
Rencana yang kususun dan berkat bantuan putra mahkota Liang dan para prajurit Shi Rong yang turut andil akhirnya membuahkan hasil. Rencana kami berhasil walaupun pada bagian akhir dari rencana yang ku susun tidak sesuai dengan apa yang baru saja terjadi. Meskipun ada kesalahan, aku malah lebih puas dengan bagian akhir dari rencana ini.
Aku begitu senang, saking senangnya aku terus bersenandung sambil menyelesaikan sulamanku yang hanya tinggal menunggu sentuhan akhir. Saat ini baik aku, putra mahkota Liang dan Bo Qing telah kembali di istana sejak satu jam yang lalu. Selama satu jam terakhir hanya ku habiskan dengan bersenandung dan menyulam, suasana hatiku terlalu baik dan hal itu membuat putra mahkota Liang yang masih bersamaku di pavilium Shan semakin menatapku dengan tatapan dalam.
Aku yang mulai lelah dengan tatapan putra mahkota Liang lantas menyimpan sulamanku di atas meja, aku lalu menoleh dan menatap putra mahkota Liang dengan tatapan datar, kedua tanganku lantas kulipat depan dada, dengan perasaan senang dan kesal yang saat ini kurasakan, aku lantas berkata "Apa yang ingin gege tanyakan?" tanyaku yang seketika membuat putra mahkota Liang tersenyum tipis.
"Aku sudah menahannya sejak mei mei meminta bantuanku bersama dengan prajurit Shi Rong, tapi karna rencana mei mei berhasil, bolehkah aku tahu mengapa kau melakukan ini?" tanya putra mahkota Liang.
'Tentu saja memusnahkan masalah sedini mungkin sebelum membesar, bagiku mereka adalah musuh yang harus segera di atasi'. Ingin rasanya aku mengatakan hal tersebut, sayangnya putra mahkota Liang tak percaya apa yang ku katakan, terakhir kali aku memberitahunya mengenai nona muda pertama keluarga Ma, Ma Xiao Qing, putra mahkota Liang masih saja tak percaya. Perasaanya berada di ambang keraguan dan hal itu membuatku urung mengatakan yang sejujurnya.
"Hanya melakukan balas dendam yang seharusnya kulakukan sejak lama" jawabku yang membuat putra mahkota Liang mengernyit bingung
"Balas dendam? Balas dendam kepada siapa?"
'Tentu saja pada mereka berdua. Merekalah yang selama ini membodohi dan mempermainkanku, merekalah yang selama ini yang menipuku hingga aku terbuai dengan sandiwara mereka, dan pada akhirnya aku membuat kesalahan besar dengan percaya dan terjebak dalam rencana mereka hingga aku kehilangan segalanya' . Lagi perkataan itu hanya tertahan di tenggorokanku. Aku ingin mengatakan semuanya, namun kupikir, mungkin cukup aku saja yang tahu.
"Tentu saja balas dendam karna nona muda kedua keluarga Ma, Ma Mei Rong selalu memperlakukanku seenaknya, menganggapku orang bodoh yang selalu mengikuti sarannya hingga mendapat cemohan dan hujatan para penduduk ibukota kerajaan Zhang" jawabku yang entah mengapa membuat putra mahkota Liang lega dan bersyukur sebab aku akhirnya memilih jalanku sendiri dengan tidak mendengarkan perkataan Ma Mei Rong yang dulu ku jadikan panutan dan hal itu jelas membuat putra mahkota Liang geram dengan tingkah lakuku yang kurang ajar dan tidak sopan, bahkan berdandan dengan riasan tebal hingga menutup kecantikan yang kumiliki dan usiaku yang seharusnya. Kerap kali putra mahkota Liang ingin menyuarakan ketidak sukaannya akan sikap dan penampilanku, namun ia selalu urung mengatakannya karna tak ingin menyakiti perasaanku. Terlebih dulu temperamenku teramat buruk.
"Lalu apa hubungannya dengan jendral muda Wu Cheng?" tanya putra mahkota Liang seakan belum menemukan jawaban dari pertanyaannya.
'Aku memanfaatkan situasi ini dengan membunuh dua burung dengan satu lemparan, langit nampaknya memberkatiku dengan keberuntungan sehingga hari ini datang. Hari dimana aku bisa membalikan takdir dan menghancurkan mereka. Ini tentu masih awal, aku jelas akan membuat mereka lebih menderita. Aku akan membuat mereka tersiksa hingga lebih menginginkan kematian'
"Mei mei?"
