Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 20


__ADS_3

Malam telah berlalu begitu cepat, warna gelap yang menghiasi langit malam perlahan menghilang tergantikan warna biru muda yang menghiasi langit pagi yang cerah. Cahaya sinar mentari mulai menghapus jejak dingin yang ditinggal oleh sang malam, perlahan kehangatan menyapa seluruh penduduk ibukota kerajaan Zhang.


Aku sejak tadi tak lepas memandang pemandangan indah terbitnya sang mentari di istana timur yang merupakan kediaman putra mahkota Liang. Kedatanganku kemari bukan untuk memaksanya melupakan putri sulung kediaman Ma, melainkan memintanya untuk melatih Bo Qin sama seperti ia melatih seluruh prajurit Shi Rong miliknya.


Sehubung karna aku datang terlalu pagi, akhirnya aku memilih menikmati matahari terbit dan duduk di atas dahan pohon kokoh pohon ceri. Tak perlu bertanya bagaimana bisa aku menaiki pohon besar tersebut, tentu saja aku melakukannya dengan sangat susah payah terlebih aku mengenakan hanfu. Pergerakan memanjatku sangat sulit dan terbatas, aku nyaris hampir putus asa karna kerap kali jatuh. Namun usaha tidak pernah menghianati hasil. Dipercobaanku yang sekian, akhirnya aku berhasil menaiki pohon ceri yang berada di samping kediaman putra mahkota Liang. Aku bisa dengan puas dan merasa bangga masih bisa menyaksikan keindahan dari matahari terbit di tempat yang kurasa akan sangat cocok menyaksikan pemandangan tersebut.


"Dimana putri Mu Lan, bukankah kalian mengatakan mei mei putra mahkota ini datang kemari?"


Pertanyaan putra mahkota Liang menyapa pendengaranku, seketika aku menoleh kesamping dan menemukan saudaraku yang telah lengkap dengan pakaian kebesaran putra mahkotanya. Wajah tampannya yang selalu menampilkan ekspresi datar kini nampak kesal, mungkin karna paginya harus terusik dengan para kasim ataupun dayang yang membangunkannya disaat ia terlelap. Merasa bersalah atas kemarahan dan kekesalan putra mahkota Liang pada bawahannya, aku lantas memanggil putra mahkota Liang.


"Gege..!"


Putra mahkota Liang yang sangat femiliar dengan suaraku lantas menoleh kanan dan kiri seraya mencari sosokku, aku yang tersadar jika saudaraku tengah mencari keberadaanku lantas kembali bersuara untuk memberitahukan posisiku.


"Gege aku di atas sini!" teriakku yang berhasil membuat putra mahkota Liang menolek kesamping kanan dan mendongakan kepalanya. Sesaat aku bisa melihat raut wajah terkejutnya, dan tak berselang berapa lama saudaraku itu melangkah dengan cepat hingga berada di bawah pohon dengan segala omelan yang keluar dari mulutnya.


"Mei mei apa yang kau lakukan diatas?"

__ADS_1


"Mei mei, kau adalah seorang putri kerajaan. Bagaimana bisa kau bersikap seperti seorang pria dengan memanjat sebuah pohon besar? Harusnya kau bersikap lemah lembut seperti gadis kebanyakan, bukan seperti ini," kata putra mahkota Liang dengan salah satu tangannya mulai memijit keningnga yang berdenyut. "Lalu bagaimana kau bisa sampai disana? Ayo cepat turun!" perintahnya


Aku lantas mendesah dan dengan tanpa rasa bersalah akupun menjawab "Aku tidak pandai turun gege"


Mendengar jawabanku, putra mahkota Liang lantas memukul keningnya kuat. Ia lalu kembali mencercaku dan meluapkan semua kekesalannya karna sikapku. Aku tahu ia memarahiku demi kebaikanku, maka dari itu aku sama sekali tidak marah dan mengambil hati setiap perkataannya.


"Dari pada gege terus marah, mengapa gege tak membantuku turun?" tanyaku


"Apa maksudmu, jangan bilang kau akan --


"Gege tangkap aku!" potongku lantas melompat yang beruntungnya putra mahkota Liang dengan sigap menangkapku.


