Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 66


__ADS_3

Putra mahkota Xin telah menceritakan semuanya pada putra mahkota Liang, penjelasannya yang panjang membuat keduanya tak menyadari malam telah beranjak semakin larut. Saat ini keduanya tengah diliputi keheningan, baik putra mahkota Xin ataupun putra mahkota Liang tengah sibuk dengan pikiran mereka masing - masing.


Detik perlahan berganti menit, keduanya masih sibuk dengan pikiran masing - masing hingga putra mahkota Liang berkata "Aku sangat ingat jelas kejadian saat kau menghilang dan ketika kau ditemukan, kau dalam kondisi terluka. Saat itu akulah yang memberitahukan prajurit kerajaan Han di mana kau saat itu" kata putra mahkota Liang


Mendengar jawaban putra mahkota Liang, kedua bola mata putra mahkota Xin lantas berbinar. Ia seakan - akan menemukan jawaban yang selama ini ia cari, dan nampaknya ia tak menyesal telah mengatakan ini jika ia telah mendapatkan jawaban dari pencariannya selama ini. Meskipun Zian melakukan hal yang ceroboh berujung kesalah pahaman, nampaknya tangan kanannya itu berhasil memberinya sebuah keberuntungan lain. Hal yang membuat putra mahkota Xin masih tetap bersama dengan Zian selain karna kemampuannya yang di atas rata - rata, ia juga kerap kali membawa keberuntungan untuknya.


"Bagaimana kau bisa tau keberadaanku?" tanya putra mahkota Xin


"Tentu saja saat itu mei meiku yang memberitahukannya, ia tak bisa mendatangi prajurit kerajaan Han langsung karna pakaian yang ia kenakan koyak setelah menghentikan pendarahan di lenganmu. Aku mengetahui bahwa ia yang menolongmu karna pakaiannya sedikit basah dan ada bercak darah di pakaian dan tangannya. Karna tak memiliki pilihan lain, ia memberitahuku saat kami berpapasan, itu adalah kali pertamanya ia meminta tolong padaku semenjak ****** itu membodohi dan mempermainkan mei meiku" jawab putra mahkota Liang yang entah mengapa kini membuat putra mahkota Xin senang dan juga merasa lega.


Seharusnya putra mahkota Xin tak perlu meminta Zian untuk mencari informasi ke pavilium Shang di istana bagian barat jika menjelaskan dengan kejujuran seperti ini bahkan lebih muda.


"Omong - omong, putra mahkota Xin sempat mengatakan masalah janji, jika boleh tau kau berjanji untuk mei meiku yang telah menyelamatkanmu?" tanya putra mahkota Liang penasaran


Putra mahkota Xin tersenyum tipis sebelum berkata "Putra mahkota Liang akan tahu nanti"


.


.


.


Disisi lain, tepatnya di kediaman keluarga Ma, perdana mentri tengah mengadakan pertemuan dengan para pengikutnya. Rata - rata dari mereka merupakan pejabat pemerintahan dan para sarjanawan muda yang saat ini tengah berada di masa - masa darah panas. Mereka adalah pemuda yang sangat muda di kelabuhi dan dimanipulasi hanya karna sebuah iming - iming kekuasaan dan kejayaan jika pemberontakan dan kudeta mereka berhasil terhadap keluarga kerajaan Zhang. Mereka tak berpikir masalah resiko yang akan mereka hadapi ketika menendang keluarga kerajaan, sebab yang mereka pikirkan adalah bagaimana mendapat posisi, jabatan dan kekuasaan dengan cara yang mudah.


"Perdana mentri Dong, kapan kita akan mulai bergerak?" tanya seorang sarjanawan muda yang begitu tidak sabaran


Pertanyaan sarjanawan muda itu nampaknya mengundang persetujuan para pendukung perdana mentri Ma Ze Dong. Perdana mentri Ma Ze Dong hanya mampu mendesah dan memijit keningnya yang berdenyut. Harusnya mereka memulai rencana pemberontakan terhadap keluarga kerajaan Zhang itu sekarang, sayang semua rencananya harus hancur karna kesalahan yang Ma Mei Rong ciptakan dulu. Meskipun pihak kerajaan memaafkan keluarga kediaman Ma atas penyinggungan yang dilakukan ******* kecil itu, tapi tak menutup kemungkinan saat ini pihak keluarga kerajaan tidak mengawasi gerak gerik kediamannya. Bisa saja jika keluarga kerajaan telah bergerak lebih dulu sebelum mereka bergerak.

__ADS_1


Perdana mentri Dong mendesah, ia dan putri sulungnya, Ma Xiao Qing hanya membuat satu rencana dan tak membuat rencana cadangan. Mereka tak pernah berpikir ada hari dimana rencana yang telah mereka susun lama berakhir sia - sia seperti ini.


"Kita tak bisa bergerak sekarang!" desah perdana mentri Dong yang membuat semua pendukungnya yang berada di aula utama kediaman Ma lantas terkejut dan mulai menyuarakan pertanyaan 'mengapa?'