Panggilan putra mahkota Liang lantas menyentakku dari lamunan, saudaraku itu menatapku sesaat sebelum berkata "Jangan katakan kau juga melakukan balas dendam pada jendral muda Wu Cheng karna ia tak kunjung menerima perasaanmu!" tebak putra mahkota Liang yang entah mengapa nyaris membuatku mual.
__ADS_1
Untuk apa aku masih menyukai jendral muda Wu Cheng dengan segala keburukannya yang telah aku tahu sepenuhnya. Apakah ia masih pantas menerima perasaanku yang berharga? Ayolah dia sangat menjijikan untuk aku yang memiliki segalanya. bukan bermaksud sombong, pada kenyataannya pikiran dan perasaanku telah berubah. Tak ada lagi perasaan untuknya, yang ada hanya ada rasa jijik dan niat untuk menghancurkan dan memusnahkannya. Tapi, aku tak mungkin mengatakan hal itu bukan pada putra mahkota Liang, terlebih semua orang tahu bagaimana aku begitu mengejarnya dulu.
"Yah, seperti yang gege tebak!" jawabku yang berhasil membuat putra mahkota Liang menatapku tidak bercaya.
"Mei mei, kau sungguh mengerikan" kata putra mahkota Liang dengan sangat jujur.
Aku yang mendengarnya sama sekali tak merasa tersindir, ataupun merasa bersalah atas apa yang kulakukan hari ini. Sebab, bagiku mereka memang pantas mendapatkan hal yang lebih dari itu. Terlebih apa yang ku lakukan hanya untuk menyelamatkan keluargaku, orang - orang yang tak bersalah di masa lalu dengan memberi pukulan tak terduga.
.
.
.
"Wang Lie, mengapa kau dan yang lainnya datang begitu terlambat. Kami semua menunggumu, bagaimanapun kau adalah pemimpin perkumpulan kita. Kami tidak akan memulai mengajukan keberatan dan protes tanpamu" kata pemuda berkulit kuning langsat dengan postur tubuh sedikit kurus. Pemuda itu adalah tuan muda kedua keluarga Tang, Tang Di Yu.
"Apa yang dikatakan Di Yu benar, kami perlu kamu!" timpal pemuda berkulit sedikit kecoklatan dengan postur tubuh gemuk. Pemuda itu adalah anak dari salah satu saudagar kaya di ibukota kerajaan Zhang. Tao Yang.
"Yah, kami perlu kamu!"
"Kami butuh seseorang yang berpengaruh sepertimu, Wang Lie"
"Kami butuh seseorang yang berani dan kuat sepertimu!"
Masih banyak sahutan lain dari para pemuda perkumpulan pengagum dan pemuja Ma Mei Rong, terlalu banyak sahutan sehingga Wang Lei pun merasa muak sehingga berkata dengan sangat kesal "Bisakah kalian berhenti!" kata Wang Lie tidak suka.
__ADS_1
"Wang Lei, ada apa denganmu?" tanya Di Yu setelah berhasil memulihkan dirinya dari keterkejutan atas bentakan Wang Lie.
"Kamis sepakat akan keluar dari perkumpulan pengagum dan pemuja Ma Mei Rong" kata Fu Pei yang membuat para pemuda perkumpulan mereka terkejut.
"Apa malsudmu?"
"Yah, apa maksudmu?"
"Kami tidak akan pernah lagi ingin mengagumi dan memuja wanita ****** seperti Ma Mei Rong. Dia sangat buruk dan menjijikan!" jawab An Yi Chao yang membuat para pemuda perkumpulan pengagum dan pemuja Ma Mei Rong marah besar dan ingin menerjang An Yi Chao jika saja Wang Lie tak datang menjadi perisai dan melindungi An Yi Chao di belakang punggungnya.
"Suka tidak suka kalian bendengar hal ini, tapi apa yang kami katakan adalah fakta dan kebenaran. Semalam, kami melihat Ma Mei Rong berhubungan badan dengan jendral muda Wu Cheng. Terlebih pelayan yang bekerja di restoran yang kami datangi mengatakan keduanya sudah lama berhubungan gelap dan melakukan persetubuhan" jelas Wang Lie dengan tatapan datar "Jika kalian tidak percaya, kalian boleh menuju papan pengumuman yang tersebar di ibukota, rumor kebejatan keduanya telah tersebar sejak dini hari".
.
.
.
.
.
**TBC
Minggu, 28 Juni 2020**
__ADS_1