Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 71


__ADS_3

Perjalanan pergi memang selalu terasa lama, dibanding perjalanan pulang yang kadang selalu terasa cepat. Hal itulah yang putra mahkota Xin rasakan saat ini, atau hanya karna suasana hatinya saat ini sedang sangat baik. Putra mahkota Xin tak tahu yang mana dari kedua perasaannya itu yang benar, mungkin keduanya benar atau salah satunya yang benar. Sebab yang ia tahu saat ini adalah perasaan bahwa ia sangat ingin segera bertemu dengan kaisar Zheng tak peduli jika ia juga sama lelahnya dengan pangeran Min dan rombongannya yang lain.


Rasa bahagianya telah mendominasi, setelah 3 tahun lamanya ia mencari sosok gadis yang telah menyelamatkannya, pada akhirnya takdir memanggil dan memberikannya jawaban lewat mimpi yang telah ia cari kebenarannya melalui putra mahkota Liang dan kaisar Wei. Kini tanpa membuang - buang waktu, ia akan meminta dikrit pernikahan pada Ayahandanya semata - mata bukan hanya untuk memenuhi janjinya, tapi karna putra mahkota Xin sadar jika saingannya sangat banyak mengingat bakat dan kecantikan yang putri Zhang Mu Lan tampilkan saat perayaan ulang tahun permaisuri Yin Yin.


Selain itu hal yang sangat ia khawatirkan menjadi saingan paling beratnya adalah jendral muda Wu Cheng, meskipun saat perayaan pesta ulang tahun permaisuri Yin Yin putri Zhang Mu Lan sama sekali tak mencari perhatian ataupun centil terhadap jendral muda Wu Cheng seperti biasa atau seperti yang rumor beredar, tapi tetap saja putra mahkota Xin tetap harus waspada bagaimana pun jendral muda Wu Cheng pernah menjadi pria yang sangat di sukai putri Zhang Mu Lan.


Sebuah lemparan biji - bijian menghantam wajah tampan putra mahkota Xin dan berhasil membangunkannya dari lamunan, hantaman garam yang di lempar permaisuri Jin Jing padanya lumayan memberi sedikit rasa sakit yang berhasil menyentaknya dari pikiran.


"Ibunda permaisuri apa yang anda lakukan!" kuluh putra mahkota Xin pada ibunya yang kini tengah berada di depan pintu ruang kerja Ayahandanya.


"Tentu saja melemparimu garam," jawab permaisuri Jin Jing "Ibunda takut kau datang membawa roh jahat kemari" tambahnya yang membuat putra mahkota Xin menggeleng


"Ibunda.. anda masih saja percaya akan hal - hal seperti itu" desah putra mahkota Xin


"Dimana Ayahanda?" tanya putra mahkota Xin yang memang sengaja memblokir perkataan permaisuri Jin Jing yang hendak ia lontarkan. Putra mahkota Xin tahu kalimat yang akan Ibundanya katakan adalah sebuah argumen pembelaan atas kepercayaan yang di yakininya.


Permaisuri Jin Jing berdecak kesal, ia menatap putra sulungnya dengan sinis sebelum berkata "Kau kebiasaan memotong kalimat Ibunda!". "Ayahmu ada di dalam, tapi mengapa kau mencarinya?" tanya permaisuri Jin Jing.


"Aku ingin meminta penurunan dikrit pernikahan" jawab putra mahkota Xin tersenyum tipis.


"Kali ini pemuda bagsawan siapa yang memintamu untuk membantunya bersatu dengan nona muda yang ia sukai?" tanya permaisuri Jin Jing kesal.


Permaisuri Jin Jing kesal lantaran putra mahkota Xin kerap kali membantu pejabat muda ataupun pemuda keturunan bangsawan untuk mendapat dikrit pernikahan dari pihak kerajaan, alasan pertama karna mungkin gadis yang mereka taksir tidak menyukai mereka atau alasan kedua karna pihak keluarga keduanya tidak merestui hubungan mereka. Hal ini kerap kali terjadi, sudah banyak pemuda yang datang meminta bantuan putra mahkota Xin, dan naasnya putranya kerap kali membantu mereka dengan memanipulasi kaisar Zheng dengan berbagai argumen yang masuk akal dan membuat kaisar Zheng menurunkan dikrit pernikahan yang tak akan bisa di bantahkan.


