Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 49


__ADS_3

Langit cerah menyapa kerajaan Han. Saat ini para penghuni kerajaan Han tengah sibuk berlalu lalang memindahkan peti - peti uang dan perhiasan, keramik dan juga gulungan - gulungan kain kedalam kereta yang akan mengangkut hadiah - hadiah yang akan di berikan kepada permaisuri Yin Yin dari kerajaan Zhang yang akan berulang tahun 6 hari lagi.


Selain membawa kereta penuh hadiah, kerajaan Han juga memberi hasil pangan dan panen buah - buahan dari lahan kebun mereka. Kerajaan Han memberi hadiah sebanyak itu pada kerajaan Zhang dikarnakan kedua kerajaan tersebut berteman baik, mereka telah membangun kerja sama yang saling menguntungkan untuk kedua belah pihak sejak lama. Selain itu, saat perayaan ulang tahun pernikahan kaisar Han Yong Zheng dan permaisuri Jin Jing, pihak kerajaan Zhang juga membawa hadiah yang banyak dengan nilai yang sangat besar dikarnakan hadiah - hadiah yang mereka kirim merupakan barang - barang berharga dan langka. Karna hadiah yang mereka berikan beberapa waktu yang lalu itulah yang sangat membuat kaisar Zheng ingin membalas pemberian mereka.


Siang ini rombongan kerajaan Han akan memulai perjalanan mereka menuju kerajaan Zhang yang akan memakan waktu selama 3 sampai 4 hari perjalanan jika selama perjalanan mereka harus mengistirahatkan diri dan kuda yang mereka tunggangi. Sealin itu ada beherapa hal lain seperti kendala di perjalanan misalnya jalanan rusak yang tak bisa di akses sehingga mengharuskan mereka berbelok dan menempuh jalan lain, atau karna banyaknya bandit yang menghadang perjalanan mereka.


Mengingat banyaknya barang berharga dan tak ternilai yang kerajaan Han bawa, kaisar Zheng mengutus 350 prajuritnya mengawal putra mahkota Han Zi Xin dan hadiah - hadiah dan kebutuhan yang akan mereka butuhkan selama perjalanan. Salain itu akan ada 200 prajurit khusus milik putra mahkota Xin yang akan mengikutinya di balik kegelapan tanpa sepengetahuan kaisar Zheng. Beberapa prajurit khususnya yang ia beri nama Yong Le akan menjaga karajaan Han selama pajurit milik kerajaan Han tidak lengkap karna ikut menjadi rombongannya.


"Xin'er apakah kau akan pergi sekarang?" tanya permaisuri Jin Jing mengunjungi kediaman putra sulungnya yang berada di istana bagian timur kerajaan Han.


"Kami pergi siang nanti Ibunda permaisuri," jawab putra mahkota Xin "Saat ini aku hanya akan bersiap - siap sebelum aku dan rombongan berkumpul" tambahnya yang di angguki permaisuri Jin Jing


"Syukurlah, Ibunda kira kau akan segera pergi padahal ibunda akan membekalimu beberapa macam obat dan penawar racun yang akan Ibunda racik untukmu" Kata permaisuri Jin Jing yang memang di kenal sebagai ahli obat - obatan, membuat racun dan penawarnya.


"Aku akan sangat membutuhkan bekal obat - obatan dan penawar racun yang Ibunda permaisuri buat," balas putra mahkota Xin "Obat - obatan dan penawar racun yang Ibunda permaisuri buat akan selalu berguna di perjalanan nanti" tambah putra mahkota Xin


"Kalau begitu Ibunda akan pulang ke istana utama Gengji untuk membuatkanmu, semuanya akan selesai sebelum kau pergi" pamit permaisuri Jin Jing yang lantas segera mendapat ucapan terima kasih dari putra mahkota Xin.


.


.


.


Disisi lain, tepatnya di pavilium Shan yang berada di istana dalam kerajaan Zhang, aku tengah menaruh hasil sulamanku dalam sebuah kotak berwarna merah dengan coresan - goresan tinta emas yang membentuk pola - pola bungan pheoni kecil. Aku menaruh sulamanku dengan sangat hati - hati, lalu menutup kotak tersebut dan kembali membungkus kotak tersebut dengan selembar kain sutra berwarna biru safir.

__ADS_1


"Wah.. aku tak menyangka kau pandai membungkus hadiah dengan sangat rapi, mei mei" decak putra mahkota Liang tidak percaya.


Perkataan putra mahkota Liang berhasil membuatku terkejut. Aku lantas mendongak dan menatap saudaraku yang saat ini tengah berjalan menghampiriku.


"Gege, kau membuatku terkejut!" keluhku yang membuat putra mahkota Liang memutar bola matanya malas.


