Permaisuri Kecilku Yang Kejam

Permaisuri Kecilku Yang Kejam
Bab 69


__ADS_3

Bagi Ma Mei Rong waktu berjalan begitu lambat, hari baru saja siang padahal ia sangat ingin waktu berlalu dengan cepat agar semua orang di kediaman Wu bisa melukapan kejadian pagi tadi. Tak ada yang lebih memakukan dalam hidup Ma Mei Rong setelah dibuang keluaraga Ma, diperlakukan dingin oleh jendral muda Wu Cheng, dan terakhir ia baru saja dipermalukan perdana mentri Wu Ge Ming pagi tadi di depan para pelayan kediaman keluarga Wu.


Amarah Ma Mei Rong belum sepenuhnya reda, kilatan dendam bercampur niat membunuh masih terpancar di kedua bola matanya. Ego dan harga dirinya di injak - injak hingga pada titik yang paling rendah, dan Ma Mei Rong tidak akan menerima di perlakukan demikian setelah semua yang jendral muda Wu Cheng lakukan padanya.


Setelah menikmati dan memuaskan nafsunya hingga ia berakhir hamil, jendral muda Wu Cheng mulai menunjukan sisi aslinya. Ma Mei Rong terlalu terbuai oleh rayuan jendral muda Wu Cheng yang menjanjikan semua janji manis yang mungkin kerap kali ia lontarkan pada semua gadis dan nona muda, seharusnya sejak dulu ia sadar jika pemuda - pemuda seperti jendral muda Wu Cheng tak selamanya pria baik - baik. Telah banyak gadis bayaran, ataupun nona muda yang kerap kali berganti - ganti menaiki peraduannya dan menghangatkannya.


Kini hal yang sangat di sesali Ma Mei Rong dalam hidupnya karna menjerumuskan diri pada kubangan penderitaan yang di berikan jendral muda Wu Cheng. Pria yang telah berstatus suaminya itu tidak main - main dengan ucapannya beberapa hari yang lalu, nampaknya ia sungguh bertekad untuk membuatnya menderita karna telah masuk di kediaman keluarga Wu.


"Tuan muda Wu, apa yang akan anda lakukan dengan gadis ****** itu dikediaman kita!" teriak Ma Mei Rong saat melihat jendral muda Wu Cheng memasuki kediaman mereka dengan membawa seorang gadis muda yang membuat Ma Mei Rong menatapnya dengan tatapan tajam.


"LANCANG!" Teriak jendral muda Wu Cheng yang membuat Ma Mei Rong tersentak terkejut begitupun para pelayan yang berada disana "SIAPA YANG MEMBERIMU IZIN UNTUK MENERIAKIKU, HAH?" gertak jendral muda Wu Cheng yang berhasil membuat nyali Ma Mei Rong menciut.


Meskipun merasa takut, Ma Mei Rong mengumpulkan keberaniaannya dan berkata "AKU ISTRIMU, AKU BERHAK ATAS DIRIMU. KAU JANGAN PERNAH BERANI MEMBAWA ****** MASUK KE KEDIAMAN KITA, ATAU --


"ATAU APA?" Tantang jendral muda Wu Cheng memotong kalimat Ma Mei Rong.


"JIKA KAU LUPA, KAU SAMA SEKALI TAK MEMILIKI HAK APAPUN DI KEDIAMAN WU. TERLEBIH KAU HANYA SEORANG SELIR, SELAMA AKU BELUM MEMILIKI furen, AKU BEBAS MEMBAWA GADIS MANAPUN KEKEDIAMANKU!" Kata jendral muda Wu Cheng penuh penekanan.


"TAPI KAU SUMIKU, AKU TAK AKAN MEMBIARKAN SIAPAPUN MENGHANGATKAN PERADUANMU!" Teriak Ma Mei Rong


"TUTUP MULUT SIALANMU!" gertak jendral muda Wu Cheng "AKU TIDAK PERNAH SUDIH MENJADI SUAMI WANITA YANG TELAH DIBUANG OLEH KELUARGANYA SEPERTIMU!" Tambah jendral muda Wu Cheng menohok hati Ma Mei Rong.


"APAKAH KAU LUPA, SIAPA YANG MEMBUATKU SEPERTI INJ, HAH?" Tanya Ma Mei Rong dengan suara mulai serak "KAU YANG DULU DATANG MENDEKATIKU, MERAYUKU DAN MEMBERIKU JANJI - JANJI MANIS YANG SANGAT SULIT UNTUK KU TOLAK, KAU ADALAH DALANG YANG MEMBUATKU SEPERTI INI DAN DENGAN BERANINYA KAU MEMINTAKU MENUTUP MULUTKU? BIADAB! BAJI--


PLAK!