"Kau jangan selalu berbaik hati dan peduli terhadap orang lain, sedangkan kau sama sekali tidak pernah peduli pada dirimu sendiri!" cerca permaisuri Jin Jing "Berhentilah mendengarkan mereka, mengurusi kehidupan mereka, pikirkan saja dirimu dan masa depanmu, juga kapan kau ingin menikah? Kau jangan selalu menjodoh - jodohkan orang lain dan membantu mereka menikah dengan dikrit pernikahan dari kerajaan, sedangkan kau bahkan diusiamu yang pantas menikah belum jua menikah!" tambah permaisuri Jin Jing yang panjang lebar.

__ADS_1


Langkah kaki yang terdengar mendekati putra mahkota Xin dan permaisuri Jin Jing menyapa indra pendengaran keduanya, perlahan suara pemiliar yang terdengar sangat berat dan tegas menggema di segala penjuru koridor istana utama bagian dalam kerajaan Han.


"Ada apa sehingga kalian ribut - ribut seperti ini?" tanya kaisar Zheng terdengar dingin dan datar.


"Yang mulia.. putra sulungmu baru saja pulang namun ia ingin menemui anda hanya untuk meminta dikrit pernikahan" adu permaisuri Jin Jing yang membuat putra mahkota Xin memijit pelipisnya yang tiba - tiba berdenyut.


"Putra mahkota Han Zi Xin, apakah yang dikatakan ibundamu benar?" tanya kaisar Zheng dengan tatapan menyelidik.


Putra mahkota Xin mendesah, ia lalu berkata "Ayahanda.. putramu ini memang akan meminta dikrit pernikahan, tapi --" putra mahkota Xin menjeda seraya membasahi tenggorokannya yang tiba - tiba terasa kering.


"Tapi?" beo kaisar Zheng menunggu kelanjutan kalimat putranya begitupun permaisuri Jin Jing yang tiba - tiba merasa penasaran dengan kalimat menggantung putra sulungnya


"Tapi dikrit pernikahan itu bukan untuk orang lain, melainkan untuk diriku sendiri!"


.


.


.


Dong Jui adalah seorang pemuda yang memiliki banyak selir, namun semua selirnya meninggal karna tak mampu menyeimbangi permainan Dong Jui di atas peraduan. Selain di kenal sebagai pria yang buas, Dong Jui juga di kenal sangat menggilai Ma Mei Rong dan bersedia melakukan apa saja agar Ma Mei Rong ingin menjadi selirnya.


Sejujurnya, jika saja Ma Mei Rong tak ingin menghancurkan keluarga Wu, ia tak akan mencari Dong Jui dengan sukarela. Namun disaat reputasinya telah rusak seperti ini hanya karna satu kesalahan, siapa yang akan menerimanya dengan tangan terbuka. Alhasil meskipun berat Ma Mei Rong pada akhirnya meminta bantuan Dong Jui yang merupakan salah satu saudagar kaya raya di ibukota kerajaan Zhang yang juga memiliki beberapa orang dalam di yang bekerja di pasar gelap.


"Ma Mei Rong, akhirnya kau datang" sambut Dong Jui begitu semangat saat melihat sosok gadis yang di pujanya datang.

__ADS_1


"Aku tentu saja akan datang, kau sudah berjanji akan memberiku ramuan langka yang akan membuat seseorang mandul dan tak bisa memiliki seorang anak" balas Ma Mei Rong melangkah memasuki salah satu ruangan ruangan privasi sebuah restoran yang telah di pesan Dong Jui


"Aku sudah membawanya, tapi sebelum itu.. -" Dong Jui menatap Ma Mei Rong dari atas kebawah dan dari bawah kembali keatas dengan tatapan nafsu, ia lalu melanjutka kalimatnya dengan suara yang mulai terasa berat "kau harus memenuhi janjimu untuk menghangatkan peraduanku"


.


.


.


.


.


**TBC


Selasa 11 Agustus 2020


Makasih buat yang masih sabar dan setia menunggu 😘. Jangan lupa like dan vote ceritanya yah 🤭, tetap sehat, tetap jaga kesehatan, tetap semangat, semuanya pasti segera berlalu ❤


Juga jangan lupa follow IGku ;


@yung379_


@Detectiveconan.case

__ADS_1


Sampai jumpa** hari minggu ❤


__ADS_2