Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 51


__ADS_3

Memilih menghindar dan kabur adalah jalan terbaik yang putra mahkota Liang ambil, bagaimanapu ia telah menyinggung masa lalu saudarinya yang begitu memalukan untuk di ingat, sehingga adiknya mengamuk padanya saat ini. Putra mahkota Liang tidak tahu mengapa mulutnya dengan lancang mengatakan kalimat yang selama ini ia pendam, ia tak pernah ingin menyuarakannya meskipun kerap kali ia marah akan perkataan semua orang yang terang - terangan menjadikan saudarinya bahan candaan dan ejekan.


Namun hari ini, setelah ia memendam dan menyembunyikannya selama bertahun - tahun. Nampaknya ia sungguh mulai tak tahan dan juga mulai tidak waras karna mengatakan kalimat yang jelas menyinggung dan membuat adiknya sakit hati.


"Tamatlah riwayatku, aku tahu setelah ini mei mei pasti akan mendiamiku" gumam putra mahkota Liang sepanjang perjalanan menuju aula utama yang berada di bagian istana luar kerajaan Zhang.


"Tapi sungguh aku mengatakannya dengan tidak sengaja, terlebih apa yang ku katakan memang benar. Aku hanya ingin mei mei menjadi dirinya sendiri, aku lebih suka ia yang sekarang di bandingkan ia yang dulu begitu dingin dan bersikap acuh padaku!" tambah putra mahkota Liang membela diri


Putra mahkota Liang lantas memijit keningnya yang berdenyut sakit, ia lalu berkata "Sudahlah, saat ini aku hanya perlu menyambut kedatangan rombongan kerajaan Han yang akan memasuki gerbang utama istana, aku akan memikirkan bagaimana membujuk mei mei setelahnya" putus putra mahkota Liang bergegas menuju halaman aula utama kerajaan Zhang.


Sesampainya putra mahkota Liang di halaman aula utama kerajaan Zhang, beretepatan itu pula pintu gerbang terbuka lebar dan rombongan kerajaan Han akhirnya pun sampai setelah menempuh perjalanan selama 4 hari. Besok adalah waktu yang akan rombongan kerajaan Han gunakan untuk beristirahat sebelum lusa menghadiri acara pesta jamuan perayaan ulang tahun ibunda permaisuri Yin Yin yang ke 38 tahun.


Para kasim, dayang ataupun pelayan kerajaan Han dengan cepat merununkan berbagaimacam hadiah yang mereka bawa, tak berselang berapa lama putra mahkota Han Zi Xin dan pangeran Han Ze Min membelah keruman prajurit yang berdiri di garda depan.


Putra mahkota Liang yang melihat itu lantas dengan cepat menghampiri kedua tamu kehormatannya. Seharusnya saat ini ia bersama adiknya, sayangnya karna mulut sialan-nya ia harus berakhir menerima kedua tamunya sendiri karna Ayahanda dan Ibundanya tengah sibuk mengurus keperluan pesta untuk besok sore dan lusa.


"Selamat datang di kerajaan Zhang.. putra mahkota Han Zi Xin dan pangeran Han Ze Min" sambut putra mahkota Liang hangat tak lupa berjabat tangan dengan keduanya sebagai tanda jika hubungan keduanya cukup baik. "Maafkan karna hanya aku yang menyambut kalian, saat ini Ayahanda kaisar dan Ibunda permaisuri tengah sibuk mengurus keperluan pesta, sedangkan mei mei.. -- perkataan putra mahkota Liang terjeda seraya menatap putra mahkota Xin dengan tatapan dalam -- tak ingin melihat putra mahkota Han Zi Min karna alasan dendam lama" tambah putra mahkota Liang yang lantas membuat putra mahkota Xin menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Aku sampai saat ini belum meminta maaf pada putri Zhang Mu Lan atas perkataanku yang kurang mengenakan itu," jelas putra mahkota Xin "Wajar saja jika putri Zhang Mu Lan masih marah dan dendam padaku" tambahnya yang membuat putra mahkota Liang lantas terkekeh.


"Maaf, maaf" kata putra mahkota Liang "Aku tidak mampu menahan tawaku lagi" akunya.

