
Pengakuan Mei Rong yang mengejutkan membuat seorang pelayan yang tak sengaja lewat dan mendengarnya lantas segera memberitahukan perdana mentri Wu Ge Ming. Saat ini perdana mentri Ming tengah bersama dengan putranya, jendral muda Wu Cheng di ruang kerjanya. Rumor yang beredar dan melibatkan keluarga kediaman Wu membuat perdana mentri Ming yang juga baru saja pulang menghadiri rapat pagi di istana lantas meminta pelayan memanggil jendral muda Wu Cheng yang saat ini tengah mengambil cuti.
Saat perdana mentri Ming ingin kembali melayangkan pukulan pada jendral muda Wu Cheng yang telah babak belur namun tetap menerima amukan Ayahnya, tiba - tiba seorang pelayan datang membawa kabar yang begitu mengejutkan.
"Apa yang kau katakan?" tanya perdana mentri Ming dengan raut wajah yang masih menggelap memastikan pendengarannya tidak salah.
"Nona Ma Mei Rong mengatakan di depan pintu kediaman Wu, jika ia hamil anak tuan muda!"
"Wanita ******, setelah berhasil menyeret keluarga Wu dalam masalah. Ia masih berani menampakan batang hidungnya di depan kediaman Wu dan menyebarkan kebohongan lain!" geram perdana mentri Ming menghempaskan tangannya yang telah melayang di udara dengan kasar.
"Usir dia, keluarga Wu tidak menerima wanita ****** sepertinya" tegas perdana mentri Ming
"Ta-tapi tuan besar, bagaimana jika nona Ma Mei Rong benar mengandung anak tuan muda?" tanya pelayan itu dengan takut - takut.
Perdana mentri Ming lantas memukul permukaan meja kerja kerjanya kuat, terdengar sebuah retakan yang dihasilkan dari meja kerja yang baru saja perdana mentri Ming pukul. Saat menarik kepalan tangannya di atas permukaan meja, darah segar seketika mengalir dari kepalan tangannya.
"Wu Cheng, selama bertahun - tahun aku menjaga nama baik keluarga Wu, selama bertahun - tahun aku menaati peraturan para leluhur kediaman Wu, tapi kau -- tekan perdana mentri Ming -- dengan mudah menghancurkan semuanya karna kelakuan bejat dan br*ngs*k-mu itu!" tandasnya.
"Ayah.. ak--
"Aku tidak memberimu hak untuk bicara!" potong perdana mentri Ming dengan nada suara tegas "tugasmu hanya menerima seluruh amukan dari kemarahanku karna kelakuanmu, tak ada penolakan karna ini adalah ganjaran dari kesalahanmu!" tambah perdana mentri Ming.
"Kau!" panggil perdana mentri Ming pada pelayan yang melaporkan kejadian yang terjadi di luar kediaman.
"Ha-hamba tuan besar!" jawab pelayan tersebut takut - takut.
"Katakan pada penjaga untuk membiarkan nona Ma Mei Rong untuk masuk kediaman Wu, setelah itu panggilkan dokter kerajaan," perdana mentri Ming menjeda sesaat "Aku ingin memastikan perkataannya adalah kebenaran atau hanyalah kebohongan yang keluar dari mulut menjijikannya saat dilanda keputus asaan" tambah perdana mentri Ming yang lantas di patuhi oleh pelayan itu dengan segera.
.
.
__ADS_1
.
Disaat ibukota kerajaan Zhang tengah di liputi oleh rumor panas mengenai hubungan terlarang jendral muda Wu Cheng dan Ma Mei Rong. Di sisi lain, tepatnya di kerajaan Han. Seorang pemuda tampan nampak tengah duduk di kursi malas yang ada di kamarnya sambil membaca buku strategi perang dengan begitu serius. Fokusnya yang sejak tadi tertuju pada buku membuat pemuda itu sama sekali tak menyadari pemuda tampan berusia 15 tahun dan nampak menggemaskan kini telah berdiri di sisinya.
"Gege.." panggil pangeran Han Ze Min
"Gege....!" panggil pangeran Min untuk kedua kalinya
Tak mendapat tanggapan dari putra mahkota Han Zi Xin, pangeran Min lantas berteriak secara menarik perhatian putra mahkota Xin sesaat dari setiap kata yang terangkai menjadi kalimat dalam buku yang tidak ada bosannya saudaranya itu baca.
"GEEEEGGEEEE!!!"
Putra mahkota Xin lantas terkejut akan teriakan pangeran Min yang sangat nyaring dan membuat telinganya berdengung dan terasa sakit. Putra mahkota Xin meletakan buku yang di bacanya, ia lalu mengusap telinganya yang sakit sebelum mendongak dan melototi adiknya.
