
Ketika Intan dan juga Brian sedang menikmati momen kebersamaan mereka. Dan ingin menghadiri acara pembagian raport Rilli. Di belahan dunia yang berbeda juga. Saat ini Adel tengah duduk di samping brankar pasien.
Bersama seorang pria yang kini telah menjadi suaminya. Siapa lagi kalau bukan Adam. Mereka berdua telah menikah satu bulan yang lalu. Dan hari ini adalah operasi nya Adibah. Dimana gadis remaja itu telah siap dan mau melakukan operasi. Setelah sekian lama menunggu hari ini. Karena Adibah selalu saja menolaknya.
Namun, Ketika Adel telah resmi menikah dengan Adam. Meskipun Adel juga terus berperan sebagai Mommy kandung Adibah. Gadis remaja itu pun akhirnya mau melakukan operasi setelah di bujuk oleh Adel. Dan kebetulan juga, Ada seorang pendonor kornea mata yang cocok dengannya.
"Mommy... ". Adibah mulai menggerakkan tangannya. Dan langsung memanggil Mommy saat ia baru sadar.
"Honey, Kau sudah sadar?. Mommy disini ". Sahut Adel begitu tampak lega. Karena hampir menunggu sekitar beberapa jam. Akhirnya Adibah sadarkan diri juga.
Adam pun langsung menekan bel di samping ranjang Adibah. Untuk memanggil dokter memeriksa keadaan putrinya. Rasa haru dan juga khawatir masih saja terus Adam rasakan. Meskipun operasinya berjalan lancar. Namun, Adam juga masih tetap khawatir. Lantaran ia belum melihat sendiri keadaan mata putrinya. Setelah melakukan operasi.
Tak berselang lama, Team dokter pun masuk kedalam ruangan. Dokter khusus yang menangani pasien. Kini mulai melakukan tugasnya. Setelah dirasa sudah cukup. Dokter itu pun berkata. Jika keadaan Adibah sudah membaik. Namun, Masih butuh waktu untuk bisa membuka perban dimatanya.
"Bagaimana dok? ". Adam langsung menyerang dokter itu dengan pertanyaan nya.
" Semuanya berjalan sesuai rencana tuan. Dan kita tinggal menunggu pemilihan nya saja! ".
__ADS_1
Jawaban dokter tersebut membuat Adam pun ikut lega. Akhirnya, Ia juga bisa sedikit tenang. Setidaknya Adibah juga bisa melihat kembali nantinya. Meskipun sampai detik ini ia juga belum mengetahui siapa pendonor kornea mata tersebut. Bahkan, Pihak rumah sakit juga hanya menyebutnya sebagai pendonor tunggal.
Adel pun memeluk tubuh Adibah. Ia sampai menitik air matanya, Karena setidaknya sekarang Adel juga telah mencoba membuka hatinya untuk pria lain. Meskipun Adam jauh lebih datar dari Brian. Namun, Pria ini juga mempunyai cara tersendiri untuk membuatnya nyaman.
"Thank you Mom". Ucap Adibah begitu tulus.
" No, Honey!. Seharusnya Mommy yang harus bilang itu pada mu". Jawab Adel mengecup pucuk kepala gadis remaja itu.
Adibah pun hanya mengulum senyumnya saja. Ia tahu apa yang ia lakukan. Semua ini hanya untuk membuat Daddy nya ikut bahagia. Adibah hanya ingin Daddy nya tak selalu menyalahkan dirinya sendiri. Sejak kepergian Mommy nya dulu.
Satu Minggu Kemudian...
Adibah masih duduk di ranjang pasien. Dan di temani oleh Daddy dan Mommy Adel. Sepertinya Adel juga perlahan mulai melupakan semua kenangan nya bersama Brian. Sejak ia masuk ke dalam kehidupan Adam dan putrinya itu.
Dokter perlahan mulai membuka perban di mata Adibah. Dengan sangat pelan dan hati hati. Hal itu juga membuat Adel dan Adam, Sama sama deg degan untuk melihat hasilnya. Dan ketika semua perban sudah terbuka, Kini adalah penutup terakhir yang akan dibuka.
"Nona, Pelan pelan saja!. Jangan terlalu dipaksakan untuk membuka matanya! ". Intruksi sang dokter pria itu pada Adibah.
__ADS_1
Adibah mulai mengerjapkan matanya perlahan. Dan mulai mengedarkan pandangannya. Setelah itu dokter pun mulai memberikan intruksi kembali. Untuk menebak apa yang di tanyakan oleh dokter tersebut. Dengan sangat lancar Adibah pun menjawab dengan benar.
" Selamat nona, Operasi anda benar benar sukses. Sekarang anda bisa melihat kembali". Ucap dokter tersebut dengan senyum dibibirnya.
Adel pun kembali menangis haru. Adam hanya bersikap datar. Bukan karena ia tidak bahagia. Namun, Inilah cara Adam menunjukkan rasa harunya. Ia terlalu kaku untuk mengekspresikan diri.
"Mommy, Daddy. Dibah bisa melihat lagi". Serunya dengan senyum dibibirnya.
Tetapi Adam sedikit janggal dengan putrinya. Ketakutan yang ia rasakan beberapa jam yang lalu. Kini malah berubah menjadi kebingungan. Karena Adibah masih saja mengakui jika Adel adalah Mommy nya sendiri. Padahal, Mungkin Dibah juga masih mengingat wajah Mommy kandungnya. Sebab, Ketika mantan istri Adam pergi dari rumah. Usia Dibah juga sudah sembilan tahun.
"Maafkan Adibah Daddy!. Semua ini Adibah lakukan untuk membuat Daddy bahagia juga. Karena sepertinya Daddy juga sudah mencintai Mommy Adel". Batin Adibah dalam hatinya.
Ya Adibah selama ini hanya pura pura tidak tahu. Jika wanita yang dibawa Adam pulang ke mension itu bukanlah Mommy nya. Melainkan wanita lain, Yang mungkin akan Daddy nya jadikan wanita pemuasnya saja. Namun, Gadis remaja itu malah membuat keputusan sendiri. Dan menyelamatkan Adel dari permainan Daddy. Tetapi, Perjuangan Adibah pun tak sia sia. Sekarang sorot mata Adam telah muncul benih benih Cinta untuk Adel. Mungkin juga dengan begini Adibah akan menyembunyikan semuanya. Agar keharmonisan rumah tangga Daddy nya selalu bahagia.
Meskipun gadis itu harus berkorban. Karena Adibah tahu, Sulit mengambil keputusan ini sebelum nya. Namun, Mommy nya juga sudah berjuang untuk kesembuhannya juga. Kornea mata yang ia terima saat ini adalah kornea mata Mommy nya. Dimana sang Mommy ternyata sedang mengidap penyakit kanker. Dan selama ini pergi hanya karena tidak mau Adam semakin terpuruk akan keadaan putri dan juga istrinya.
Dan Adibah juga baru tahu ketika Daddy nya telah sah menikahi Adel. Dan sejak saait itulah Adibah sudah mengucapkan janji di depan Mommynya. Untuk tidak memberitahu siapapun tentang keadaan Mommy nya. Meskipun berat rasanya. Tetapi, Adibah harus kuat karena tidak mau Mommy nya sedih setelah ia tiada.
__ADS_1