__ADS_1


"Putra mahkota Han Zi Xin tak perlu khawatir, lambat laun mei mei akan menyadari makna lain dari perkataan anda tahun kemarin. Mohon maaf atas sikap mei mei yang kurang mengenakan, dia belum dewasa dan aku harap putra mahkota Han Zi Xin dan pangeran Han Ze Min bisa memaklumi dan memaafkan tingkah kekanakannya" kata putra mahkota Liang tulus.


"Tidak masalah putra mahkota Zhang Yong Liang, kami juga meminta maaf atas pikiran buruk kami dan mohon bantuannya selama kami disini" balas putra mahkota Xin yang di angguki putra mahkota Liang yang tak lupa berkata "Pasti!"


.


.


.


"Gege, katakan padaku.. kau pasti sangat bersyukur bukan karna yang menyambut kedatangan kita bukan putri Zhang Mu Lan?" tanya pangeran Min saat keduanya berada di salah satu pavilium yang memang di khususkan untuk tamu kerajaan yang akan mereka tempati 3 hari kedepan.


"Padahal aku berharap yang menyambut kita adalah putri Zhang Mu Lan, mungkin dengan penampilan menor dan mencoloknya akan membuatku sangat terhibur saat ini" keluh pangeran Min


"Aku malah bersyukur bukan dia yang menyambut kita, bagaimanapun aku masih merasa tidak enak karna pernah menyinggungnya dengan terang - terangan" sahut putra mahkota Xin yang membuat pangeran Min berdecak.


"Gege kau sungguh hanya melihat putri Zhang Mu Lan dari sisi luarnya. Meskipun putri Zhang Mu Lan marah dan masih dendam dengan gege, setidaknya ia cukup kuat menghadapi berbagaimacam hinaan, caci maki dan olok - olokan banyak orang padanya selama bertahun - tahun yang di lontarkan semua orang padanya secara terang - terangan," jeda pangeran Min "Seingatku meskipun ia mendapat banyak hujatan dari semua orang yang membenci penampilan dan prilakunya, ia tetap kuat melewati semuanya dengan kepala terangkat" tambah pangeran Min yang membuat putra mahkota Xin sadar jika apa yang adiknya katakan memang adalah hal yang benar.


Bagi mereka yang telah tenggelam oleh ludah serta hujatan dan makian banyak orang kadang mengalami depresi berat, putus asa dan berakhir dengan bunuh diri. Ada banyak kasus seperti itu, bahkan mendiang saudari kaisar Han Yong Zheng pun mengalami hal serupa. Yakni mendapat banyak hujatan dan makian dari banyak orang karna hamil di luar nikah, pria yang menghamilinya adalah seorang prajurit rendah yang di tentang keras oleh kaisar terdahulu, pada akhirnya saudari ayahanda kaisar depresi dan memilih bunuh diri bersama bayinya saat tekanan dari para penduduk yang membuatnya pada titik terendah dan saat akhirnya ia tahu jika ayah dari anak yang dikandungnya telah di eksekusi mati, ia pun memilih mati seraya berharap di kehidupan selanjutnya mereka akan berkumpul kembali.


Ah, betapa bodohnya ia baru menyadari hal tersebut. Tapi meskipun begitu, tetap saja ia merasa tidak nyaman dengan putri Zhang Mu Lan bagaimanapun ia telah menyakiti perasaan gadis itu.

__ADS_1


"Omong - omong, bukankah setahuku ada rumor yang pernah beredar di ibukota kerajaan Zhang dan kerajaan Han mengenai kecantikan putri Zhang Mu Lan?" tanya pangeran Min yang seketika menyentak putra mahkota Xin dari lamunanya.


"Aku pernah mendengarnya, tapi tidak tahu akan kebenarannya!" balas putra mahkota Xin setelah berhasil memulihka kesadarannya.


"Ah, aku begitu penasaran melihat bagaimana kecantikan putri Zhang Mu Lan seperti yang rumor katakan. Ku harap aku tidak melihat riasan menor, pakaian cerah dan mencolok yang menyakiti kedua mataku"


"Aku juga berharap hal yang serupa!" timpal putra mahkota Xin


.


.


.


.


.


**TBC


Rabu, 8 Juli 2020**

__ADS_1


__ADS_2