"Pangeran Min!" tegur putra mahkota Xin yang berhasil membuat pangeran Min menunduk dalam dan bergumam "gege aku minta maaf" pintanya memelas.
"Kau tahu jika seorang pangeran tidak boleh bersikap kurang ajar dan tidak sopan seperti itu terlebih pada seseorang yang lebih tua?" tanya putra mahkota Xin
"Meskipun kau beranggapan aku salah karna tak mengubris panggilanmu, tapi sebagai seorang yang lebih muda, kau harus belajar bersama dalam menunggu. Tapi jika kau tak bisa menunggu, kau bisa mencolek lengan atau menyenggol pelan orang tersebut agar perhatiannya tertuju padamu" jelas putra mahkota Xin panjang lebar
"Gege.. aku tahu aku salah, maka dari itu maafkan aku. Aku akan mengingat apa yang gege katakan di masa depan nanti" kata pangeran Min yang membuat putra mahkota Xin mendesah pasrah.
"Baiklah, aku memaafkanmu untuk kali ini saja" kata putra mahkot Xin mengalah.
"Gege kau yang terbaik!" puji pangeran Min
"Kau selalu mengatakan hal itu jika aku memaafkanmu, dasar anak bodoh!" gerutu putra mahkota Xin dengan nada suara teramat pelan sehingga pangeran Min tak mampu mendengarnya.
"Omong - omong, mengapa kau datang kemari? Bukankah saat ini kau masih ujian?" tanya putra mahkota Xin
"Gege aku telah menyelesaikan ujianku, maka dari itu aku bisa pulang dengan cepat" jawab pangeran Xin "Dan masalah kedatanganku, aku ingin memberitahukan gege masalah rumor yang tengah panas di bicarakan penduduk ibukota kerajaan Zhang dan penduduk ibukota kerajaan Han" tambah pangeran Min yang langsung membuat putra mahkota Xin mengambil buku strategi perang yang ada di pangkuannya dan lanjut mebacanya sambil berkata..
__ADS_1
"Jika kau hanya datang untuk bergosip, ada baiknya jika kau balik ke kediamanmu dan belajar. Sebab aku tidak akan pernah tertarik dengan rumor - rumor yang beredar!" tegas putra mahkota Xin
"Gege belum mendengarnya, namun sudah mengatakan tidak tertarik. Padahal rumor ini mengenai putri Zhang Mu Lan, putri perdana mentri Dong dari kerajaan Zhang, dan jendral muda Wu Cheng" kata pangeran Min pura - pura mendesah, padahal ekor matanya sedari tadi melirik perubahan ekspresi putra mahkota Xin yang nampaknya mulai tertarik.
Putra mahkota Xin menutup buku yang di bacanya dan berkata "Berhubung kau begitu memaksa ingin menceritakannya, maka aku akan dengan senang hati mendengarnya" kata putra mahkota Xin yang berhasil membuat pangeran Min mendengus.
"Bilang saja jika gege mulai tertarik dengan rumor ini!" sindir pangeran Min yang langsung mendapat pelototan tajam dari putra mahkota Xin.
"Baiklah, baiklah" kata pangeran Xin menyerah "Jadi ceritanya .. kemarin nona muda kedua keluarga Ma mengunjungi istana bagian barat kerajaan Zhang dimana putri Zhang Mu Lan tinggal, ia tak sengaja membentak putri Zhang Mu Lan dan anehnya masalah penyinggungan terhadap keluarga kerajaan Zhang dan keluarga Ma berakhir dengan damai. Jika mengingat sifat putri Zhang Mu Lan, masalah ini akan ia permasalahkan hingga masalahnya membesar. Tapi hal yang tak terduga terjadi, mereka berakhir damai dan masalah mereka selesai sampai disitu" jelas pangeran Min yang membuat putra mahkota Xin kesal.
"Hanya itu?" tanya putra mahkota Xin yang tak mampu menutup kekesalannya
Pangeran Min menggeleng dan berkata dengan sama kesalnya "Gege, aku bahkan belum selesai menjelaskan namun kau memotong penjelasanku!". "Baiklah, baiklah. Kau bisa melanjutkannya" kata putra mahkota Xin bersalah.
"Lalu semalam, nona muda kedua keluarga Ma ketahuan menjalin hubungan terlarang dengan jendral muda Wu Cheng, parahnya lagi mereka kedapatan pas melakukan hubungan badan. Padahal mereka sama sekalu belum terikat" tambah pangeran Min yang membuat putra mahkota Xin kesal dengan rumor tak bermanfaat yang di bawa saudaranya.
"Lebih baik kau pergi pangeran Min, kau telah membuang - buang waktuku hanya untuk mendengar gosip membosankan seperti itu!" usir putra mahkota Xin yang berhasil membuat pangeran Min cemberut.
.
.
.
.
.
**TBC
Senin, 29 Juni 2020**
__ADS_1