"Kau saja yang mungkin terlalu banyak melamun, hingga tak mendengar pengumuman mengenai kedatanganku!" balas putra mahkota Liang terdengar sedikit kesal.


"Mengapa gege yang balik marah padaku? Aku punya hak untuk melamun dan memikirkan apa yang harus ku pikirkan, lagian ini adalah kediamanku, mengapa gege selalu kesini?" balasku kesal


Putra mahkota Liang sama sekali tak peduli dengan perkataanku, ia malah duduk di depanku lalu berkata "Aku tidak peduli. Kediamanmu adalah kediamanku juga. Lagian ketika umurmu telah mencapai usia menikah, kau akan tinggal dengan suamimu" sahut putra mahkota Liang yang entah mengapa menyadarkanku.


Dalam beberapa bulan lagi usiaku akan mencapai 15 tahun. Usia pantas menikah di kerajaan Zhang adalah 15 tahun untuk para gadis muda, sedangkan untuk para pemuda usia pantas untuk menikah mereka adalah 17 tahun. Dalam kehidupan ataupun ingatanku sebelumnya, aku menikah di usia 16 tahun bersama jendral muda Wu, tapi bukankah jalan dan garis takdir telah berubah? Bahkan aku sangat ingat jika akulah dalang di balik bergesernya garis takdirku kedepannya dengan mempersatukan jendral muda Wu Cheng bersama Ma Mei Rong lebih awal. Lalu bagaimana dengan kedepannya? Apakah aku akan turut menikah lebih cepat satu tahun dari kehidupan dan ingatanku sebelumnya?


"Zhang Mu Lan!" panggil putra mahkota Liang.


Panggilan putra mahkota Liang menyentakku dari lamunan, aku lantas mengerjap beberapa saat sebelum menoleh menatap saudaraku. Aku lantas berkata "Ngomong - ngomong, mengapa gege kemari?" tanyaku mengalihkan perhatian putra mahkota Liang yang nampak menatapku dengan tatapan dalam.


"Ah, aku lupa jika kedatanganku kemari ingin mengatakan jika rombongan kerajaan Han akan melakukan perjalanan kemari siang ini" kata putra mahkota Liang seakan ingat tujuannya kemari.


"Lalu?" tanyaku yang tidak mengerti maksud dari perkataan saudaraku


"Tks, Putra mahkota Han Zi Xin yang akan menjadi perwalian kerajaan Han kemari!" Decak putra mahkota Liang


Aku menatap putra mahkota Liang dengan tatapan datar, lalu berkata "Lantas apa masalahnya?" tanyaku sedikit kesal

__ADS_1


"Mei mei kau sungguh tidak peka!" Keluh putra mahkota Liang


"Gege bagaimana aku tahu apa masalahmu. Aku bukan seorang ahli spiritual ataupun seseorang yang pandai membaca pikiran orang" balasku


"Lagian apa masalahnya, putra mahkota Xin sebaya dengan gege. Prestasi dan bakatnya pun tidak di ragukan, ketam -- seketika perkataanku terhenti saat aku tersadar dari apa yang menjadi masalah bagi putra mahkota Liang terlebih aku nyaris menyebutkan hal apa yang membuatnya nampak khawatir akan kedatangan putra mahkota Xin ke kerajaan Zhang.


"Jangan katakan jika gege takut bersaing dengan putra mahkota Xin hanya karna masalah ketampanan?" tanyaku yang nampaknya mengenai sasaran dilihat dari raut wajah putra mahkota Liang yang kini nampak lesu.


Siapa yang tidak tahu putra mahkota Han Zi Xin? Ia adalah pewaris takhta kerajaan Han. Bakat, prestasi dan ketampanannya tidak di ragukan lagi. Hal yang jelas membuat putra mahkota Liang khawatir adalah putra mahkota Xin dan dirinya kerap kali menjadi bahan perbandingan para nona muda di seluruh wilayah kekuasaan kerajaan Zhang dan kerajaan Han. Meskipun tak memiliki hubungan yang buruk dan juga tak memiliki hubungan yang cukup baik karna baik putra mahkota Liang ataupun putra mahkota Xin adalah orang - orang pendiam, dingin dan serius, mereka kerap kali di anggap oleh banyak orang sebagai saingan.


"Ayolah gege, kau tak perlu khawatir. Gege juga tampan, berbakat dan berprestasi. Setiap orang memiliki pesonannya tersendiri, jadi gege yang takut jika kedatangan putra mahkota Xin akan membuat gege merasa tidak menjadi pusat perhatian banyak orang nanti" kataku berusaha menyemangati.


.


.


.


.


.


**TBC


Senin, 6 Juli 2020**

__ADS_1


__ADS_2