
Lao Yu Zhu atau biasa di panggil sarjanawan Yu Zhu tak menyangka jika dirinya akan mendapat kehormatan menjadi guru putri Zhang Mu Lan. Entah ini adalah sebuah anugerah untuknya karna dengan kehormatan yang ia terima dari kaisar Wei akan menaikan gaji, pangkat dan ketenarannya di khalayak ramai, atau malah sebuah petaka karna harus berhadapan dengan putri Zhang Mu Lan yang dikenal sangat bodoh, angkuh, dan sulit di atur.
Sarjanawan Yu Zhu mendesah, ia lalu menyesap teh yang di sajikan oleh para dayang yang menjamunya sembari menunggu sosok gadis berusia 14 tahun yang bahkan hingga kini rumor kecantikannya masih di perbincangkan banyak orang.
Pria berusia 25 tahun itu tak tahu apakah rumor yang beredar adalah sebuah fakta, atau hanya sekedar kebohongan dari mulut ke mulut para penduduk ibukota kerajaan Zhang. Pasalnya seingatnya, putri Zhang Mu Lan yang kerap kali berkunjung ke kediaman Ma memiliki penampilan yang buruk. Ia selalu memakan perhiasan berlebih, memakan pakaian berwarna terang, serta memakai riasan yang sangat tebal sehingga membuat gadis itu nampak tua di usianya yang baru akan beranjak 15 tahun dalam beberapa bulan kedepan.
Suara langkah kaki yang terdengar bergerombolan menyapa indra pendengaran sarjanawan Yu Zhu, tak berselang berapa lama, para dayang mulai mengumumkan kedatangan gadis yang sedari tadi ia tunggu.
"Yang mulia putri Zhang Mu Lan telah tiba...."
Dengan cepat sarjanawan Yu Zhu bangkit dari duduknya, ia lalu membungkuk memberi hormat sebelum suara lembut menyapa indra pendengarannya dan meminta dirinya untuk segera bangun.
"Guru Zhu, bangunlah" perintahku yang langsung di patuhi sarjanawan Yu Zhu.
Aku lantas memilih duduk bersilah di depan meja yang telah di siapkan untukku, dan tak berselang berapa lama sarjanawan Yu Zhu pun turut duduk besilah di tempatnya setelah para dayang menyingkirkan poci teh, cangkir dan kue yang di sediakan selama sarjanawan Yu Zhu menungguku.
Aku membuka buku sejarah yang sudah di sediakan di atas mejaku, nampaknya hari ini kami akan mempelajari seluk beluk sejarah kerajaan Zhang dan leluhurnya. Aku mendengus dalam hati, bagaimana pun aku sudah menghafal semua hal yang tertulis dalam buku tersebut beberapa tahun yang lalu.
Hanya karna saran dari Ma Mei Rong yang mengatakan jika jendral muda Wu Cheng menyukai gadis yang lemah lembut, tidak terlalu cerdas, dan polos. Maka dari itulah ia pun dengan bodohnya berpura - pura bodoh selama bertahun - tahun ini, kepandaian dan kecerdasan yang ia miliki harus tertutup dengan tipuan dan hasutan Mei Rong.
Pada akhirnya.. pengetahuan dan ilmu yang ia miliki lambat laun mulai berkurang, alhasil ia pun akhirnya menjadi gadis yang benar - benar bodoh karna di butakan oleh cinta. Karna perasaannya pada jendral muda Wu Cheng, ia benar - benar menjadi bodoh. Keluarganya harus membayar semua perbuatan dan kebodohannya selama ini dengan nyawa, dan semua yang ia miliki di rampas paksa oleh orang yang begitu ia kagumi dan pujai.
"Yang mulia putri Zhang Mu Lan?"
__ADS_1
"Putri Mu Lan?"
Panggilan sarjanawan Yu Zhu menyentakku dari lamunan, aku yang sedari tadi menunduk lantas mendongak menatap sarjanawan Yu Zhu yang entah hanya perasaanku saja nampak terkejut.
"Guru Zhu memanggilku?" tanyaku pada
Sarjanawan Yu Zhu mengerjap beberapa saat, sebelum berkata "Kita akan mulai pelajarannya" katanya setelah pulih dari keterkejutan.
