
Bandung Pukul 14.30 wib...
Seorang wanita turun dari mobilnya dengan sangat angkuhnya. Pandangan langsung tertuju pada sebuah ruko dua lantai yang bertuliskan " MOM'S KITCHEN ".
Wanita paruh baya itu mulai memperhatikan daerah sekitarnya. Dimana bangunan ruko itu memang sangat lumayan. Dan tokonya juga sangat ramai pengunjung. Senyum sinis terbit di bibir wanita paruh baya. Ketika tatapan nya tertuju pada sosok seorang wanita yang usianya tak beda jauh darinya.
Wanita yang dulu sangat dicintai oleh suaminya. Meskipun mereka menikah karena perjodohan. Namun, pria yang statusnya adalah suaminya baginya. Sekali pun tak pernah menyentuhnya sama sekali. Oleh karena rasa cintanya pada kekasih nya. Yang ia tinggalkan di Negara yang berbeda.
Ingatan wanita paruh baya itu kembali pada belasan tahun silam. Sakit dan kecewanya ia ketika mengetahui jika suaminya telah menikah lagi. Dengan wanita yang ia sayangi. Dan wanita yang dulu adalah kekasihnya.
Tanpa ingin di salahkan sang wanita pun sangat murka. Lantaran telah di khianati. Padahal, semua terjadi karena berawal dari dirinya. Yang telah membohongi semua anggota keluarga nya sendiri. Demi menutupi aib dirinya, Yang telah di tinggalkan oleh pria peeusak masa depannya sendiri.
__ADS_1
" Dia memang lebih cantik, Bahkan saat ini sedikitpun kecantikannya tidak berubah. Tapi, sayangnya dia adalah seorang ******. Yang telah merusak rumah tanggaku". Sinis wanita paruh baya itu tanpa ingin berkaca terlebih dahulu.
Padahal, masa lalunya jauh lebih buruk dari orang yang dia hina saat ini. Bahkan, orang yang ia hina adalah orang yang menolongnya. Meskipun ia harus mengorbankan putrinya sendiri.
Dari dalam toko seorang wanita paruh baya pun sedang sibuk melayani pelanggan nya. Karena toko kue yang ia bangun dan ia mulai dari nol. Saat ini tengah maju dan juga tak pernah sepi orderan.
" Wah... Wah... Wah... Ternyata seorang pelakor, Sekarang sudah bisa membuka toko juga ya? ".
Suara bisik bisik pengunjung dan juga karyawan mulai kisruh, Akan perkataan tamu tak di undang itu. Namun, Wanita paruh baya yang masih sangat cantik itu. Hanya mengulas senyumnya saja. Sedikitpun ia sama sekali tidak pusing ataupun tersinggung akan ucapan pengunjung barunya di toko ini.
" Maaf, Ibu ibu. Silahkan lanjutkan pilih pilih kue nya!!. Saya mau menemui teman lama saya dulu ya". Pamit sang wanita paruh baya pada semua pelanggan setia toko miliknya.
__ADS_1
Lalu ia pun berjalan dengan sangat santainya. Menghampiri seorang wanita yang sangat ia kenal itu. Meskipun telah bertahun tahun lamanya. Namun, sedikit pun dia tidak akan pernah lupa dengan wajah angkuh wanita itu.
" Rupanya aku juga tak salah mengenali orang. Selamat datang kembali di Negara ku nyonya Ana". Sapa wanita paruh baya dengan senyum manisnya.
" Cih, kau masih belum lupa juga". Wanita itu pun masih tampak sinis dan sangat angkuh.
" Anda juga belum berubah menjadi lebih baik Nyonya? ". Balas wanita paruh baya itu penuh penekanan.
" Sebaiknya jika ada yang ingin anda sampaikan, Lebih baik ke ruang kerja saya saja!. Karena disini semua pelanggan ku akan terganggu nantinya. Mari Nyonya Ana!! ".
Meskipun wajahnya tampak tak bersahabat wanita itu pun akhirnya mau juga ikut bersama pemilik toko.Untuk masuk kedalam ruangan kerjanya. Karena niatnya kemari hanya untuk satu tujuan. Dimana ia tidak bisa melihat putrinya akan terhempas kan dari keluarga suaminya. Dan bahkan kemungkinan akan terdepak jika saja keluarga besar dari menantunya tahu. Apa yang telah ia lakukan di masa lalu.
__ADS_1
Setelah menyewa beberapa orang untuk menemukan informasi. Tentang orang di masa lalunya. Akhirnya dengan sedikit menguatkan hatinya, Wanita itu pun harus kembali melihat wajah orang yang baginya telah merusak rumah tangga nya. Dan membuat hidup mereka bercerai berai.