
Perdana mentri Ma Ze Dong tak mampu menahan ekspresi keterkejutan dan juga amarahnya saat melihat Ma Mei Rong duduk di hadapannya, tepatnya di tenda khusus pejabat militer yang memang berhadapan dengan tenda khusus pejabat pemerintahan. Suaranya yang terdengar dingin dan penuh amarah di tambah dengan berdirinya perdana mentri Dong secara spontan berhasil mencuri perhatian banyak orang.
Awalnya Ma Xiao Qing yang berada di jajaran tenda yang sama dengan ayahnya tengah asik mengobrol dengan para nyonya yang berada di sampingnya, namun suara Ayahnya yang begitu femiliar memasuki indra pendengarannya dan dengan cepat mengalihkan pandangannya mentap Ayahnya yang mamancarkan tatapan marah dan sikap tidak suka. Ma Xiao Qing dengan cepat mengikuti arah pandangan Ayahnya dan seketika ia terkejut menemukan Ma Mei Rong tengah duduk dengan tenang di samping jendral muda Wu Cheng.
"Apa yang terjadi, mengapa gadis ****** itu ada disini?" gumam Ma Xiao Qing yang masih sangat jelas di tangkap oleh pendengaran sarjanawan Lao Yu Zhu yang duduk tepat di samping kirinya.
"Bukankah sudah jelas?" tanya sarjanawan Yu Zhu dengan tenang menyesap teh yang di jamukan pihak kerajaan Zhang "Dengan adanya ia di samping jendral muda Wu Cheng, itu berarti adikmu berhasil memasuki keluarga Wu yang ketat" tambah sarjanawan Yu Zhu setelah menyesap tehnya.
"Dia bukan adikku!" tegas Ma Xiao Qing terdengar tidak suka.
"Tak peduli jika keluarga Ma telah memgusir dan memotong hubungan darah dengannya, baik kau ataupun Ayah mertua tidak dapat menutup langit jika kalian memiliki darah dan danging yang sama. Terlebih aku tak menyangka, jika kalian dua bersaudara begitu licik dalam memainkan rencana busuk" balas sarjanawan Yu Zhu dengan nada suara rendah namun terdengar meremehkan.
"Jangan membanding - bandingkanku dengan ****** itu, dan satu hal lagi yang perlu kau ketahui, aku tidak pernah menganggap ****** itu sebagai saudaraku" kata Ma Xiao Qing nyaris berteriak
__ADS_1
Sarjanawan Yu Zhu tersenyum menyeringai, ia lalu lantas menyerong tubuhnya kesamping sehingga menghadap pada Ma Xiao Qing saat semua pasang mata mulai menatap dan mencuri dengar pertengkaran mereka saat ini. Dengan lihai sarjanawan Yu Zhu mengangkat dagu Ma Xiao Qing yang tentu saja di balas dengan pelototan dari gadis itu atas perkaluannya.
"Tenangkan dirimu, jika kau tak ingin merusak merusak nama baik dan reputasi yang selama ini kau bangun," kata sarjanawan Yu Zhu mengingatkan " Tetaplah menjadi wanita yang pandai bersandiwara demi menutupi kebusukanmu, jika kau juga turut meledak seperti Ayahmu, makan Ma Mei Rong akan semakin senang menyaksikan pertunjukan yang baru saja kau dan Ayahmu tunjukan" tambah sarjanawan Yu Zhu melepas cibutannya pada dagu Ma Xiao Qing.
Meskipun Ma Xiao Qing tidak suka dengan perbuatan sarjanawan Yu Zhu, namun saat ia menatap Ma Mei Rong yang saat ini tersenyum miring padanya, ia akhirnya sadar jika ia baru saja melakukan hal yang ceroboh dengan menunjukan watak aslinya di depan para tamu undangan kerajaan Zhang. Karna terlalu marah, ia melupakan akal sehatnya sehingga membuat Ma Mei Rong kini merasa diambang kemenangan saat melihatnya melakukan sebuah kesalahan yang menurutnya cukup fatal.
"Apakah aku salah berada disini? Tuan muda juga mendapat undangan dari istana, terlebih dalam undangan tersebut juga terlampir namaku, nyonya muda Wu" kata Ma Mei Rong setelah menyaksikan pertujukan pembuka dari perdana mentri Dong dan Ma Xiao Qing yang kini menatapnya dengan tatapan tidak suka "Lagian apa hubungan dan masalah perdana mentri Ma Ze Dong dengan kehadiranku disini, seingatku perdana mentri Ma Ze Dong telah membuang dan memutuskan darah denganku untuk menuntaskan semua masalah yang ku ciptakan. Lantas apa hak perdana mentri Ma Ze Dong melarangku kemari?" tambah Ma Mei Rong yang berhasil membuat wajah perdana mentri Ma Ze Dong memerah bak kepiting rebus.
Saat perdana mentri Ma Ze Dong ingin menerjang Ma Mei Rong dengan penuh amarah, Cai Ning yang sejak tadi duduk diam di sisi perdana mentri Ma Ze Dong lantas menahan lengan suaminya seraya berkata "Tenangkan dirimu, jangan membuat masalah ini semakin panjang. Sudah cukup kita menjadi pusat perhatian, jangan menambah masalah dan membuat kita malu, terlebih saat ini seharusnya kita bersenang - senang dan menikmati acara" kata Cai Ning sangat tenang namun penuh peringatan.
Ma Mei Rong masih bersikap tenang, ia lalu menyesap tehnya perlahan dan kembali menaruhnya di atas meja dengan sangat anggun meskipun riasan yang ia kenakan tidaklah terlalu tebal pada wajah cantiknya, sikap anggun dan karismanya yang mempesona masih saja sama, namun hal yang membuat orang biasa saja meski ia menyandang gelar bunga ibukota kerajaan Zhang dulu adalah karna satu kesalahan yang mencoreng nama baiknya dan merubah pandangan banyak orang padanya. Terlebih setelah Ma Mei Rong menunjukan sisi aslinya pada khalayak penduduk ibukota kerajaan Zhang, semuanya mulai berbeda, ia bukan lagi gadis yang mempesona dan membuat semua orang kagum akan kecantikannya.
Selain itu penampilan Ma Mei Rong saat ini sama seperti kebanyakan nyonya muda baru yang begitu ingin menunjukan statusnya dengan mengenakan pakaina mewah dan perhiasan berlebih. Pakaian yang Ma Mei Rong kenakan berwarna kuning emas, warnanya sangat terang terlebih hari mulai beranjak malam, pakaiannya terlihat sangat mencolok di tambah banyaknya perhiasan emas yang ia kenakan membuat banyak orang memilih melihat hal lain ketimbang menatap Ma Mei Rong barang sekejap karna cahaya dari pantulan lampion membuat apa yang ia kenakan bercahaya terang dan menyilaukan.
__ADS_1
Tak peduli dengan tanggapan semua orang mengenai penampilan dan riasannya saat ini. Karna suasana hati Ma Mei Rong begitu baik, ia tidak peduli terlebih masih ada satu hal yang begitu ia nanti untuk saat ini, yaitu .. penampilan putri Zhang Mu Lan.
"Ini masihlah pertujukan pembuka, masih ada pertunjukan inti yang sebentar lagi akan di bawakan oleh putri Zhang Mu Lan," gumam Ma Mei Rong lirih "Aku sungguh begitu menantikan bagaimana ia mempermalukan dirinya sendiri saat melihatku berada di sini, disamping pria yang begitu ia cintai dan puja"
.
.
.
.
**TBC
__ADS_1
Rabu 15 Juli 2020**