Putra mahkota Liang yang kesal lantas menurunkanku dari gendongannya, ia lantas menyentil keningku kuat hingga aku meringis kesakitan "Mengapa kau melakukan hal gila seperti ini? Apakah kau sudah bosan hidup?" gertak putra mahkota Liang yang ku balas dengan gelengan.


"Lalu mengapa kau melompat? kau tau bukan jika aku gagal menangkapmu kau bisa patah atau yang lebih parah dari itu adalah kau meninggal" geram putra mahkota Liang


"Aku tidak akan mengalami keduanya karna aku tahu refleks gege sangat cepat" jawabku yang membuat putra mahkota Liang tertengun.

__ADS_1


Di sisi lain, di kediaman keluarga Ma. Ma Mei Rong baru saja pulang di kediaman keluarganya saat matahari telah beranjak naik. Ia dengan santai memasuki kediaman keluarga Ma tanpa kendala, keberadaannya kini di halaman aula utama kediaman Ma membuat para pelayan ataupun penjaga berpikir jika sosoknya sedari tadi berada dirumah, bukan berkeluyuran seperti para wanita ******* yang menjanjikan kehangatan yang setimpal dengan bayaran.


Entah karna ia terlalu pintar, atau memang ia terlalu lihai sehingga tak ada seorangpun yang menyadari ketidak beradaannya semalam. Mungkin pula karna ia telah berpengalaman melakukan hal ini sehingga ia tak meninggalkan jejak ataupun cela apapun yang membuat mereka mencium kenakalannya di luar.


Ma Mei Rong melangkah menuju kediamannya, ia dengan angkuh berjalan dan mengabaikan sapaan para pelayan ataupun penjaga kediaman Ma yang berpapasan dengannya. Harusnya mereka sudah biasa di di abaikan atau di perlakukan secara tidak manusiawi oleh putri bungsu kediaman Ma, namun tetap saja kekesalan akan terus bersarang di hati mereka karna sikap Ma Mei Rong yang sangat bertolak belakang dengan Ma Xiao Qing.


Kerap kali ketika Ma Mei Rong akan marah ketika kerap kali ia di bandingkan sudaranya yang bagi semua orang sangat sempurna. Saking sempurnanya ia, para pemuda yang pernah jatuh hati padanya masih sulit melupakannya bahkan saat status Ma Xiao Qing telah berubah menjadi nyonya Luo.


Perasaan marah dan benci Ma Mei Rong perlahan lenyap, seiring dengan waktu yang berputar cepat dan perubahan pada dirinya terlihat sangat jelas. Walaupun tak sepintar saudaranya, kecantikannya boleh dikatakan satu tingkatan diatas Ma Xiao Qing. Dan dengan bangga Ma Mei Rong akan memuji dirinya karna berhasil menaklukan jendral muda Wu Cheng.


Walaupun hubungan mereka tak di ketahui khalayak ramai, Mei Rong masih bisa berbangga diri bagaimana pun di dalam tatapan mata ataupun hati jendral Wu Cheng hanya ada dirinya seorang sehingga dengan bodohnya Mei Rong percaya perkataan manis jendral muda Wu Cheng. Ia tak akan khawatir bahkan jika akan ada gadis lain yang lebih cantik dan segalanya di banding dirinya, sebab jendral muda Wu Cheng hanya miliknya dan ia tak akan melepas pemuda itu.


Kalaupun hubungannya putus dengan pemuda yang 5 tahun lebih tua dengannya itu, Mei Rong tidak akan pernah membiarkan hubungan mereka berakhir. Sebab, Mei Rong akan membongkar semua rencana jendral muda Wu Cheng, menuduhnya telah menyetubuhinnya walaupun hal itu sebenarnya kehendak mereka berdua, dan jika jendral muda Wu Cheng masih bersikeras mengakhiri hubungan dengannya, ia akan membawa kasusnya ke peradilan hingga jendral Wu Cheng tak punya pilihan lain selain menikahinya. Bagi Mei Rong, tak masalah jika setelah itu ia akan di perlakukan dingin olehnya, yang terpenting setidaknya ia akan menjadi furen yang sah di kediaman Wu.


**TBC


Sabtu, 30 Mei 2020**

__ADS_1


__ADS_2