POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan

POV PELAKOR:Gairah Wanita Simpanan
Berawal Dari Kebohongan Dan Kecurangan


__ADS_3

Adel berjalan gontai saat ia telah puas menangis dan juga sudah mendengarkan apa yang telah Mama nya ceritakan padanya. Adel sungguh tak habis pikir dengan pemikiran mamanya itu. Bisa bisa nya Mama Ana mengambil jalan singkat seperti yang telah ia lakukan.


Bahkan, Mama Ana tega membodohi nya anak nya sendiri. Hanya karena takut Adel akan di ceraikan oleh Brian. Kalau dia tidak bisa memberikan keturunan untuk Brian. Meskipun itu adalah desakan dari keluarga Brian. Namun, tak seharusnya Mama Ana melakukan hal di luar nalar sehat manusia.


Dan hal yang membuat Adel tak habis pikir lagi. Wanita itu adalah wanita yang sangat ia benci saat ini. Adel masuk kedalam kamarnya. Dan memilih untuk mengunci pintu kamarnya dari dalam. Bahkan, Adel tak menghiraukan panggilan dan gedoran pintu kamarnya. Yang di lakukan oleh Mamanya sendiri.


" Hahaha... Hidupmu sungguh tragis Adel". Adel menertawakan dirinya sendiri.


Bagaimana tidak stres , Bahkan air matanya pun tak bisa mengalir kembali. Saking sesaknya dada Adel saat ini. Hidupnya saling ketergantungan sampai sekarang. Berurusan dengan orang yang sama. Dan dalam situasi yang sama juga. Hingga Adel pun pusing ingin melakukan apa.


Di lain sisi ia tidak mau membuat Brian kecewa. Dan ia juga tidak mau jika sampai harus bercerai dari Brian. Meskipun ia harus menerima kenyataan sangat pahit itu saat ini. Adel juga tidak mau jika sampai Kakek Brian ikut mengetahui. Semua kebohongan yang Mama nya lakukan selama ini.

__ADS_1


🌿🌿🌿🌿🌿


Dua Hari Kemudian...


Brian yang baru saja tiba di Jakarta bersama istri keduanya. Saat ini sudah berada di dalam kamar mewah. Rumah barunya yang akan Intan tempati. Dan rumah kedua Brian untuk tempatnya pulang pada istri keduanya. Bahkan, kompleks perumahan elit yang Brian beli tak jauh dari perusahaan nya. Hal itu sengaja Brian rencanakan, Agar setiap harinya ia bisa mengunjungi Intan.


Brian tak ingin melewatkan waktu melihat perkembangan baby boy setiap harinya. Meskipun baby boy nya masih berada di dalam perut istrinya.


" Aku juga suamimu sayang. Apa kau sudah bosan melihat ku? ". Brian terlihat lesu saat Intan mengucapkan kata. Seolah dia sengaja mengusir suaminya itu.


Intan pun terkekeh dan duduk di pangkuan suaminya. Hal itu membuat Brian langsung terkejut dan mulai menatap wajah istrinya.

__ADS_1


Cup...


Intan mengecup bibir suaminya. Lalu kembali tersenyum teduh. Intan pun sebenarnya tidak sanggup menahan dirinya lebih lama lagi. Hasratnya selalu naik saat bersama suaminya. Dan Intan juga tidak mau ia mengingkari janjinya sendiri.


" Aku sangat merindukanmu mas. Sangat sangat rindu. Tapi, aku tidak ingin kita selalu mengulang kesalahan yang sama lagi. Sekarang sudah ada baby boy, Biarkan dia lahir dulu mas!. Dan setelah baby boy lahir nanti, Aku janji tidsk akan pernah akan menolak nya".


Brian pun terharu akan ucapan istrinya ini. Bukan untuk membandingkan kedua istrinya. Namun, entah kenapa saat bersama Intan. Brian merasakan hal yang berbeda. Ia seakan baru sadar jika kehidupan rumah tangga yang benar dan di jalani dari hati yang tulus. Akan sangat nyaman dan juga tak pernah ada rasa was was.


Bukan berarti Brian malah menganggap pernikahannya dengan Adel bukan dari hati. Namun, Saat sedang bersama Intan. Brian merasakan hal yang tak pernah ia rasakan jika saat bersama Adel. Mungkin karena awal pernikahan nya dengan Adel. Itu semua sudah di mulai dengan kebohongan. Maka, sampai saat ini satu kebohongan dan kecurangan akan selalu di tutupi dengan kebohongan seta kecurangan yang lainnya lagi.


Berbeda dengan Intan. Keduanya memang menjalani nya dengan hati dan ,juga melakukan kesalahan bersama pun dari hati sampai muncul hasrat yang tak bisa di hindari.

__ADS_1


TBC


__ADS_2