Aku terus mengikuti dan melakukan semua hal sesuai dengan perkataan sarjanawan Yu Zhu, aku terus membaca, mendengar penjelasan, atau bahkan mencatat poin - poin penting dalam materi yang ia berikan hari ini padaku.
Dari caranya mengajar dan menjelaskan membuatku paham, mengapa Ayahanda kaisar Wei memberi kehormatan pada sarjanawan Yu Zhu untuk mengajariku. Hal itu dikarnakan cara mengajar dan menjelaskannya yang sangat muda di pahami, dan mungkin karna hal inilah ia begitu di cari oleh pengurus sekolah - sekolah bangsawan yang ada di ibukota Zhang.
"Mungkin sampai disini pelajaran kita hari ini, apabila yang mulia memiliki pertanyaan, anda bisa mengajukannya di mata pelajaran berikutnya" tutup sarjanawan Yu Zhu yang menyentakku dari lamunan.
"Terima kasih atas kemurahan hati guru Zhu membagi ilmunya, ku harap guru Zhu tidak akan bosan mengajar dan membagi ilmunya dengan putri ini" ucapku yang membuat tubuh sarjanawan Yu Zhu tersentak terkejut dengan apa yang kulakukan.
Mungkin rumorku yang begitu beruk begitu melekat padaku, sehingga aku kerap kali mendapati sarjanawan Yu Zhu nampak terkejut dengan segala kelakuanku. Aku pikir respon sarjanawan Yu Zhu masih sangat wajar dan dapat di maklumi, bagaimanapun perubahanku yang tiba - tiba jelas membutuhkan banyak waktu dan ruang bagi semua orang beradaptasi.
"Sarjanawan Yu Zhu!" tegur seorang kasim yang berdiri tepat di samping tangga
Sarjanawan Yu Zhu lantas tersentak dari lamunannya, ia lalu bergegas memintaku bangun, bahkan nyaris membantuku bangun dari posisi hormatku. Sebelum kedua tangannya memegang lengan atasku seraya membantuku bangun, aku lebih dulu beranjak menegakkan tubuhku.
Aku tersenyum tatkala sarjanawan Yu Zhu terus menerus memohon maaf padaku karna kecerobohannya aku harus membungkuk begitu lama. Andai saja kasim yang bertugas di kediamanku tak menegurnya, aku mungkin akan tetap berada di posisi yang sama terlebih akupun tak lantas beranjak karna menunggu perintah.
__ADS_1
Bagiku, mengubah pandangan orang - orang terhadapku butuh banyak proses dan waktu. Namun karna hari ini aku memiliki peluang serta kesempatan membersihkan namaku dari rumor - rumor jelek dan buruk, akupun berinisiatif memulainya dari sarjanawan Yu Zhu. Bukankah sebagai murid aku harus menghormatinya walaupun status dan kedudukanku lebih tinggi? Saat ini aku sedang berusaha bersikap seperti itu, namun nampaknya perbuatanku kembali mengejutkannya.
"Guru Zhu tak perlu meminta maaf, putri ini yang bersikap di luar kebiasaan putri ini secara tiba - tiba sehingga guru Zhu terkejut dan belum terbiasa" kataku saat sarjanawan Yu Zhu terus meminta maaf. Entah karna takut namanya tercemar telah memperlakukanku seperti itu, atau karna ada hal yang lain.
"Sarjanawan ini sungguh menyesal membuat anda membungkuk terlalu lama" kata sarjanawan Yu Zhu yang terdengar takut dan juga khawatir
"Guru Zhu tak perlu sungkan, putri ini berharap semoga guru Zhu bisa dengan cepat beradaptasi dengan sikap dan kelakuanku" balasku
"Karna pelajaran hari ini telah selesai, putri ini mohon maaf apabila lancang memohon undur diri dan pergi mendahului guru Zhu" kataku membungkuk sesaat sebelum beranjak bangun dan berbalik meninggalkan sarjanawan Yu Zhu yang masih berada di gasebo belakang pavilium Shan yang kini bergumam.
"Nampaknya rumor kecantikan putri Zhang Mu Lan bukanlah kebohongan, terlebih saat ini temperamennya perlahan telah berubah"
.
.
.
.
.
**TBC
__ADS_1
Jumat, 5 Juni 2020**