"Sangat sulit menjelaskan detailnya, tapi kalian pasti tahu jika kediaman Ma beberapa bulan terakhir pernah bersinggungan dengan keluarga kerajaan Zhang. Meskipun pihak kerajaan memaafkan kelancangan ******* kecil itu, tapi tetap saja saat ini keluarga kediaman Ma masih dalam pengawasan pihak kerajaan begitupun para penduduk ibukota Zhang" jelas perdana mentri Ma "Rencana yang kami susun harus berakhir sia - sia, saat ini jalan yang kita ambil adalah tetap diam. Jangan bertindak gegabah. Sebab kita melawan orang - orang berkuasa diatas kita" tambah perdana mentri Dong yang membuat para pendukungnya mendesah kecewa.


"Jika tahu akan memakan waktu selama ini, aku lebih memilih mengikuti ujian para pejabat saja yang setiap tahun di adakan" keluh seorang sarjanawan muda dengan kulit sedikit gelap dengan suara lirih pada rekan sesama sarjanawannya yang duduk di kedua sisinya.


"Aku juga tak kalah menyesalnya dengan dirimu" timpal sarjanawan yang duduk disisi kanannya dengan tubuh sedikit berisi


"Ada baiknya jika kita meninggalkan fraksi pemberontakan ini dan mengambil jalan masing - masing. Jika kita terus seperti ini aku mulai meragukan masa depan kita" nasehat sarjanawan yang duduk di sisi kiri dengan tubuh yang lebih kurus.


"Nampaknya aku setuju dengan saranmu itu!"


Disaat para pendukung perdana mentri Dong yang membuat fraksi dan aliansi pemberontakan terhadap keluarga kerajaan Zhang mulai kehilangan kepercayaan mereka terhadap perdana menti Dong yang terus menunda dan mengulur - ulur waktu, disisi lain, tepatnya di istana Han yang merupakan bangunan utama dari istana dalam kerajaan Zhang, kaisar Wei tengah membaca gulungan - gulungan dokumen pemerintahan diruang kerjanya. Saat ini pria paruh baya itu tidak sendiri sebab putri kecilnya tengah bersamanya.


Suara lembut putri Zhang Mu Lan menyapa indra pendengaran kaisar Wei. Pandangannya yang tengah fokus membaca setiap kata yang dirangkai menjadi kalimat teralihkan. Kaisar Wei mendongak dan mempusatkan perhatiannya pada putri kecilnya yang saat ini tengah panas - panasnya di bicarakan oleh para penduduk ibukota.


"Ada apa putri kecilku?" tanya kaisar Wei lembut.


"Mengenai masalah penggelapan upah buruh kerja pembangunan dermaga di laut selatan, apakah Ayahanda sudah mendapatkan bukti lain selain yang di berikan para pejabat itu?" tanyaku mulai nampak serius.


Kaisar Wei yang menyadari keseriusanku lantas meletakan gulungan yang di bacanya di atas meja, ia menautkan jari - jarinya dan menatap putrinya balik putrinya dengan tatapan serius sebelum menjawab "Bukti yang diberikan para pejabat itu sebenarnya telah cukup, namun Ayahmu ini telah menemukan banyak cela dan akhirnya menemukan banyak bukti yang kuat untuk menyeret bukan hanya satu pejabat pemerintahan, tapi Ayahmu menemukan bukti - bukti penyalah gunaan kedudukan dan kekuasaan para pejabat, dan Ayahmu ini rasa akan melakukan perombakan dan perekrutan penajabat pemerintahan secara besar besaran setelah ini" jawab kaisar Wei yang lantas ku angguki


"Lalu kapan Ayahanda akan menangkap dan mengakhiri semuanya?" tanyaku penasaran


"Kapan saja waktu yang putri kecilku inginkan!"

__ADS_1


.


.


.


.


.


**TBC


Senin 3 Agustus 2020


Sehubung banyaknya protes yang kudapatkan dari kalian yang mengatakan updateku begitu lama, jadi jadwal update untuk cerita ini telah ku ubah. Tolong di baca baik - baik yah kakak - kakak ataupun adik - adikku, sehingga aku tak perlu mengulang menjawab pertanyaan yang sama. Jadi ;


JADWAL UPDATE CERITA Permaisuri Kecilku yang Kejam akan update setiap hari RABU dan MINGGU, aku akan update 2 kali dalam seminggu dan masalah berapa bab yang ku update itu tergantung ;


Mood nulisku


Kesibukanku di dunia nyata


Ideku yang kadang ngalir dan kadang nggak, dan terakhir


Penyakit magerku 🤧.


Aku harap kakak - kakak dan adik - adikku bisa memaklumi, maaf bila ada salah - salah kata 🙏🏻 aku hanyalah manusia biasa yang tak luput dari dosa dan kekhilafan. Tetap sehat, tetap aman yah kakak - kakak dan adik - adikku. Makasih buat dukungan kalian, dan juga jika jadwal telah berubah itu berarti cerita ini akan segera TAMAT dalam waktu dekat. Siapkan diri buat pisah, sebab ketika cerita ini selesai, aku bakal balik ke WP. Pembacaku disana juga menungguku pulang dan melanjutkan ceritaku yang harus hiatus karna aku fokus sama cerita ini yang sedang ikut lomba 🙏🏻🙏🏻**

__ADS_1


__ADS_2