, selama sebulan penuh, ia akan tetap berada disini melakukan pemulihan dan juga latihan" kata putra mahkota Liang yang membuatku senang.


"Apakah ia lulus syarat dan penilaian?" tanyaku yang lalu di balas anggukan oleh putra mahkota Liang.


Rasa senangku tak bertahan lama saat aku kembali teringat jika hari sebentar lagi beranjak malam, aku lantas kembali menarik putra mahkota Liang melangkah meninggalkan markas persembunyian prajurit khusus Shi Rong. Namun langkahku kembali terhenti dan hal itu membuat putra mahkota Liang kesal.


"Sekarang apa lagi?" tanyanya dengan kesal


Aku lantas menoleh kebelakang dan mendongak menatap saudaraku, aku memberinya tatapan memelas dan berakata "aku tidak tahu jalanannya"


.


.


.


.


.

__ADS_1


**TBC


Rabu, 3 Juni 2020**


__ADS_2