Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 74


__ADS_3

Ma Xiao Qing tak tahu dari mana mulanya rumor itu beredar, yang ia tahu pasti hanyalah mengenai penyebaran rumor tentangnya yang berkembang begitu pesat. Tak cukup sehari, rumornya mulai panas di perbincangkan para penduduk ibukota Zhang. Rumor mengenai dirinya yang hingga kini tak memiliki keturunan karna mandul telah banyak mendapat persetujuan para penduduk ibukota kerajaan Zhang yang membenarkan hal tersebut dilihat dari kondisi rumah tangganya yang sampai saat ini belumlah utuh tanpa adanya penerus.


Amarah yang menguasai Ma Xiao Qing membuatnya menunjukan sisi aslinya yang selama ini ia sembunyikan, darahnya mendidih dan dengan cepat ia menghampiri sarjanawan Lao Yu Zhu yang baru saja pulang dari istana dengan raut wajah lelah. Tak ada senyum ramah yang Ma Xiao Qing tunjukan seperti biasa, bahkan aura yang ia keluarkan pun sangat tak bersahabat. Hal yang membuatnya seperti itu tentu saja karna pikirannya hanya di penuhi oleh satu orang tersangka penyebar dari rumor kemandulannya, siapa lagi jika bukan suaminya sendiri. Pikiran Ma Xiao Qing begitu kuat menuduh sarjanawan Yu Zhu, bagaimanapun selain mereka berdua yang tahu akan hal itu, lantas siapa lagi?


"Yu Zhu!" panggil Ma Xiao Qing yang membuat beberapa pelayan yang berlalu lalang mengerjakan pekerjaan mereka nampak terkejut dengan kelancangan nyonya mereka.


"Apakah sekarang kau mulai berani menunjukan wajah aslimu di hadapan banyak orang?" tanya sarjanawan Yu Zhu tersenyum mengejek "Ma Xiao Qing, aku baru saja pulang dan kau datang menyambutku dengan aura tak bersahabat dan bahkan memanggilku dengan nama padahal aku adalah suamimu. Apa yang akan orang - orang pikirkan mengenai kelancanganmu terhadap suamimu di tengah - tengah panasnya rumor kemandulanmu tengah di perbincangkan penduduk ibukota kerajaan Zhang" tambah sarjanawan Yu Zhu yang berhasil menampar Ma Xiao Qing.


Dengan cepat Ma Xiao Qing mengontrol dirinya, ia tak boleh lebih kelewatan dari sekarang sebab ada banyak pasang mata yang mengawasinya. Masalahnya akan semakin bertambah jika pelayan kediaman Lao mengosipinya hingga keluar dari kediaman, dan hal itu akan semakin membuat para penduduk ibukota kian panas memperbincangkannya.


"Kau terlambat Ma Xiao Qing, semua pelayan sudah melihat sisi aslimu, terlebih bukankah memang benar apa yang rumor itu katakan? Kau memang mandul, baik aku ataupun kau pun tahu itu" kata sarjanawan Yu Zhu yang mengejutkan para pelayan akan pengakuannya namun hal itu membuat Ma Xiao Qing menatapnya tidak percaya.


"K-KAU-- geram Ma Xiao Qing mengepalkan kedua tangannya kuat hingga buku - bukunya memutih.


"Berani - beraninya kau mengatakanku mandul, padahal kau sendiri menyimpang!" teriak Ma Xiao Qing


Sarjanawan Yu Zhu menyeringai, ia lalu berkata "Apakah kau punya bukti jika aku menyukai sesama jenis?" todong sarjanawan Yu Zhu yang membuat Ma Xiao Qing bungkam, ia tak memiliki bukti apapun mengenai hal itu, terlebih ia mengetahuinya hanya karna mendengar rumor buruk mengenai sarjanawan Yu Zhu "Ma Xiao Qing, Ma Xiao Qing" gumam sarjanawan Yu Zhu menggeleng "Kau terlalu naif jika mengatakan aku tidak normal. Andai saja aku tidaklah normal, lantas bagaimana aku merobek keperawananmu saat malam pertama kita?" tanya sarjanawan Yu Zhu terdengar menantang dan tanpa menyembunyikan apapun padahal saat ini ada banyak pelayan yang menyaksikan pertengkaran keduanya.