Suara tamparan keras memotong racauan Ma Mei Rong, Ma Mei Rong begitu terkejut mendapat sebuah tamparan keras yang berhasil membuat sudut bibirnya pecah dan mengeluarkan darah segar. Ma Mei Rong memegang pipi kanannya yang terasa panas dan sakit, akibat tamparan jendral muda Wu Cheng yang meninggalkan bekas telapak tangannya yang merah. Ma Mei Rong yang jatuh dan tersungkur di atas permukaan tanah yang keras lantas menatap jendral muda Wu Cheng dengan penuh kebencian.

__ADS_1


"JANGAN MENYALAHKANKU ATAS KEBODOHAN DAN KESALAHANMU SENDIRI, ******!" gertak jendral muda Wu Cheng.


"INGATLAH POSISIMU DAN URUS URUSANMU SENDIRI, JIKA KAU BERANI MENGGANGGU DAN MENGURUSI URUSANKU, AKU AKAN MEMANGGILMU KEPERADILAN UNTUK URUSAN PERCERAYAAN KITA!" tambah jendral muda Wu Cheng penuh nada peringatan.


"Pelayan, singkirkan dia dari hadapanku!" Perintah jendral muda Wu Cheng mutlak saat berbalik meninggalkannya dengan gadis muda bersamanya.


Ma Mei Rong menatap punggung jendral muda Wu Cheng yang perlahan menjauh dengan tatapan tajam, kemarahannya telah mencapai pada ubun - ubunnya dan dalam hati berkata 'Aku akan membuatmu membayar perlakuanmu ini!' geram Ma Mei Rong dalam hati.


'Akan ku buat kau menyesali perbuatanmu hari inj padaku. Aku akan membuatmu beserta keluargamu musnah atas perbuatan dan pelakuan yang kalian berikan padaku, kau tunggu saja hari itu'


.


.


.


Langkahnya terhenti tatkala ia telah tiba di pintu utama istana Han, suara pengumuman kedatangannya menggema dan perlahan pintu kokoh nan besar di hadapannya perlahan terbuka. Tanpa menunggu waktu lama, gadis cantik yang sebentar lagi beranjak 15 tahun itu lantas melangkah memasuki istana Han dan meninggalkan rombongannya diluar. Gadis itu terus melangkah menyusuri koridor mencari keberadaan Ayahandanya, saat ini yang ada dalam pikirannya adalah tentang adanya masalah dari rencana mereka semalam. Suara desahan terdengar lirih keluar dari bibir tipis gadis itu, ia berhenti sesaat sebelum memggeleng dan mengenyahkan pikirannya buruk.


'Berhentilah berpikiran buruk Zhang Mu Lan, semuanya akan baik - baik saja!' batinku


Suara yang terdengar sangat akrab menyapa indra pendengarannya, suara femilian yang terdengar berat itu berhasil membangunkan gadis cantik itu dari lamunannya "Mei mei apa yang kau lakukan disana, kita semua telah menunggumu!" seru putra mahkota Liang yang tak sengaja melihat sosok adiknya saat ia menoleh kebelakang.


"Kita?" gumamku penuh tanda tanya.


"Mengapa kau melamun, cepatlah kemari, aku sudah sangat lapar" keluh putra mahkota Liang yang berhasil membuatku berdecak.


'Apakah hal penting yang Ayahanda kaisar maksudkan adalah makan siang bersama? Ayolah Zhang Mu Lan, kau terlalu berpikiran buruk. Terlebih apakah kau meragukan kemampuan Ayahmu?' Batinku bertanya

__ADS_1


Aku lantas menggeleng dan mengenyahkan keraguan yang ada pada diriku.


'Aku percaya Ayahanda kaisar sepenuhnya!'


Sebuah tarikan paksa membuatku tersentak terkejut dari lamunan, aku lantas menatap kesal punggung putra mahkota Liang yang menarikku secara paksa. 'Apakah hanya karna lapar ia memperlakukanku seperti ini?' batinku kesal.


"Mei mei kau sedari tadi banyak melamun, padahal kita bukan hanya akan makan besrama Ayahanda kaisar dan Ibunda permaisuri seperti biasa, tapi juga bersama putra mahkota Xin dan pangeran Ming dari kerjaan Han. Jika kau terus melamun, jadwal keberangkatan mereka akan terlambat"


jelas putra mahkota Liang yang seakan membaca pikiranku.


Mendengar penjelasan putra mahkota Liang, aku baru saja sadar jika di ruang makan yang ada di istana Han juga ada putra mahkota Xin dan pangeran Ming. Sungguh betapa memalukannya terlihat bengong di hadapan mereka.


.


.


.


.


.


**TBC


Minggu 9 Agustus 2020


Author Note** :

__ADS_1


Seharusnya hari minggu kemarin aku nggak update 1 bab. Harusnya itu ada 2 bab dan bab ke 2nya adalah bab ini. Mungkin karna sehubung aku baru mengetiknya pagi makanya statusnya masih Review bukan berhasil. Akhirnya aku memutuskan bab ini di update hari rabu aja.


__ADS_2