Ma Xiao Qing tak tahu harus membalas sarjanawan Yu Zhu dengan argumen pembelaan seperti apa, sebab apa yang di katakan sarjanawan Yu Zhu memang benar. Tak tahu ingin berkata apa, Ma Xiao Qing menggeram dan berkata "Brengsek!"


"Aku memang brengsek! Setidaknya aku mengakui jika aku bejat" jeda sarjanawan Yu Zhu mengakui "Tidak sepertimu yang bermuka dua" tambah sarjanawan Yu Zhu tajam dan menusuk.

__ADS_1


"Selain itu dari mana kau berpendapat jika aku adalah penyebar rumor kemandulanmu?" tanya sarjanawan Yu Zhu "Kau pikir dengan aku yang membeberkan kekuranganmu tak akan membuat nama keluarga Lao kotor? Dimana kepintaranmu yang selama ini di agung - agungkan banyak orang? Apakah pikiranmu sedangkal itu?" tanya sarjanawan Yu Zhu dengan nada mengejek


"KA-KAU -- geram Ma Xiao Qing hingga giginya terdengar gemericik


"BERHENTILAH MENGHARDIKKU SEAKAN - AKAN KAU ADALAH ORANG YANG PALING PINTAR DAN BENAR!" teriak Ma Xiao Qing


"Wah.. wah lihatlah, ini adalah wujud asli nyonya kalian" sindir sarjanawan Yu Zhu yang menyadarkan Ma Xiao Qing yang tengah di liputi kemarahan.


"KAU PIKIR BISA MEMPERMALUKANKU SEPERTI INI, KAU PIKIR AKU HANYA AKAN TINGGAL DIAM? LAO YU ZHU, KAU SANGAT MEREMEHKANKU, AKU BISA SAJA ME --


"Kau bisa apa?" potong Lao Fu Pei yang merupakan kepala keluarga Lao yang berprofesi sebagai saudagar kaya raya di ibukota kerajaan Zhang.


"Ma Xiao Qing, aku tak tahu jika kau sangat lancang memperlakukan putraku" kata Lao Fu Pei dingin "Andaikan rumor kemandulanmu tak sampai ke telingaku, aku mungkin baru akan pulang 2 hari lagi. Namun saat rumor tentangmu tengah panas di perbincangkan, aku dengan cepat mempercepat kepulanganku dan mendapatkan pertunjukan yang mengejutkan seperti ini" tambahnya dengan nada tidak percaya.


"Zhu'er katakan dengan jujur, apakah rumor itu benar?" tanya Lao Fu Pei penuh penekanan.


"Untuk apa aku menutupi bangkai yang sudah tercium, terlebih menutupi kebusukan Ma Xiao Qing sama sekali tak memberi keuntungan untukku" jawab sarjanawan Lao Yu Zhu yang di tangkap sebagai pembenaran dan pengakuan oleh Ayahnya.


"********! UNTUK APA KAU MENYIMPAN SAMPAH SEPERTINYA!" Teriak Lao Fu Pei


" Itu karna ayah selalu membangga - banggakannya di hadapan semua orang, aku tak punya pilihan lain selain bertahan di saat ayah menikmati hoby pamer ayah pada para saudagar lainnya" bela sarjanawan Yu Zhu

__ADS_1


"Cihhh, sangat memalukan pernah membangga - banggakan sampah sepertinya" decih Lao Fu Pei yang berhasil menginjak - injak harga diri Ma Xiao Qing yang hanya bisa diam menahan amarahnya.


"Tak peduli apa, ceraikan Ma Xiao Qing sekarang juga. Aku tak ingin mempunyai menantu seperti dirinya yang dimataku hanya sampah!"


.


.


.


.


.


**TBC


Senin 17 Agustus 2020


Dirgahayu Indonesiaku 🎉🎉 🇮🇩


Semoga semakin jaya kedepannya, cepatlah sembuh, kami merindukanmu ❤**

__ADS_1


__ADS_2